
Tak terasa sudah dua hari Deni belum menunjukan tanda tanda kesadarannya, sudah dua hari juga Anna selalu setia berada disamping suaminya, membersihkan tubuh Deni, membacakan buku, ataupun menceritakan apa saja yang Anna lalui selama tanpa Deni, dan seandainya Deni mendengarkan apa yang diungkapkan Anna mungki Deni akan teramat sangat bahagia karena Anna mengungkapkan isi hati Anna terdalam untuk suaminya itu
"Mas bangun mas.. Sebentar lagi kita akan punya anak, anak kita butuh kamu mas " ..
Anna membelai lembut wajah suaminya itu, tanpa terasa bulir bulir bening jatuh dari sudut mata Anna
Deni merasakan ada isakan tangis seorang wanita
" An .. Apakah itu suara tangisanmu sayang? Kenapa kamu nangis sayang..An Anna" Deni bermonolog
Dan pelan pelan Deni membuka matanya, benar apa yang dirasakan Deni, tepat dihadapan dia, ada seorang wanita yang selama ini singgah direlung hati terdalam Deni, seseorang yang merubah hidup Deni
Anna mengerjapkan matanya, menetralkan kesadarannya karena terlalu lama menangis Anna merasa berhalusinasi Deni membuka mata
" Sayang.. Anna " ucap Deni lirih tangannya pun menggapai wajah ayu Anna
" Mas.. Kamu sudah sadar? Mas.. Sebentar mas aku panggil dokter dulu ya
Anna pun beranjak menekam tombol nurse disisi bed milik Deni
Tidak selang berapa lama dokter pun datang dan memeriksa kondisi Deni dengan intens
" Alhamdulilah bu pak Deni sudah 100% sadar, saya sarankan bapak jangan terlalu banyak pikiran dulu, saya heran padahal beban kerja pak Deni itu berat y tapi beliau tidak pernah seperti ini " ucap dokter dengan segala tanda tanya
Anna dan Deni saling tatap dan tersenyum, selepas dokter pergi Anna pun mendudukan dirinya disebelah hospital bed milik Deni, dengan tidak melepaskan tangannya yang bertaut dengan tangan Deni
" Sayang gimana kabarnya ?"
__ADS_1
Mereka berdua serempak mengucapkan hal sama dan sama juga tersenyum, terlihat kecanggungan diantara mereka mengingat masalah yang mereka hadapi kemarin
" Kamu dulu sayang pengin nanya apa" ucap Deni dengan tanpa melepaskan tatapan intens nya kepada Anna yang membuat Anna semakin canggung dengan suaminya
" Kamu sudah enakan hmm? Mas jangan banyak pikiran ya, aku sudah ada disini dengan anak kita, Ayah harus sehat ya yah biar bisa menemani bunda dan menyambut dede lahir " ucap Anna sambil menirukan suara anak kecil
Deni melihatnya semakin gemas dibuatnya,
" Sayang jangan menggodaku, aku masih lemah dan juga masih dirumah sakit, tunggu dirumah ya sayang" ucap deni sembari membelai wajah Anna
" Apaan sih mas, " ucap Anna
Ucapan Deni membuat wajah Anna merona
" Ehmm sepertinya kehadiran mamah dilupakan ya" suara mamah anita memecahkan keromantisan mereka
" Mamah " ucap mereka serempak
" Gimana Den apa yang kamu rasakan hmm?" tanya mamah Anita
" Alhamdulilah mah Deni merasa sudah sehat 100% Deni harap hari ini boleh pulang "
" Kamu itu kemarin bikin kita jantungan sekarang malah seperti itu, tapi syukur lah mamah ikut seneng kamu sudah sehat kembali,"
" O ya An, mamah pulang dulu ya, sebentar lagi bibi Sari mau jemput mamah dan langsung pulang kerumahnya karena sudah 2 hari toko tutup, kamu gak papa kan mamah tinggal? Kamu butuh apa An? Nanti mamah suruh pak aji bawakan kebutuhab kamu sama Deni" tanya mamah Anita
" Iya mah gak papa, Anna disini aja sama mas Deni, nanti Anna kirim pesan aja ke mamah apa yang Anna butuhkan ya mah, mah terimakasih ya sudah menemani Anna" Anna bangun dari duduknya dan memeluk erat mamah Anita
__ADS_1
" Iya sayang ini sudah kewajiban kami sebagai orangtua kalian, bahagia kalian bahagia mamah, mamah pulang dulu ya"
Anna dan Deni mengangguk
...****************...
Selepas mamah Anita pergi, tidak henti hentinya mereka melepas rindu, mulai dari bercerita mencurahkan rasa dan asa, serta peluk cium tak henti dari mereka
" Aah kapan sih aku boleh pulang" ucap Deni merasa bosan di rumah sakit karena merasa tidak leluasa berdekatan dengan Anna
Deni merasa semakin mencintai Anna, Anna terlihat begitu cantik dimata Deni sekalipun dengan perutnya yang semakin membesar
" Sabar mas.. Mas kan baru beberapa jam siuman, aku juga gak akan mengijinkan mas pulang dulu, gimana rasanya kemarin aku stres melihat mas gak sadar" Anna terlihat sedih mengingat kejadian kemarin
" Sayang sayang.. Liat aku, aku gak akan seperti itu lagi sayang, maafkan aku ya sudah membuat kamu khawatir, selama kamu dan anak kita berada disisiku Aku sehat An hmm" Deni memeluk erat Anna Anna pun menyambut pelukan mesra suaminya
" Sayang kamu kan tadi bilang selama aku tidak sadar kamu yang membersihkan tubuh ku? Kenapa sayang?"
" Iya lah enak aja kalau perawat perawat cantik itu melihat tubuh mu mas " ucap Anna sambil mencibirkan bibirnya
Deni gemas sekali melihatnya, Deni menangkup wajah Anna dan mengecup bibir Anna
" Mandikan aku sekarang sayang" goda Deni
" maaaaaassssssss kamu mesum, baru aja sadar sudah mesum " teriak Anna
tak henti hentinya mereka bercanda bermesraan layaknya seorang penganti baru..
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa like n komennya yaa apalah othor tanpa like n komen readers 🤗