Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
Belum berjodoh


__ADS_3

Sore itu terlihat Rian tergesa gesa melangkahkan kaki nya menuju toko bunga milik Bibi Sari,


Rian langsung membuka pintu dan disambut wanita paruh baya yang menyambut dengan senyuman


" Bi.. Kapan pulang? Anna mana?" tanya Rian begitu saja


Bibi Sari tersenyum mendengar pertanyaan Rian


" Pak dokter datang datang yang ditanya langsung Anna, apa bibi sebegitunya gak penting ya " goda bibi Sari


Rian menahan malu sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


karena tahu Rian terlihat salah tingkah, bibi sari kemudian mengajaknya duduk dan membuatkan teh panas


" Sudah makan?" tanya bibi sari


Bibi sari sebenernya sudah mengetahui perihal hubungan antara Anna dan Rian tanpa Anna menceritakan bibi sari dapat memahami diantara mereka ada kisah yang rumit


Bibi sari terlanjur sayang dengan Rian, walaupun baru sebentar mengenalnya tapi dimata bibi sari Rian adalah laki laki yang penyayang terbukti setiap dengan Rian, diwajah Anna selalu terukir senyum, akan tetapi bibi Sari tidak ingin ikut campur dengan hubungan mereka karena ini masalah hati tidak bisa dipaksakan


" Yang aku harapkan Anna slalu bahagia, akan tetapi bahagia dengan dokter tampan ini " bibi Sari bermonolog


" Bi.. Bibi kenapa melamun?, aku sudah makan bi " jawab Rian


" Ah iya .. Syukur kalo sudah makan, bibi capek banget jadi tadi tidak sempat masak" jawab bibi Sari yang kaget dan tersadar dari lamunannya


" Bi jawab pertanyaanku dong, Anna mana?, aku berulang kali menghubunginya tapi nomernya tidak aktif" ucap Rian dengan raut wajah yang sedih

__ADS_1


Bibi Anna mendekati Rian dan mengelus punggung kokoh milik Rian,


" Anna baik baik saja Rian, hanya saja..." bibi sari menjeda ucapannya


" Tapi kenapa bi? Apa Anna melahirkan?" tanya Riam kembali


Sungguh bibi Sari berat rasanya untuk menyampaikan kalau Anna itu baik baik saja bahkan sangat baik karena sekarang Anna sedang sangat bahagia bersama suaminya akan tetapi bibi Sari harus menyampaikan kabar ini kepada Rian, agar Rian tidak berharap lebih kepada Anna


" Anna baik baik saja pak dokter bahkan sangat baik, kemarin itu yang tidak baik itu Deni... "


Bibi Sari menjelaskan semua tanpa ada yang ditutup tutupi, karena bibi Sari tidak ingin membuat Rian terluka lebih dalam


Mendengar penjelasan dari bibi Sari, seketika bahu Rian merosot, Rian bingung untuk mendeskripsikan tentang perasaannya


Sesak dada Rian, kalau wanita mungkin Rian sudah menangis meraung raung, Rian berusaha untuk kuat


" Pak dokter ganteng minum teh panas nya, teh ini lumayan bisa bikin rilex hmm" sambil menyodorkan teh panas yang tadi telah dibuat bibi sari


" Ah iya bi terimakasih " Rian pun menyeruput teh nya


" Pak dokter, kapan selesai tugas di daerah sini?" tanya bibi Sari mengalihkan pembicaraan


Bibi sari sengaja mengalihkan pembicaraan agar Rian sedikit tidak terbebani


" Ah mungkin minggu depan bi, gimana bi?" jawab Rian


" Bibi pasti merindukan dokter ganteng deh, gak ada yang nemenin bibi makan, dan membantu toko bibi" goda bibi sari sambil tertawa

__ADS_1


Bibi sari mencoba membuat Rian terhibur dengan candaannya


" Ah bibi bisa aja.. " jawab rian sambil tersenyum


" Bi.. " Rian menjeda ucapannya


" Apa Anna akan kembali kesini?" tanya Rian lirih


" Emm entahlah dok, kemungkinan untuk dalam waktu dekat tidak, karena Deni baru saja sembuh, kenapa dok?" jawab Bibi Sari


" Ah tidak bi, mungkin barang barang Anna masih banyak disini ya bi?, apa perlu aku antar?" tanya Rian hati hati


" Emm nanti coba bibi tanya Anna dulu ya dok" jawab bibi Sari


" Em baik bi, kalau begitu saya permisi dulu bi terimakasih teh nya bi teh nya enak dan bikin tubuh lebih rilex"


Rian pun berpamitan dengan bibi Sari, Rian berjalan menyusuri sungai yang tidak jauh dari tempat tinggal Rian


" An sungai disini sangat indah apalagi diwaktu senja, sebenarnya sudah lama aku ingin mengajakmu kesini, tapi kini pupus sudah .. aku tidak bisa mengajakmu kesini An, bahagialah selalu An walau berat aku belajar ikhlas mungkin kita belum berjodoh" Rian bermonolog dalam hati


Rian pun menikmati sore itu dengan perasaan sesak.. Tapi Rian mencoba tetap kuat..


Ya sudah pak dokter nanti othor jodohin sama yang lain yaa...hihihi


...****************...


Jangan lupa like n komennya ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2