Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
Bab 35 Hak Deni


__ADS_3

Akhirnya sepasang pengantin baru yang telah menyudahi libur bulan madunya telah sampai dirumah papah Indra.


Terlihat senyum tidak pernah surut di wajah ganteng Deni, sejak turun dari mobil jari jari Deni terus bertaut dengan jari jari mungil milik istrinya, sesekali istrinya melemparkan senyum ke arah Deni.


Sekilas bagi orang yang tidak tau latar belakang belakang pernikahan mereka akan menganggap mereka pasangan yang sangat bahagia.


Papah Indra terlihat sudah menunggu didepan pintu ruang tamu mereka, papah Indra sudah tidak sabar melepas kangen dengan putra semata wayangnya juga menantu baru nya.


“Pah..” sapa Anna sembari mencium punggung tangan laki laki yang sekarang berstatus sebagai papah mertuanya.


Papah Indra menyambut menantu barunya itu dengan hangat, mengelus pucuk kepala menantunya.


“Bagaimana apa kalian menikmati liburan bulan madunya?” ucap papah Indra.


“ Sangat, terimakasih ya pah udah bikin Deni dan Anna bahagia” ucap Deni.


“Hemm yang penting segera kasih papah cucu laki laki ya” ucap papah Indra sembari tersenyum.


Netra Anna dan Deni beradu dan saling melempar senyum dan menganggukan atas permintaan Papah Indra.


“ Ya sudah istirahatlah kalian, bibik sudah manata ulang kamar Deni agar kamu nyaman disini An, karena selama satu bulan ini papah minta kalian berdua temani papah disini dulu ya?” ucap papah Indra.


Anna menatap Deni dan deni berucap


“ Baik pah tapi gak lama lama ya pah Deni pengen bebas, kan masih pengantin baru, kalau disini nanti digangguin papah terus”  ucap Deni tertawa.


“ Kamu itu pikirannya gak jauh jauh dari urusan ranjang” ucap papah Indra.


“Lah kan papah sendiri yang minta pengen segera punya cucu, gimana mau punya cucu kalau kita diganggu terus ya kan sayang?” tanya Deni ke Anna.


Anna mencubit pinggang suaminya sambil tersipu malu.


“awww sakit sayang.. kalau mau cubit cubit yuk ke kamar aja” goda deni.


Wajah Anna nampak seperti kepiting rebus, malu dengan godaan deni didepan mertuanya itu.


“Sudah sudah sana kalian masuk kamar, kelakuanmu itu Den bikin malu istrimu saja” ucap papah Indra.


Deni dan Anna pun akhirnya masuk ke dalam kamar milik Deni setelah mengobrol singkat dengan papah Indra.

__ADS_1


Anna mengedarkan pandangannya didalam kamar Deni,


“ Kamarmu gak pernah berubah Den” ucap Anna.


Nuansa yang masih sama barang barang yang sama yang berbeda hanya tata letak saja karena bibik tadi sudah mengatur ulang agar terlihat lebih luas.


Deni meraih pinggang Anna dan memeluknya.


“Kamu suka? Ingatlah kenangan kenangan manis hubungan kita dulu, buanglah jauh jauh rasa sakit yang kamu rasakan dulu hemm... tutuplah dengan rasa cinta untukku.. kamu mau kan?” tanya Deni seraya mengecup pucuk kepala Anna.


Anna mengangguk dan membenamkan wajahnya kedalam dada Deni, Bagi Anna sekarang tujuan hidupnya adalah Deni karena dia sudah sah menjadi suaminya, akan sangat berdosa ketika masih ada sisa cinta untuk laki laki yang bukan suaminya.


“ Beruntungnya ak An punya istri seperti kamu, aku pikir kamu akan menentangku dan slalu mengajakku berperang setelah pernikahan” ucap Deni tersenyum.


“ kenyataannya aku gimana?” tanya Anna terkekeh.


“ Nurut sama suami, sayang suami tapi sayang...emm” ucap Deni terkekeh.


“ Sayang apa???” ucap Anna.


“ Aku belum dapet jatah hahahaha” Deni tertawa terpingkal pingkal.


Jleb...


Anna mengeratkan pelukannya dan membisikan sesuatu ke telinga Deni.


“ Kamu boleh ambil hakmu atas diriku malam ini” ucap Anna berbisik.


Seketika Deni menghentikan tawanya dan menatap lekat mata Anna.


“ Benarkah? .. aku tidak akan memaksamu sayang.. aku akan menunggu kapan saatnya tiba” ucap Deni lembut sambil mengelus pipi Anna.


Anna tersenyum dan berkata “ gak aku sudah siap.. akan berdosa jika aku tidak memberikan hakmu atas diriku”.


Deni melebarkan senyumnya, dan berkata.


“Kalau DP dulu sekarang boleh?” ucap deni.


Anna terkekeh “ Emang kamu mau kredit rumah?pake DP segala”.

__ADS_1


Bukannya menanggapi Anna, Deni malah mencium bibir Anna, dan Anna pun menyambutnya dengan hangat.


Dan akhirnya Anna memberikan hak atas dirinya kepada Deni.. gak usah dibayangin ya readers 🤭.


Adzan subuh terdengar berkumandang, Anna pun terbangun dari mimpi indahnya, Anna mengerjap ngerjapkan matanya, begitu matanya terbuka sempurna Anna melihat dengan sangat dekat wajah suaminya, baru kali ini Anna menatap intens wajah suaminya, alis yang tebal, hidung mancung bibir yang terpahat sempurna ditambah kulit putih bersih semakin menyempurnakan ciptaan Tuhan satu ini.


“Ternyata wajah ini yang akhirnya jadi jodohku, aku kira dulu aku akan kehilangan kamu selamanya ternyata Tuhan mengembalikan kamu lagi” batin Anna.


Anna tersentak kaget saat ada tangan yang merengkuhnya dan merapatkan ke tubuh suaminya.


Mata Deni masih terpejam akan tetapi dia sudah sadar saat ada sepasang mata indah menatap intens wajahnya


“ Apa kamu sudah jatuh cinta padaku hemm” ucap Deni yang seketika membuka matanya


“Blushhhh” seketika wajah Anna merah karena malu


“cup” Deni mengecup kening Anna


“Tetap seperti ini sampai tua ya An, jangan pernah berubah rasa cinta diantara kita, ingat sayang lupakan kesakitan yang pernah kamu rasakan hemm, aku pelan pelan akan mengobatinya” ucap Deni


Anna mengangguk dan memeluk erat Deni sambil berucap


“Jangan sakiti aku lagi ya Den,...”


“ Aku janji An, akan aku bahagiakan kamu” ucap Deni.


Anna tersenyum mendengar kata kata Deni, dan akhirnya mereka pun bersih bersih diri dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim dan melanjutkan aktivitas perdana mereka sebagai sepasang suami istri, Anna turun kebawah membantu bibik masak dan Deni menemani papah Indra ngobrol sambil menunggu Anna menyiapkan sarapan.


************************************


 


Bahagia banget ya readers  mereka... othor mau kasih bumbu bumbu lagii yaa biar lebih greget nih 🤭


 


Yuuk jangan lupa like komennya yaa apalah arti othor tanpa like n komen readers semua🤗


 

__ADS_1


 


Salam sayang Anna ♥️


__ADS_2