Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
bab 17 Welcome Home


__ADS_3

Akhirnya Rian dan Anna tiba di rumah Deni, tampak Deni sudah menunggu mereka terbukti Deni tengah berada dihalaman depan rumahnya.


Deni terlihat tersenyum bahagia melihat Anna dari kejauhan.


Berbeda dengan Anna yang menampakan wajah masam melihat Deni.


Rian meraih tangan Anna dan mengeratkannya, mereka berjalan mendekati deni dengan jari jari mereka yang saling ditautkan seakan takut Deni akan memisahkan.


“ Hai an” sapa Deni dengan tersenyum.


Anna hanya tersenyum tipis.


Rian menyalami Deni dan disambut oleh Deni, kedua lelaki ini bersikap bijak selama ini sekalipun mereka sebenarnya sedang berperang.


“Den aku mau memberaskan barang bawaanku.. tapi dengan Rian” ucap Anna tanpa basa basi.


Deni hanya bisa menghela nafasnya dan mau tidak mau mengantarkan Anna serta Rian ke kamar yang akan Anna tempati sementara ini.


“Ini kamarmu An, kamar yang dulu sering kamu tempati, aku sudah membersihkannya semoga kamu suka” ucap Deni.


“Terimakasih” ucap Anna singkat tetap dengan muka masam.


“O ya Den aku hanya memberitahukan saja bukan izin ya.. kalau Rian bakal sering datang kesini, kalau kamu tidak berkenan aku dengan senang hati balik ke kontrakanku, dan satu lagi aku gak mau kamu ngatur nggatur aku” ucap Anna.


Deni hanya tersenyum simpul, Rian mengelus punggung Anna agar Anna bisa mengatur emosinya.


Deni kemudian menuju dapur menyiapkan minuman untuk mereka, ketika Anna tengah sibuk menata barang bawaannya, Rian mendekati Deni dan membantu Deni mengatur gelas gelas yang akan dituang jus instan yang Deni barusan ambil dari lemari pendingin


“Terimakasih”ucap deni hangat.


Rian membalasnya dengan senyuman.


“Aku tahu kita sedang tidak baik baik saja Den, o ya persaan dari kemarin kita belum berkenalan secara resmi ya” ucap Rian terkekeh.


Deni tersenyum “Deni.. aku resmikan kita berkenal” ucap deni sambil menyalami Rian


Rian menyambut tangan Deni.


“Rian.. rival kamu” ucap Rian kembali terkekeh.


"Ternyata kamu orang yang baik Rian pantas saja Anna enggan berpisah darimu" ucap Deni.


Rian tersenyum “tentu saja cukup 5 menit membuat Anna jatuh cinta padaku” ucap Rian bangga.

__ADS_1


Deni tersenyum.


“Terimakasih Den kamu dulu telah melepaskan Anna sehingga sekarang Anna jatuh kepelukanku dan tergila gila padaku” ucap Rian meledek.


Deni hanya kembali tersenyum entah kenapa Deni dihadapkan dengan laki laki seperti Rian susah untuk marah, jujur hati Deni dongkol dan ingin rasanya meluapkan amarahnya tapi begitu melihat mata teduh Rian seketika hilang amarahnya.


“Anna beruntung dicintai laki laki seperti Rian” gumam Deni.


“Tidak tidak Anna tidak boleh berjodoh dengan Rian” Deni kembali bergumam.


Rian yang melihat tingkah Deni terkekeh.


“Kamu pasti lagi mendoakan buruk ke aku ya kan?” ucap Rian terkekeh kembali.


“Aish tau aja kamu, kamu rival ku masa iya aku mendoakan kebaikan untukmu” ucap Deni tersenyum.


“Sayaang sini coba bantuin aku dong” terdengar Anna berteriak dari dalam kamarnya.


“Aku permisi dulu” ucap Rian mengedipkan matanya ke Deni.


“Ck ..”deni berdecak jutek.


Seketika dada Deni sesak, dia berfikir sanggupkah dia dengan keadaan ini, melihat gadis pujaannya memanggil laki laki lain dengan panggilan sayang .. panggilan yang dulu sering Anna tujukan ke dirinya.


Akhirnya Anna dan Rian selesai bebenah, dan mereka kemudian duduk di sofa ruang tengah Deni yang menghadap kolam ikan.


“Dikiit .. tapi setelah liat wajah kamu ilang capeknya” ucap Rian menggoda.


“Ihh kamu gombal.. keluar yuk cari makan eh tapi kamu praktek ya hari ini ?” tanya Anna kemudian.


“Aku sudah izin hari ini mau bantuin calon istriku bebenah, An.. aku harap selama kamu tinggal disini jangan intens berinteraksi dengan Deni ya pliss” ucap Rian.


“ Hmmm cemburu yaaa”goda Anna.


Rian merengut.


“Aku rencananya pulang kesini menjelang malam aja dan pagi pagi banget aku keluar, kamu tenang aja” ucap Anna tersenyum.


Deni melihat Rian dan Anna kemudian Deni ikut bergabung duduk bersama.


“Kalian makanlah disini bibik sudah menyiapkan makan malam” ucap Deni.


“Gak usah repot repot den kita mau keluar” ucap Rian.

__ADS_1


“Apa gak kasian sama bibik sudah masak banyak gak dimakan setidaknya cicipilah dulu menghargai bibik” ucap Deni.


Deni memang sengaja mencegah mereka keluar dia bener bener gak bisa merelakan calon istrinya harus keluar bersama laki laki lain.


“Gimana sayang?” tanya Rian ke Anna.


“Terserah kamu saja yang” ucap Anna.


“Baiklah den kita makan disini” ucap Rian.


Seketika senyum Deni mengembang.


“Yesss” batin Deni.


Akhirnya mereka ber tiga pun menyantap maka malam bersama tanpa ada suara gelak tawa yang terdengar hanya bunyi alat makan mereka.


Malam makin larut Rian izin pamit ke anna dan seperti biasa Anna berat untuk membiarkan kekasihnya pulang karena mengingat harus satu rumah dengan Deni, Rian pun menguatkan Anna dan terus mengingatkan Anna untuk setia dengan cintanya.


Dengan melalui banyak drama akhirnya Rianpun pulang.


Anna mengantarkan Rian kedepan rumah setelah Rian berlalu Anna pun masuk dan mengunci pintu ruang tamu Deni.


Ketika Anna hendak membalik ternyata Deni sudah berdiri dibelakangnya sambil menunggu Anna.


“Emm kamu sudah mau tidur an?” ucap Deni.


Anna pun hanya berlalu seakan akan tidak ada orang yang bertanya.


Lagi lagi Deni menghela nafasnya dan harus menelan pil pait karena Anna mengabaikannya dan ini konsekuensi yang harus Deni dapat.


"Hmmm anggap saja ini bagian dari perjuangan cinta" gumam Deni dan berjalan kembali ke kamarnya...


     


                 *****************


Hai hai readers terimakasih yaa buat yang sudah mampir baca karya othor


Harap maklum kalau masih banyak kurangnya othor masih belajar menulis semoga readers semua selalu setia mendukung othor ya


dengan like komen atau vote 🤗😍


Salam hangat dari anna♥️

__ADS_1


 


 


__ADS_2