Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
bab 18 Cemburu Lagi


__ADS_3

Tidak terasa sudah sepekan Anna tinggal bersama Deni, sekalipun mereka tinggal satu atap mereka nyaris tidak pernah bertemu, Anna selalu mengurung diri di kamar kalau sedang dirumah keluar ketika hendak ke kampus dan itu pun pagi pagi sekali dan Anna akan pulang larut malam begitu seterusnya sampai Anna akhirnya memutuskan memberi kabar kepada papah Adi.


“Pah Anna sudah sehat terbukti  sudah tiga hari ini Anna sudah mulai mengerjakan skripsi dan bolak balik ke kampus jadi Anna mohon pah Anna mau balik lagi ke kontrakan” Anna memohon kepada papah Adi.


“Satu bulan ..cukup satu bulan An kamu tinggal disitu kalau kamu tidak menuruti perintah papah sekarang kemasi barang barangmu dan pulang kerumah papah” ucap papah Adi tegas.


Anna pun hanya bisa menelan pil pahit usaha Anna untuk keluar dari rumah Deni sia sia.


“Grrr aku harus gimana lagi biar bisa keluar dari sini” gumam Anna sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya.


Satu jam Anna bergelut dengan pikirannya tak terasa cacing cacing dalam perutnya meronta ronta ingin dikasih makan apalagi Anna merasakan dari indra penciumannya bau nasi goreng yang menggugah selera Anna pun mengendus endus mengikuti arah bau ternyata datang dari luar kamar Anna, Anna pun membuka pintu kamarnya bau nasi goreng semakin menusuk hidungnya.


Anna sangat menyukai makanan satu ini dimanapun kapanpun andalan Anna seputar nasi goreng.


Anna terus mengikuti baunya dan akhirnya tiba juga di sumbernya ada bahu lebar yang terlihat dari belakang begitu piawai yang sedang membuat nasi goreng.


Sepertinya si empunya bahu lebar tersebut sangat sibuk sampai sampai tidak menyadari ada seseorang yang memperhatikan.


“Ehhm” Anna berdehem.


Deni terperanjak kaget ternyata dibelakangnya


ada gadis cantik yang menatapnya.


“Kamu lapar sayang?” tanya deni dengan senyum merekah.


“Ehmm gak sih Cuma tadi aku agak terganggu aja sama baunya” ucap Anna menyembunyikan malunya.


“Sebentar lagi matang tunggu lah di meja, emm atau kamu mau coba cicipin dulu mau?” tanya Deni.


Dengan mata berbinar Anna pun mengangguk, memang dari dulu anna paling gak bisa nolak dengan makanan yang deni buat karena Deni memang jago masak .. tidak heran bisnis yang dia geluti juga gak jauh dari kuliner.


Akhirnya Deni pun menyajikan nasi gorengnya untuk Anna, tanpa aba aba Anna langsung menyantapnya sampai habis.


Senyum Deni terus merekah melihat tingkah gadis pujaannya makan dengan lahap, sampai sampai tidak terasa anna nambah dua kali


Setelah dirasa kenyang Anna baru menyadari kalau dia begitu terlena dengan nasi goreng buatan Deni, Anna kembali membangun tembok besar untuk Deni, Anna berdiri kemudian mebereskan piring sisa makanannya kemudian hanya berucap “terimakasih” yang ditujukan kepada Deni.


Deni hanya tersenyum melihatnya.


“Ini baru awal an aku yakin satu bulan lebih dari cukup kamu akan jatuh dalam pelukanku” gumam Deni dengan senyum diwajahnya.


Dan didalam kamar anna merutuki dirinya karena sudah bersikap lunak kepada Deni.


“Hanya karena urusan perut saja aku sudah melunak” umpatnya sambil memukul pelan perutnya.


Tiba tiba ponsel anna berdering “Rian calling” seketika mata Anna berbinar ceria karena sang pujaan hati menelfonnya kemudian anna secept kilat mengusap tanda hijau di layar ponselnya.


“Sayaaaaaaaang aku kangen”ucap Anna manja


Terdengar di seberang sana suara laki laki tertawa cukup keras tanda kebahagiaannya memuncak tak kala sang pujaan hati begitu menyayangi dirinya.


Rian lalu mengubah panggilannya ke vidio dan anna menyambutnya dengan senyum ceria.


