Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
bab 8 Pertemuan


__ADS_3

Aroma kopi menusuk hidung Anna dan Anna pun perlahan membuka matanya, diliriknya jam di nakas sebelah tempat tidur Anna


“Hmm sudah jam 4.30 ternyata” gumam Anna


Seraya mendudukan tubuhnya ditepi tempat tidurnya perlahan anna berdiri kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim, selepas Anna menuntaskan kewajibannya Anna pun keluar kamar untuk membuat kopi kesukaannya kali ini Anna mengabaikan lambungnya aroma kopi yang tadi membangunkan anna benar benar membius Anna untuk mencecapnya, Anna melangkahkan kakinya menuju dapur dan seketika anna menghentikan langkahnya dan mendadak tubuhnya menegang matanya membulat melihat sosok yang hampir 2 tahun ini menghilang dari kehidupan Anna sosok laki laki yang pernah singgah di hati Anna, laki laki itu pun tersenyum kearah Anna, tatapan matanya yang sendu seakan banyak hal tersimpan disana dan menginginkan Anna memahaminya,


“Apa kabar An?” sapa laki laki yang tak lain adalah Deni


Ya Deni menepati ucapannya akan datang menemui Anna tapi Anna tidak menyangka Deni akan benar benar datang dan sepagi ini menemui Anna, Deni duduk di ruang tengah ditemani Deby dan mba Mita, ruang tengah rumah kontrakan Anna bersebelahan dengan dapur sehingga ketika akan menuju ke dapur pasti akan melihat isi dari ruang tengah karena tidak ada penyekat disitu, rupanya aroma kopi yang tadi pagi dicium Anna berasal dari kopi yang disajikan untuk deni entah siapa yang membuatkan kemungkinan bisa jadi mba Mita ataupun Deby, Anna belum bisa mencerna suasana pagi ini apalagi Anna pun bertanya tanya kenapa mb Mita dan Deby tidak segera membangunkan Anna setelah tau Deni datang.


“An ..” sapa ulang Deni yang membuyarkan lamunan Anna


“Em baik” sahut Anna sambil mengedarkan pandangannya kepada mba Mita dan Deby


“Duduklah An sini” ucap Deby sambil menepuk sofa kosong disebelahnya


Anna pun menuruti ucapan Deby dan segera berjalan dan duduk disebelah Deby


“An maaf kami tidak segera memberitahu kamu kalau Deni datang” ucap mb Mita dengan lembut takut Anna kecewa


Anna hanya mengangguk, Deni menatap Anna tidak berkedip, perasaan campur aduk yang Deni rasakan sekarang, senang karena kerinduan Deni melihat Anna secara langsung terobati takut ya takut Deni merasa takut penolakan dari Anna untuk bertemu Deni,


“Deni datang untuk meminta maaf An, awalnya kami menolak sempat kami berdebat cukup lama tadi, setelah mendengarkan semua penjelasan deni kami pun mengijinkan Deni masuk” ucap mb Mita


“Mba harap kamu dengarkan penjelasan Deni dulu, persoalan nanti kamu menerima atau menolak kami dukung semua keputusan kamu” ulang mba Mita


Mba mita sosok yang bijak bagi Anna , selain usia mb Mita yang terpaut diatas Anna mba Mita memang mempunyai karakter yang tenang tidak heran banyak dari teman temanya selalu minta solusi,


Anna bimbang dengan saran mba Mita satu sisi Anna merasakan sedikit rasa bahagia bisa melihat Deni kembali disisi lain hati Anna sudah menyimpan sedikit rasa kepada Rian


Anna menghelai nafas,

__ADS_1


“Den sepertinya urusan kita sudah selesai 2 tahun yang lalu, jadi tidak ada yang perlu kita bahas lagi, dua tahun sudah cukup menghapus semuanya, alangkah baiknya kita lebih fokus ke masa depan” ucap Anna mantap


Tak terasa mata Anna mengembun, berat bagi ana mengucapkan ini tapi Anna rasa keputusan Anna sudah tepat


Deni kaget mendengar ucapan Anna “An ijinkan aku berbicara ber dua saja dengan kamu cukup 15 menit tidak lebih” Deni meyakinkan Anna dan matanya penuh pengharapan


Anna bimbang setelah nanti banyak hal yang disampaikan Deni Anna bisa jatuh cinta lagi ke Deni, Anna tidak mau mengulangi kesalahan yang sama untuk ke dua kalinya, tapi melihat raut muka Deni, Anna pun akhirnya luluh juga


“Baiklah..” ucap Anna


Mb Mita dan Deby pun undur diri memberi ruang untuk dua orang yang pernah mencinta itu untuk berbicara


