
Tak terasa sudah sebulan Anna tidak berada disamping Deni, sudah sebulan Deni pun mencari keberadaan Anna, papah mamah Anna pun bungkam dengan keberadaan Anna
Deni sampai memohon mohon kepada keduanya untuk memberitahukan keberadaan Anna tapi kedua orangtua Anna tetap tidak bergeming
Deni benar benar frustasi, apalagi kondisi Anna sedang hamil besar, Deni sangat merindukan istri tercintanya itu..
Flash back
Sebelum Deni datang untuk menyelamatkan Anna
Tangan Anna bergetar hebat ketika Dila membuka dan mengeluarkan isi kotak itu dan menunjukan beberapa lembar foto dan surat surat
Dalama foto tersebut terlihat Deni sedang memeluk mesra seorang wanita yang tak lain adalah Nadin dan difoto itu mereka sedang berada di klinik kandungan
Terlihat Dila tersenyum penuh kemenangan melihat Anna meneteskan butiran butiran bening dari matanya
" Kamu mau menipu aku kan Dil?" tanya Anna
" Aku tau kamu akan mengatakan itu, lihatlah ini "
Dila menyerahkan selembar kertas dan Anna pun kemudian membukanya dalam kertas tersebut berisikan hasil tes kehamilan dan tertulis nama suami Deni putra wibowo dan nama istri Nadia cantika
Dada Anna berdenyut nyeri sesak melihat bukti bukti yang Dila berikan ke Anna, memang mereka berhubungan dibelakang Anna tapi Anna tidak pernah berfikiran sampai sejauh ini
" Dil.. Bagaimana dengan anak mereka apakah masih hidup?" tanya Anna lirih
" Masih usianya sudah satu tahun, setahu aku anaknya diasuh opanya lebih tepatnya ayah Nadia"
__ADS_1
Dila semakin semangat menjelaskan tentang hubungan antara Nadia dan Deni
Anna semakin terisak isak, jujur hati Anna sekarang hancur berkeping keping, kenapa nasib pernikahannya seperti ini kenapa harus bertemu dengan laki laki seperti Deni
" Bagaimana denganmu Dil? Dimana anakmu?bukankah kamu juga mengandung? Walaupun aku tau itu bukan anak Deni" cecar Anna
Dilla tertawa keras
" Bukankah aku sudah bilang tadi itu anak Deni, dan Deni memanipulasi hasil DNA, dan ... Kamu tau An, Deni juga yang menyuruh aku menggugurkan kandunganku, karena apa? Karena dia berambisi ingin hidup denganmu, egois sekali Deni, dia membuang darah dagingnya sendiri demi kesenangannya"
" Lepaskan aku Dil, aku ingin hidup tenang tanpa kalian semua, aku akan fokus merawat anakku sekalipun tanpa Deni"
Anna pun melangkah pergi meninggalkan Dila
Dila pun membiarkannya karena misi Dila sudah selesai yaitu menghancurkan pernikahan Anna
Flashback off
" Dimana kamu sayang... Aku merindukan mu dan anak kita "
Deni memegangi foto Anna sambil terisak isak di atas meja kerjanya, di foto itu Anna terlihat sangat cantik memakai gamis putih dan kerudung putih dengan gaya memegangi perutnya yang membesar yaa itu foto maternity yang diambil bulan lalu
Tampak penampilan Deni sangat berantakan, Deni juga belum mengisi perutnya, terakhir dia makan pagi tadi itupun hanya sedikit, begitu juga dengan baju Deni belum mengganti jas nya dari pagi tadi
Sungguh sangat menyedihkan kisah cinta mereka sedari awal penuh dengan rintangan, mungkin Tuhan belum menghendaki mereka untuk bersatu..
...****************...
__ADS_1
Di tempat lain nampak ada seorang wanita yang sedang sibuk merangkai bunga, wanita itu terlihat sangat cantik sekalipun perutnya membuncit
Ya itu Anna, sekarang Anna berada disuatu tempat yang jauh dari kota dimana Deni tinggal, Anna berada di kota kecil, disini Anna akan memulai hidup barunya dengan anak yang akan dia lahirkan sebentar lagi
Untuk sementara Anna tinggal dengan bibi sari, bibi sari adalah sepupu dari mamah Anita dan itu pun atas persetujuan mamah Anita
Anna sudah menceritakan semuanya apa yang terjadi dengan pernikahannya, mamah Anita sangat sedih mendengar penuturan putri semata wayangnya, akan tetapi nasi sudah menjadi bubur sekarang bagaimana caranya Anna bisa bahagia itu yang ada difikiran papah Adi dan juga mamah Anita untuk menebus kesalahan yang mereka perbuat, memaksa Anna menikah atas dasar materi
Anna bekerja di toko bunga milik bibi sari, bibi sari mempunyai sebuah toko bunga kecil didekat rumahnya, bibi sari hidup seorang diri karena ditinggal mati suaminya tanpa seorang anak, dengan hadirnya Anna, bibi Sari merasa terhibur apalagi sebentar lagi akan ada seorang bayi yang akan mewarnai hari harinya
" An tolong ambilkan bibi bunga mawar yang didepan ya, bibi butuh nih kurang satu mawar lagi buketnya sudah jadi " ucap bi sari
" Baik bi " ucap Anna seraya beranjak berdiri melangkah menuju ke depan toko
Anna terkesima dengan bunga bunga yang berjejer rapih didepan,, sangat cantik dipandang dan baunya sangat harum, rupanya pagi tadi penyuplai bunga datang mengantar dan bi sari sudah menatanya, Anna merasa tak enak hati karena bi sari bekerja pagi pagi sekali dan seorang diri
Ketika Anna hendak meraih bunga mawar merah tiba tiba ada tangan yang menyentuhnya dan si pemilik tangan tersebut memanggil namanya
" Anna " ucap si pemilik tangan
Dan Anna sangat terkejut ketika tau siapa pemilik tangan tersebut
Siapakah dia??? Jreng jreng jreng
...----------------...
Jangan lupa like n komennya ya buat terus nyemangati othor nih 🤗
__ADS_1