“Aah rasa lelahku tiba tiba hilang An melihat wajahmu, pengen ketemu, kamu lagi ngapain sayangku?” ucap Rian tanpa memudarkan senyum di bibirnya.


“Aku habis makan, sini dong apa aku kesitu yaa yaaa plissss” ucap Anna yang merajuk seperti Anna kecil yang minta permen, dan kekasih hatinya hanya bisa terkekeh melihatnya.

__ADS_1


Hari ini Rian memang sangat sibuk sekali, sudah sekian kali Rian mendampingi dokter kandungan dirumah sakit tersebut untuk terlibat dalam proses operasi SC, rasa kangen Rian sudah tidak bisa dibendung lagi makanya disela sela kesibukannya dia berupaya untuk melakukan panggilan telfon dan dengan melihat wajah Anna senyum Anna suara Anna seakan Rian punya energi baru.


Pada saat rian dan anna sedang melakukan panggilan vidio tidak sengaja datang dokter Erika yang terlihat di layar ponsel Anna, dokter Erika adalah dokter kandungan patner Rian setiap ada operasi sc dan hubungan mereka dibilang cukup dekat apalagi status mereka sama sama belum menikah.. tidak heran di rumah sakit tempat mereka bekerja mereka berdua sering dijodoh jodohkan bahkan ada sebagian juga yang mereka adalah sepasang kekasih.


Ketika netra Anna menangkap sosok dokter Erika didalam layar ponselnya seketika wajah Anna terlihat masam karena dokter Erika terlihat dekat dengan Rian, dokter Erika awalnya tidak mengetahui kalau Rian sedang melakukan panggilan telfon niat dokter Erika mau mengagetkan patnernya dengan memegang pundak dokter Rian dan terlihat dokter Rian tertawa bahagia dan itu disalah artikan oleh Anna.


“Ah maaf maaf mengganggu” ucap dokter Erica meminta maaf ke pada Rian dan Anna.


“It’s ok dok” ucap Rian tanpa menanggalkan senyumnya.


Rian tidak mengetahui didepannya ada macan betina yang siap menerkamnya kapan saja, ya Anna sudah mirip macan yang siap menerkam Rian dengan amarahnya.


“Oke lanjutkan kangen kangenannya mumpung lagi break ak pamit dulu ya” ucap dokter Erika tersenyum ke Anna.


Selepas dokter Erica berlalu, Anna langsung segera mematikan panggilan vidionya dengan Rian, ada sengatan yang kuat di aliran darahnya yang menimbulkan rasa cemburu.


“Ah biarkan aja rian beranggapan aku ke kanak kanakan, aku bener bener marah dia enak enakan bercanda dengan wanita cantik, sedangkan aku disini sedang berjuang aaaaaa sebel” teriak Anna.


Anna menon aktifkan panggilannya karena berniat menghukum Rian.


Ketika Anna sedang uring uringan terdengar suara ketukan dari balik pintu Anna.


“An Anna, apa boleh aku minta bantuan?” ucap Deni dari balik pintu.


“ck mau apa sih dia" gerutu Anna.


Akhirnya mau tidak mau Anna pun membuka pintu terlihat jari Deni berdarah seketika itu Anna meraih tangan Deni dan menariknya masuk ke kamar Anna, Anna lalu mengambil kotak p3k membersihkan luka Deni dan mengobatinya terakhir Anna lalu menutup lukanya dengan plester.


“Done..” sambil tersenyum puas dengan hasil kerjanya.


Tau bagaimana perasaan Deni saat ini? Jelas hati Deni penuh dengan bunga bunga.


“It’s ok emang tadi kamu lagi ngapain kok bisa bisanya jarimu berdarah Den?” tanya Anna.


Deni mendengar anna bertanya seperti itu semakin bersorak sorai hatinya.


“Emm aku sedang memotong buah” ucap Deni.


“Kenapa gak bibi aja?” tanya Anna.


“Aku pengen buat salad kesukaan kamu An” ucap deni lirih.


“Ehmm gak usah repot repot Den pesen aja gampang, selama ini aku juga selalu pesan” ucap Anna.


“ Aku seneng membuatnya sendiri An apalagi kamu menyukainya” ucap Deni dengan bubuhan senyum diwajahnya.


Deni melihat setiap sudut kamar Anna.


