
Pagi ini Anna sudah bergelut dengan tumpukan buku buku yang menjadi referensi Anna dalam membuat skripsi, Anna berusaha semaksimal mungkin ikut pendadaran bulan depan.
“Huft .. akhirnya selesai juga maju satu kali lagi done” gumam Anna sambil tersenyum sumringah.
Anna merasa lelah karena dari jam dua dini hari sudah berkutat dengan skripsinya, diliriknya jam menunjukan pukul 8 pagi dan Anna belum sarapan.
“Tumben si Deni gak ajak aku sarapan” gumam Anna lagi.
Anna pun melangkahkan kakinya untuk keluar kamar, merasa cacing cacing diperutnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.
Kamar Anna letaknya bersebelahan dengan kamar Deni sehingga aktivitas didalam sana nyaris terdengar kalau berada di posisi depan kamar, dan Anna tidak sengaja mendengar suara yang tidak asing, ya suara perempuan yang Anna sering mendengarnya.
“Hmm suara siapa ya” sejenak Anna berhenti mendengarkan sejenak Anna berfikir.
Tapi sepertinya yang Anna dengar dari luar si perempuan hendak melakukan hal gila secara spontan Anna merangsek masuk kamar Deni daaaaaaaan.
Mata Anna membola dan Anna langsung membekap mulutnya sendiri karena disuguhkah pemandangan didepannya.
“Uppss maaf s s s sungguh aku gak berrmaksud .. aah maaf maaf” Anna berkata terbata bata dan sulit untuk menjelaskan seketika itu Anna langsung menutup pintu Deni dan berlari masuk kamarnya dan menguncinya.
Anna dalam sekejap sudah berdiri dibelakang pintu kamarnya dengan tangan yang ditempelkan didadanya untuk menetralkan jantungnya karena kaget tadi
Akal Anna masih belum bisa berfikir karena terlalu kaget.
Ya bagaimana Anna gak kaget indra penglihatan anna disuguhkan oleh adegan ciuman panas antara si empunya kamar dengan seorang gadis yang sangat sangat Anna kenal ya dia Dila.. Anna masih mencerna kenapa dila?? Ada apa kok bisa Dila itu pertanyaan yang saat ini menari nari di fikiran Anna.
Anna tersentak ketika seseorang mengetuk pintunya, sejenak Anna diam mengatur deru nafasnya.
“Huft tenang tenang” gumam Anna sambil membuka pintu.
Tampak laki laki berdiri dihadapan Anna yaitu laki laki yang dulu pernah mengisi relung hati Anna yang paling dalam.
“An aku.. kamu harus dengar penjelasanku dulu an” ucap Deni panik.
__ADS_1
“Apa yang harus kamu jelaskan Den? Sepertinya aku gak butuh penjelasan kamu, i’m fine dan itu urusan kamu bukan urusanku” ucap Anna datar.
“An aku gak cinta sama Dila, Dila memang perempuan murahan dan tidak tahu malu dia sudah lama mengejar ngejar aku, tapi aku gak pernah meladeni dia, aku gak tau kalau pagi ini dia datang menggoda aku dan...”ucap Deni dan Deni tidak melanjutkan kata katanya lagi Deni hanya menatap netra Anna.
Anna tersenyum “Dan kamu tergoda?” tanya Anna.
“An bukan begitu aku gak cinta dia an percaya sama aku” ucap Deni.
“Bohong An, Deni sudah luruh kepadaku ini kalo ke dua kita berciuman bahkan kita sudah melakukan hal lebih dalam lagi” ucap Dila yang tiba tiba muncul dari kamar Deni dengan senyum sinisnya.
“Sial diam kamu Dila.. kamu sudah menjebak aku keluar kamu dari rumahku” ucap Deni dengan nada tinggi.
“Apa kurangnya aku den dibanding perempuan sialan ini” ucap Dila tidak kalah tinggi suaranya
Anna kaget mendengar dila mengatai teman dekatnya seperti itu.
“Apa maksud perkataanmu Dil?” tanya Anna.