“An maafkan aku atas kesalahan yang dulu aku lakukan...” ucap Deni sebelum Deni melanjutkan Anna memotong ucapan Deni


“Kita sudah selesai dengan ini dan aku baik baik saja apa kamu tidak mengingatnya?” ucap Anna


Ya dua tahun yang lalu Anna sudah memaafkan atas apa yang deni lakukan kepada anna dan semua persoalan sudah selesai


Rasanya tangan Anna ingin sekali mengusap air mata Deni tapi Anna tahan Anna berusaha sekuat tenaga untuk tidak lemah


“Aku terlalu mencitai kamu An.. selama dua tahun ini ak keluar negeri, sebelum aku berangkat keluar negeri aku selesaikan hubunganku dengan Nadia, aku memutuskan pertunanganku dengan Nadia” ucap Deni sambil matanya menatap sendu mata Anna


“Cinta aku ke kamu yang memberiku kekuatan, ayahku marah an dan aku dihukum dengan dikirim ke luar negeri aku pindah study an, disana pun aku tidak bisa bebas akses media sosialku begitu pula keuanganku, sekalipun itu hasil kerja kerasku ayahku mampu mengendalikannya, sampai aku bisa menyelesaikan s2 ku ayahku baru mengembalikan semuanya, ayah masih memaksa aku untuk menikah dengan Nadia dengan berbagai upaya aku bisa lepas dari paksaan ayah, dan sekarang aku berhasil pulang ke sini an” ucap Deni panjang lebar


Berharap Anna memahami kondisinya


Anna pun terisak mendengar penjelasan Deni, secara reflek Deni meraih Anna dan mendekapnya, harum parfum Deni seperti candu bagi Anna dan Anna pun mendekap erat Deni,


“An.. apakah kamu mau menerimaku kembali?” tanya Deni


Anna terdiam sesaat dan berucap “urusan kamu dengan ayahmu bukankah belum selesai? aku takut hubungan ini gagal lagi Sen”ucap Anna

__ADS_1


“Kita berjuang bersama kamu mau kan an?” ucap Deni


“Aku akan berusaha meyakinkan ayahku agar hubungan kita direstui” tambah Deni


“Aku takut Den kalau akhirnya nanti kita berpisah, aku takut merasakan sakit lagi.. dan bagaimana hubungan kamu dengan Nadia?” tanya Anna


Deni kemudian menjelaskan ke Anna tepat sepekan deni putus dengan Anna, Deni menemui Nadia dan memutuskan pertunangannya secara baik baik seketika itu Nadia marah dan tidak terima deni berusaha memahamkan nadia dan akhirnya Nadia pun luluh, dan sekarang Nadia pun sudah pergi mengikuti ke dua orang tuanya ke salah satu negara di benua eropa dan sampai detik ini deni tidak pernah tau kabarnya lagi, itu yang membuat ayah Deni murka karena ayah Nadia adalah sahabat kecil ayahnya dan Deni berhasil merusaknya, makanya Deni dihukum dua tahun meninggalkan indonesia agar Deni tidak bisa menemui Anna lagi


“Aku akan berupaya An hmm mau kan An balik lagi dengan aku?” ucap Deni menjanjikan


Anna masih diam membisu menatap lekat mata sendu deni sungguh anna bimbang sungguh anna tidak menyukai perasaan seperti ini...


Tiba tiba kepala Anna terasa berat


“Den aku butuh waktu untuk memikirnya, aku tidak bisa menjawab sekarang maafkan aku den” ucap Anna


“Baiklah An aku tidak akan memaksakan kamu menjawab sekarang, besok aku datang lagi ya anna sayang, aku harap kamu akan memberikan jawaban yang baik” ucap Deni


Anna mengangguk dan tersenyum yang menularkan senyum juga ke Deni


Dan akhirnya mereka pun menceritakan hal hal yang mereka lalui selama mereka terpisah dua tahun ini sembari sarapan bersama tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 11 siang Deni pun undur diri ..


Sepulang Deni, Anna merebahkan tubuhnya ke tempat tidurnya.. dan berusaha memejamkan matanya untuk mengurangi rasa berat di kepalanya.. dan lama lama Anna pun tertidur


Anna sekarang sudah tidak ada mata kuliah yang diambil disemester akhir ini, Anna hanya menyisakan skripsi dan Anna ingin sesegera mungkin menyelesaikannya..


*****************


Jangan lupa vote yaaa karya perdana ku 🤗😍😍😍 terimakasih 😘


dukung terus karya perdanaku yaa 🤗🤗

__ADS_1


Salam sayang Anna♥️


__ADS_2