
"Maaaaaas Raja gak ada .. Masssss" teriak Anna
Seketika itu bahu Anna merosot, serasa badannya tidak ada penyangga lagi
Deni langsung berhambur memeluk erat istrinya, Deni takut Anna kenapa kenapa
" Mass maafin aku, andai aja tadi aku tidak membiarkan Raja ke kamar sendiri" ucap Anna sambil terisak
" Sayang sudah sudah jangan khawatir, aku yakin Raja gak kenapa kenapa, kamu lupa kalau anak kita anak yang cerdas hmm" ucap Deni menenangkan istri tercintanya
Deni menghubungi pihak hotel agar segera mencari putranya
Anna dengan sisa tenaganya dibantu Deni pun mencoba mencari Raja disekitaran hotel
Ketika Anna sedang berjalan di lorong hotel terdengar ada yang memanggilnya
" Bunda "
Anna pun mengentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara
Seketika mata Anna membulat, dan langsung berlari kearah sumber suara
" Sayangg "
Anna langsung menciumi wajah ganteng putranya
" Bunda .. Bunda kenapa nangis?" ucap Raja yang akhirnya bertemu dengan Anna
" Sayang... Kamu dari mana aja, bunda nyari nyari kamu, bunda tadi masuk ke kamar tapi kamu gak ada, kamu tahu Raja bunda serasa mau pingsan sesak nafas bunda gak liat kamu disana" ucap Anna sambil terisak isak memeluk putranya
" Maafin Raja ya bun, Raja gak pamit sama bunda, Raja tadi bertemu dengan om ini dan main juga sama om ini bun " ucap Raja sembari menunjuk pria yang tadi datang bersama Raja
Anna dari tadi tidak begitu memperhatikan dengan siapa Raja datang, setelah mengetahui dengan siapa Raja datang, Anna membulatkan matanya
__ADS_1
" Rian..." seru Anna
walaupun penampilan Rian sekarang berbeda tidak membuat Anna melupakan wajah tampan Rian
" Hai An" sapa Rian
Anna berdiri dan menatap pria yang sudah pernah mengisi hatinya dulu
Rian kini terlihat berbeda selain karena usia yang sudah bertambah juga Rian terlihat lebih atletis
" An maaf aku tidak tau kalau Raja adalah putramu, aku mengenalnya tadi pada saat acara pernikahan Deby, kami sempat ngobrol ngobrol, akan tetapi aku tidak tau kalau dia anakmu, dan kami tadi tidak sengaja bertemu di lift, Raja bilang bosan akhirnya aku mengajaknya bermain" jelas Rian
" Oh syukurlah, aku takut Raja kenapa kenapa, terimakasih Rian, sudah menjaga putraku" ucap Anna
" Terimakasih juga sudah menjaga putraku " ucap Deni yang tiba tiba hadir ditengah Anna dan Rian
Deni mendekat dan mengulurkan tanganya
Rian menyambut uluran tangan dari suami Anna itu
" I'm fine, kamu gimana Den? Long time no see makin keren aja " ucap Rian sambil tersenyum hangat
" Baik.. Terimakasih pujiannya pak dokter, o ya sebagai ucapan terimakasih ayok kita minum di cafe depan?" ajak Deni
" No.. Thank's Den... Aku sedang menunggu istriku, nanti kalau ketemu lagi kamu harus traktir aku ya" ucap Rian
" Deg..."
Manik mata Anna menatap lekat wajah Rian
" syukurlah Rian akhirnya bisa melupakanku, hah apa sih aku pede banget mana ada orang yang susah melupakan wanita seperti aku, lagian aku juga sudah bersuami" batin Anna
" waah pak dokter sudah menikah ya.. Kok kita gak diundang?" tanya Deni mewakili keiingintahuan Anna
__ADS_1
" Hahaha maaf .. Karena terlalu singkat hanya keluarga dan kerabat yang di negara yang aku tinggali sekarang yang kami undang, minta doanya aja ya biar pernikahan kami seperti kalian, harmonis" ucap Rian tetap dengan senyum yang masih melekat di wajahnya
" Tampan"
Yah masih terlihat tampan sekalipun umur sudah bertambah, daan semakin berkharisma
" Beruntung istrinya, pasti mendapatkan penuh cinta dari Rian" batin Anna kembali
" Selamat Rian atas pernikahan kalian" ucap Anna sambil tersenyum hangat
" Makasih An " Rian menyambut dengan senyum hangat
" Oke, aku pamit dulu ya, maaf aku sudah bikin kehebohan, boy om pamit dulu ya" ucap Rian
" Oh oke om lain kali main kerumah Raja ya, kan om temennya ayah dan bunda" ajak Raja yang rupanya sudah sangat nyaman dengan Rian
" Oke boy.. Bye Anna Deni" ucap Rian pamit
Anna menatap punggung Rian
" Sayang yuk balik ke kamar sepertinya Raja sudah mengantuk" Ajak Deni
Disambut anggukan Anna
Dan mereka pun melepaskan lelahnya malam ini karena seharian mereka kurang istirahat ditambah ada sedikit insiden menambah semakin lelah tubuh mereka
Di kamar yang berbeda di hotel yang sama
" An... Kamu masih belum berubah, masih cantik sekalipun usia sudah bertambah, sekalipun aku berusaha melupakanmu tapi nyatanya sesulit ini melupakan kamu An" gumam Rian lirih
...****************...
Jangan lupa like n komennya yaa buat othor🤗
__ADS_1