Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
bab 9 Penyelamat Anna


__ADS_3

################################


Sebelum baca yuuk vote dulu karya perdanaku 🤗😍 dengan vote secara tidak langsung mendukung karya anak bangsa 😍


 


#################################


“ Brughhhhhhh” terdengar pintu didobrak dan terdengar pula teriakan suara laki laki yang Anna kenal betul siapa pemiliknya, Anna pun segera keluar menemui si pemilik suara dan tepat dugaan Anna mas Dani datang dengan muka memerah mata yang penuh kebencian.


“An dimana Nia, jangan sampai aku bertindak kasar padamu” ujar mas Dani dengan menunjuk muka Anna dari jarak cukup dekat


Anna dengan tenang mencoba untuk meredakan emosi mas Dani.


“Sabar mas sabar... ada apa ini aku masih belum paham kenapa mas bisa semarah ini” ucap Anna.


“Alah kamu gak usah sok nutup nutupi aku tahu pasti kamu juga salah satu yang mempengaruhi Nia supaya memutuskan aku benar kan?” ujar mas Dani dengan raut muka yang menakutkan bagi Anna dan dengan mendorong bahu Anna.


Yaa ternyata Nia sudah mengambil keputusan untuk menyudahi hubungannya dengan mas Dani, sudah beberapa hari ini Anna jarang bertemu Nia, karena Anna terlalu sibuk dengan urusannya dan melupakan teman baiknya sedang tidak baik baik saja, terakhir Nia curhat terkait mas Dani dan anna pun mendukung apapun keputusan Nia.


“Maaf mas Nia sudah dewasa dia berhak menentukan sendiri keputusannya, apapun keputusannya saya sebagai sahabatnya mendukung Nia dan mas Dani juga harus menghormatinya ” ucap Anna tegas.


Dani mulai tersulut emosi dan nyaris saja menampar wajah Anna akan tetapi tiba tiba ada tangan kekar yang menghadang tangan Dani ketika hendak menampar Anna.


“Apakah ini yang dinamakan lelaki? Ketika marah langsung main fisik? Aku tidak tau apa masalah kalian tapi yang jelas tidak dibenarkan laki laki sampai menampar perempuan ini bisa dipidanakan lho” jawab laki laki yang tak lain adalah Rian.


marah Dani mereda, dia menatap tajam Anna,


“An aku mohon aku sudah frustasi banget nyari Nia, kemarin dia datang ke rumahku dan tanpa basa basi dia langsung minta putus saat itu aku bingung hanya bisa diam dan Nia langsung pergi begitu saja aku hubungi ponselnya mati aku gak tau haru nyari kemana lagi aku takut kerumahnya barangkali ibunya curiga kepadaku An” jelas mas Dani.


Ketakutan Anna kepada mas Dani mulai sedikit hilang, tangan Anna digenggam Rian, darah Anna mulai berdesir dan tubuh Anna mulai menghangat kembali emosi Anna pun mulai stabil Anna menatap Rian dan tersenyum tipis dan Rian pun menyambut senyuman Anna sambil mengelus tangan Anna.


“Mas Dani mari kita duduk” ucap Anna sambil megajak mas Dani duduk di ruang tengah

__ADS_1


Setelah mas Dani duduk Anna pun mengambilkan air putih hangat didapur.


“Minumlah mas semoga ini bisa meredakan emosimu” ucap Anna sambil menyodorkan air ke arah mas Dani.


Dan mas Dani pun menerima air tersebut dan meneguknya sampai tandas.


“Terimakasih An” ucap mas Dani sambil meletakan gelas kosong di meja samping shofa tempat dia duduk.


“Sama2 mas” ucap Anna.


“Mas Dani sudah tenang?” ulang Anna


Dani mengangguk.


“Maaf mas sebelumnya saya disini bukan berarti mau ikut campur akan tetapi aku pengen kalian lekas menyelesaikan masalah ini” ucap Anna.


“Mas apakah kamu masih mencintai Nia?” tanya Anna.


“Yang aku lihat tidak mas, kamu tidak mencintai Nia tapi kamu hanya terobsesi kepada Nia” ucap Anna.


Rian yang sedari tadi duduk di sebelah Anna mengelus tangan anna Rian takut ucapan Anna memancing kembali emosi Dani.


“ Maksudmu An? Aku tidak mencintai Nia?” ucap Dani dengan nada meninggi.


“Ya mas... kalo kamu cinta kamu tidak akan menyakiti Nia, dan setiap ada masalah kamu juga tidak akan selalu menyalahkan Nia dan tidak akan berbuat kasar sama Nia, mas  wanita itu rapuh dengan bentakan saja sudah bisa mematahkan hatinya apalagi dikasari mas, beruntunglah kamu mas, Nia mempunyai hati yang lapang tidak membencimu dia hanya ingin lepas saja darimu” jelas Anna.


Seketika penjelasan Anna membuat Dani frustasi dia meraup mukanya dengan kedua tangannya secara kasar.


Dani berusaha menahan amarah dan mencerna apa yang Anna jelaskan, Dani terdiam cukup lama dan berucap.


“Maaf An atas perilakuku barusan, terimakasih atas penjelasannya akan aku fikirkan penjelasan kamu barusan” ucap Dani melemah.


“Tunggu saja mas .. Nia juga butuh waktu untuk bertemu kamu kembali, insyaallah dia pasti akan menemuimu dan menjelaskan semuanya aku paham betul siapa Nia, dia gadis baik takan sanggup menyakiti hati orang” jelas Anna meyakinkam Dani.

__ADS_1


Dani pun pamit kepada Anna dan Rian, Dani keluar dari kontrakan Anna dengan gontai.


Anna akhirnya membuang nafas dengan kasar tanda dia sudah lega, seketika Rian tertawa melihat tingkah Anna dan anna pun membulatkan mata menatap Rian dengan kesal.


“Jangan bikin aku kesal dua kali ya Rian” ucap Anna sambil monyongin bibirnya.


"Jangan pasang muka seperti itu An, takut aku khilaf” ucap Rian terkekeh.


“Naaf Rian dan terimakasih kamu sudah menyelamatkan wajah cantikku” canda Anna sambil terkekeh.


“Hampir saja mukaku pake blush on alami” ulang Anna lagi.


Rian terkekeh dengan candaan Anna.


“Oh ya ada apa nih tiba tiba kesini” tanya Anna.


“Gak papa bete aja di rumah pengen liat muka yang gemesin” rayu Rian.


Dan Anna pun tertawa memang Rian paling pintar merubah mood orang dan slalu memberikan kenyamanan buat Anna.


“Keluar yuk An.. kita jalan jalan biar balikin mood lagian di kontrakan sepi ga ada orang” ucap Rian.


Anna pun baru menyadari ternyata teman temannya sedang tidak dirumah siang ini aah untung aja ada Rian yang menengahi amarah Dani, gak habis fikir kalau tadi Rian gak ada seketika Anna bergidik ngeri.


Akhirnya Anna pun menerima ajakan Rian untuk jalan jalan melepaskan penat melewatkan siang hari yang cukup melelahkan bagi Anna.


“Terima kasih Rian.. kamu memang penyelamatku” gumam Anna tanpa didengar Rian.


Jangan lupa like and komen yaa 🤗


Salam sayang Anna♥️


 

__ADS_1


__ADS_2