“Emm kamu masih suka nulis ya ternyata” ucap Deni ketika melihat sekilas laptop Anna terbuka.


“Hmm masih” ucap Anna singkat.


Terdengar suara bel dari balik pintu depan, Deni beranjak dari kamar Anna sambil berkata.


“Biar aku yang buka An” ucap Deni.


Deni lalu berjalan menuju pintu ruang tamu dan membuka pintunya, berdiri sosok bertubuh tinggi tegap didepannya dengan wajah kusut tapi sama sekali tidak mengurangi kadar ketampanannya yang tak lain adalah Rian.

__ADS_1


Ya rian setelah Anna memutuskan panggilan vidio serta menonaktifkan ponselnya, hati Rian tidak karuan, beruntung operasi saat itu cepat  selesai dan Rian tanpa ba bi bu langsung melesat ke rumah Deni, rian tau persis bagaimana kalau gadisnya itu cemburuan apapun caranya rian harus menemuinya agar anna bisa luluh.


“maaf den anna mana?”ucap rian.


“sepertinya tadi lg mau istirahat, barusan aku dari kamarnya anna membantuku mengobati lukaku ini”ucap deni sambil menunjukan lukanya deni sengaja mengatakan demikian agar rian terpancing emosi.


Tapi sebaliknya rian hanya tersenyum dan berlalu dari hadapan deni menuju kamar kekasihnya.


Anna kaget sosok kekasih hatinya berdiri didepannya andai saja dia tidak ingat sedang merajuk mungkin anna akan melompat kepelukan rian.


“mau apa kesini”ucap anna ketus.


“ehmm calon suami baru pulang cari nafkah sambutanya ketus amat”ucap rian terkekeh.


melihat tingkah kekasihnya yang bagi rian itu sangat menggemaskan.


Anna memutar bola matanya malas.


“kamu cemburu ya sayang?hmm?”tanya rian sambil mengelus pipi mulus anna.


“gak ngapain cemburu”ucap anna.


“oo jadi gak cemburu ya sudah deh aku balik lagi ya ke rumah sakit” ucap rian dengan maksud meledek.


“sana balik lagi biar bisa seneng seneng sama dokter centil itu, pantesan kamu betah disana dan selalu tersenyum terrnyata ada dokter centil”ucap anna ketus.


Seketika tawa rian pecah.


“apaan sih kenapa malah ketawa, gak liat apa aku lagi marah”ucap anna lagi.


“nah tu cemburu kan kan tapi aku suka karena cintamu besar ternyata ke aku”ucap rian sambil menarik anna jatuh kepelukannya.


“sudah gak usah marah marah lagi, dokter erika itu patnerku dari awal aku praktek disitu dan dulu waktu awal kuliah dia juga teman satu kelasku, kalau aku dan dia saling suka harusnya sejak lama, tapi kita malah mencari pasangan sendiri sendiri”ucap rian meyakinkan anna seraya tangannya mengelus kepala anna.


“kita coba saling percaya akan kekuatan cinta kita ya an seperti sekarang kalau mau jujur aku pun cemburu kamu satu rumah dengan deni, kamu tau aku hampir gila rasanya, tapi aku berusaha percaya denganmu an hati kamu Cuma ada aku dan itu terbukti kan kamu cemburu”ucap rian terkekeh sambil menatap netra anna.


Benar juga apa kata rian, saat ini cinta mereka sedang diuji dan disini mereka bukan saling melemahkan tapi justru saling menguatkan,akhirnya anna pun luluh hatinya.


“tapi kamu janji jangan terlalu intens dengan


dia cukup pas kerja gak usah bercanda bercanda”ucap anna tegas.


“siap nyonya rian aku akan berusaha sekuat tenaga menghindari bercanda dengan dokter erika” ucap rian tersenyum.


Akhirnya drama dengan judul kemarahan singa betina 16 episode itu pun tamat dengan anna yang langsung memeluk erat rian...


......................


Hai hai hai readers .. terimakasih yaa yang sudah membaca novel othor


Mohon maaf barangkali masih banyak kekurangan othor akan terus belajar lagi 🤗


Dukur terus karya perdana othor yaa dengan like komen atau vote ya 🤗♥️terimakasih


salam sayang dari Anna♥️


 

__ADS_1


 


__ADS_2