“Ya kamu sialan Anna, aku sial dekat kamu aku sial berteman dengan aku slalu berharap kamu menghilang” ucap Dila penuh amarah.
“Kamu tau An aku selama ini berpura pura peduli sama kamu, karena kamu tau? tujuannya adalah Deni, aku jatuh cinta sama Deni sejak awal kamu mengenalkannya kepadaku, makin sering melihat dia aku semakin cinta, aku sakit hati setelah dengar dia sudah bertunangan dan kamu tau aku putuskan Pram setelah tau kamu dan Deni putus, ternyata doaku dikabulkan, karena setiap hari aku selalu berdoa kamu dan Deni putus” ucap Dila, dan Dila tersenyum sinis.
Seketika badan Anna terasa lemas energi Anna seperti habis mendengar penuturan Dila, Anna masih seperti mimpi melihat gadis yang didepannya itu adalah Dila.
“Tapi.. bukannya pada saat aku putus dengan Deni kamu menangis kan?aku kira waktu itu kamu tulus Dil” ucap Anna lirih.
“Hahah bodoh banget kamu anna, sia sia aja ip kamu sampai 3,5 tapi kamu tidak paham mana orang yang tulus atau yang pura pura, pantas saja Deni sukses membohongi kamu selama 2 tahun, waktu itu aku menangis bukan karena iba kepadamu tapi karena Deni sudah bertunangan” ucap Dila.
“Dila cukup keluar kamu dari sini dan jangan pernah menampakan diri lagi dihadapanku” ucap Deni.
“Sayang kamu gak bisa gini, kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan kepadaku” ucap Dila manja.
“Apa maksudmu?” tanya Deni.
__ADS_1
“Kamu gak inget hah? Aku datang bukan pagi ini tapi dari semalam dan semalam kita sudah memadu kasih Den” ucap Dila.
“Ish ..dasar pil sialan kenapa aku harus meminum itu semalam” gumam Deni sambil mengingat ingat kejadian semalam.
Ya semalam deni merasa berat banget kepalanya dan dia tidak bisa tidur yang pada akhirnya Deni pun minum obat tidur, tidak kira kira sampai 2 butir langsung sekali minum , makanya Deni benar benar tidak mengingat apa yang terjadi semalam dan setelah pagi yang Deni liat ada gadis manis berambut hitam sebahu sedang menatapnya intens disamping dia tidur, gadis itu membelai belai deni dan Deni berusaha untuk tersadar dengan mengerjap ngerjapkan matanya dan seketika itu Deni melompat dari tempat tidurnya karena tau siapa gadis yang didepannya, mereka pun adu mulut dan berakhir Dila mencium bibir Deni, dan saat itu Anna melihatnya.
“Aah kepalaku berat banget” ucap Deni mengaduh.
Dila kemudian mendekati Deni dan hendak memapahnya namun ditepis oleh Deni.
“An antar aku ke ke rumah sakit ya” ucap Deni.
Anna masih syok dengan kejadian ini sehingga Anna tidak mendengar ucapan Deni.
“An aku mohon antar aku kerumah sakit” ulang Deni.
“Ah.. ada Dila den kamu bisa minta bantuan dia” maaf aku ga bisa antar” ucap Anna.
Anna masih menatap lekat Dila dan tiba tiba Deni jatuh pingsan, terlihat Dila begitu panik dan berteriak.
“Anna aku mohon tolongin Deni ayo kita bawa Deni ke rumah sakit” ucap Dila panik.
Anna hanya bisa meng iyakan karena Anna benar benar bingung dengan keadaan ini fikiran Anna masih belum bisa mencerna sempurna.
Anna akhirnya membawa Deni kerumah sakit, Anna melajukan mobilnya kencang nampak di kursi belakang Dila masih memeluk Deni dengan menangis tersedu sedu.
“Gila aku bener bener gak yakin itu Dila” gumam Anna ..
*******
Terimakasikasih yaaa yang sudah like n vote novelku 🤗
Dukung terus karya othor yaa dengan like komen dan vote yaa😍
__ADS_1
Salam sayang dari Anna♥️