Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
Bab 38 Masalah Datang


__ADS_3

Melihat mobil Deni sudah terparkir dihalaman rumah Papah Indra Anna segera turun dari mobilnya, Anna sedikit berlari agar segera bertemu dengan Deni, Anna merasa tidak enak karena agak telat pulang.


“Sayang..” Anna memanggil Deni.


Tidak ada sahutan, Anna naik ke lantai dua dikamar Anna dan juga Deni, tapi nihil.


“Hmmm kemana Deni, padahal didepan ada mobil Deni dan sepertinya papah Indra juga sudah pulang” gumam Anna.


Anna mencari Deni dari ruang tamu dan ruang tengah serta kamar Deni belum juga ketemu sampai akhirnya Anna mendengar suara yang sepertinya berasal dari ruang kerja papah Indra.


Awalnya Anna hendak masuk akan tetapi Anna urungkan karena mendengar nama Dila disebut.


DEG...


Ya Anna melupakan nama itu, padahal masalah Deni dengan Dila belum ada titik temu.


“kenapa aku sampai melupakan masalah Deni dengan Dila ya” batin Anna.


Tiba tiba ada suara isak tangis seorang wanita dari dalam ruangan papah Indra.


“Aku minta Deni bertanggung jawab sama aku pah.. aku hamil, aku hamil cucu papah” ucap wanita itu.


Anna masih mencerna kata kata wanita itu yang tak lain adalah Dila.


“Aku gak mau menikahi dia pah, papah tau kan aku sudah menikah dengan Anna, dan itu kesalahan dia sendiri menawarkan tubuhnya kepadaku disaat aku gak sadar” bentak Deni.


“Dan belum tentu itu anak aku” suara Deni semakin meninggi.


Terdengar wanita itu terus menangis.


Seketika tubuh Anna lemas, tak terasa butiran bening jatuh mengenai pipi Anna, dada Anna merasakan nyeri mendengar percakapan mereka.


Anna hendak melangkah menjauh dari ruangan papah Indra akan tetapi bi ijah tiba tiba datang dan memanggil nama Anna cukup keras.


"Mbak Anna" panggil bik Ijah.


Sehingga terdengar sampai didalam ruang kerja papah Indra.


Terdengar seseorang membuka pintu ruang kerja dengan kasar.


cekreeek...

__ADS_1


“Sayang..” ucap Deni.


Deni begitu panik melihat Anna ada didepan ruang kerja papah Indra yang itu berarti Anna telah mendengar semua percakapan antara papah Indra dirinya dan juga Dila.


“Sayang aku bisa jelasin” ucap Deni kembali


Anna diam mematung, Anna sangat membenci keadaan seperti ini.


Melihat majikannya seperti ada masalah bik ijah langsung meninggalkan mereka.


“Sayang..” ulang Deni sambil memeluk Anna


Seketika itu Anna melerai pelukan Deni, dan melangkahkan kaki masuk kedalam ruangan papah Indra.


Deni berusaha mencegah tapi Anna terus menepis tangan Deni.


Anna melihat Dila berdiri disudut ruangan berhadapan dengan papah Indra, Anna terus melangkah sampai tepat didepan Dila.


Plak..


Anna menampar muka Dila.


Ya teman dekat.. tapi itu dulu.. karena sekarang Dila bukan teman dekat Anna lagi melainkan musuh dan seorang pengkhianat.


Dila memegang pipi bekas tamparan Anna, terasa panas.


“Gadis murahan..” umpat Anna geram.


“Kamu mau merebut suamiku hah?kamu harus berhadapan denganku” ancam Anna.


"Kamu tau dulu aku diam karena Deni bukan siapa siapaku, tapi beda sekarang, Deni sudah menjadi suamiku, dan siapapun yang akan menghancurkan pernikahanku, aku dulu yang akan menghancurkannya" Ancam Anna kembali


Deni bergegas mendekati Anna, Deni memeluk Anna dan seketika itu pecah tangisan Anna.


“Den bawa Anna kekamar, biar gadis ini papah yang urus” ucap papah Indra.


Deni pun membawa Anna menuju kamar mereka.


Sesampai dikamar Deni mendudukan Anna di samping kasur,Deni mengusap lembut pipi Anna dan mencium kening Anna.


“Maafkan aku An membuat kamu menangis” ucap Deni lembut.

__ADS_1


Anna masih terdiam.


“Sayang aku mohon jangan pernah berfikiran macam macam, sekalipun Dila hamil aku tidak akan pernah menikahi dia” ucap Deni.


Anna menatap lekat mata Deni dan berkata


“Benarkah?”.


“Ya benar, kamu tau bagaimana aku sangat mencintaimu An, apapun penghalangnya akan aku singkirkan termasuk Dila” ucap Deni.


“Apa kamu tega menyingkirkan anakmu juga?”tanya balik Anna.


“Aku yakin seyakin yakinnya dia bukan anakku An!” ucap Deni.


“An percayalah aku tidak akan meninggalkanmu, bertahanlah dengan ujian pernikahan kita hemm” ucap Deni.


Anna terdiam menunduk, sungguh Anna tidak pernah membayangkan pernikahannya akan diuji dengan masalah seberat ini, seolah olah Tuhan tidak pernah mengijinkan aku untuk jatuh cinta, mencintai Deni pada awal mengenal cinta kandas, mengenal cinta kembali dengan Rian pun kandas, sekarang mencoba mencintai orang yang sama kembali apakah akan kandas juga??.


“Sayang..” Deni memecahkan lamunan Anna


Anna menatap kembali mata Deni.


“Jangan pernah tinggalkan aku Den” ucap Anna.


“Tidak sayang, aku tidak akan meninggalkan kamu” Deni mencoba meyakinkan Anna.


“Den, dengarkan aku baik baik, kalau sampai kamu membuat aku terbuang untuk ke dua kali, aku tidak akan segan meninggalkan kamu dan ... aku tidak akan pernah sudi memafkanmu apalagi menerima kamu lagi..” ucap Anna tegas.


“Sayang... tidak kamu jangan pernah berkata seperti itu, aku tidak akan meninggalkanmu aku bisa gila An” ucap Deni.


Deni meraih tubuh Anna dan mendekap erat Anna seolah olah takut Anna akan pergi.


 


Yuuk jangan lupa like and komen nya dong🤗


 


Salam sayang Anna ♥️


 

__ADS_1


__ADS_2