
" Tuk ..tu.. Tuk " terdengar Deni mengetuk ngetuk meja kerjanya
" ceklek.." pintu ruang kerja Deni siang hari ini dibuka oleh sosok wanita yang sangat dia benci selama ini
Terlihat senyum manis menggoda tercetak di wajah cantiknya
" Hai Den gimana kabarnya? Ups. Maksudku kabar setelah ditinggal Anna " wanita itu terlihat bahagia sekali dengan nasib percintaan Deni yang kandas saat ini
" Ck.. Aku heran kenapa petugas keamanan bisa meloloskan wanita ular seperti kamu kesini " Deni meraih telfon yang bertengger di meja kerjanya
" Pak keruangan saya sekarang" Titah Deni
wanita itu kemudian menarik kursi yang berada didepan Deni dan menjatuhkan bokongnya
" Gak usah galak galak Den, niat aku datang kesini baik lho.. " ucap wanita itu sambil menyeringai
" Gak usah basa basi, apa yang kamu mau?" jawab Deni ketus
" Oke.. Aku akan menyerahkan semua bukti yang mengarah pada kebenaran, asal kamu mentransfer sejumlah uang, aku sekarang sedang membutuhkan uang " jelas wanita itu yang tak lain adalah Dila
Dila sekarang sudah berubah sejak bertemu kembali dengan Andi, rasa sakit Andi kepada Dila yang sudah Dila toreh membuat Andi menjadi menfaatkan Dila sekarang, entahlah apa yang dirasakan Andi sekarang dengan Dila yang jelas Dila sudah menggantungkan hidupnya kepada Andi, Andilah laki laki yang megancam Dila untuk menggugurkan kandungan dengan dalih untuk kebahagian Dila dan Dila pun menurutinya dengan patuh asal andi benar benar tidak meninggalkannya
Untuk perasaan Dila kepada Deni? Perasaan Dila masih belum berubah terhadap Deni, akan tetapi kebenciannya lebih besar dibandingkan rasa sukanya terhadap Deni dan hal inilah yang dimanfaatkan Andi, Andi setiap hari menjejali Dila kebencian, dan mencuci otak Dila bahwa keputusan Dila menggugurkan kandungan itu semua salah Deni
Deni tersenyum mengejek
" Niat jadi penjahat kok gak total "
" Aku gak akan kasih uang barang sepeserpun kepadamu Dil " ucap Deni ketus
" Hahahah kamu lupa Den nasib masa depanmu ada padaku, apa kamu gak pengen apa balikan sama Anna?" ucap Dila dengan tawanya
" Itu urusanku enyahlah dari hadapanku, muak aku selalu berurusan dengan wanita ular seperti kamu " ucap Deni nyalang
" Oke aku akan pergi, tapi kamu pasti akan menyesalinya karena kamu menyia nyiakan bukti ini " Dila segera beranjak keluar ruangan Deni dijawab dengan cibiran Deni
selepas Dila pergi, Deni memikirkan kata kata Dila tadi,
" Apa benar Dila punya bukti itu "
......................
__ADS_1
Disaat Deni sedang disibukan dengan mencaru solusi untuk bisa kembali dengan Anna
Anna sibuk dengan kebahagiaannya sekarang karena setiap hari Anna terus menerus mendapat perhatian berlebih dari Rian
Setiap hari Rian slalu ada untuk Anna dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi Rian selalu siaga,
Seperti siang hari ini Rian mengantar anna memeriksakan kandungan Anna
" Alhamdulilah bayi dalam kandungan ibu Anna sehat, jenis kelaminnya... " dokter obgyn tidak meneruskan kalimatnya karena Anna langsung memotong
" Maaf dok jangan sekarang, saya pengen alami saja biar ada sensasinya" ucap Anna tersenyum simpul
" Oh oke baiklah bu Anna yang jelas bayinya sehat, insyaallah 2 pekan lagi jatuh HPL ( hari perkiraan lahir) ibu jangan stress ya banyakin aktivitas jangan rebahan terus, ketika ibu sering beraktivitas akan memudahkan ibu untuk persalinan secara normal " jelas dokter obgyn
Anna melirik Rian disambut senyuman Rian
Hal itu karena setiap hari Anna tidak diijinkan Rian untuk beraktivitas semua urusan toko Rian yang mengerjakan sebelum Rian praktek dan selepas praktek
Dokter obgyn menangkap sinyal diantara keduanya, karena yang dokter tahu keduanya adalah pasangan suami istri
" Pak .. Biarkan istrinya melakukan sesuatu, jangan dikekang ya pak, umumnya ibu hamil lekas bosan kalau serba dilarang, asal aktivitas itu tidak membahayakan biarkan saja, dan jangan lupa sering seringlah berhubungan suami istri agar memudahkan lahiran " ucap dokter obgyn dengan menampilkan senyumannya
Seketika wajah Anna dan Rian merona dan menahan senyumnya, Anna semakin salah tingkah saat Rian melirik Anna
" pergi pergi kamu pikiran kotor" batin ke duanya
" Ini bukan hal yang tabu ya bu pak, apalagi baut pasangan suami istri, baik mungkin itu saja, jangan lupa vitaminnya diminum ya bu"
Akhirnya Anna dan Rian pun beranjak keluar ruangan dokter setelah mengucapkan terimakasih
Karena dirasa sudah melebihi jam makan siang, perut Anna sudah sangat kelaparan,
" Rian boleh kita makan dulu" tanya Anna
" Boleh dong tadi aku juga ada niat ngajak kamu makan, bumil harus makan yang banyak ya, kamu pengen makan apa hmm?" tanya Rian
Seketika wajah Anna merona, Anna membayangkan situasi seperti ini adalah obrolan antar suami dan istri
" Kenapa gak dijawab hmm?"
" Ah terserah kamu saja Rian, kan kamu yang traktir " ucap Anna sekenanya
__ADS_1
Rian tertawa terbahak bahak mendengar jawaban Anna, Anna terlihat sangat menggemaskan, kalau saja posisi Anna adalah istrinya sudah Rian terkam sekarang juga
" Sabar... Sabar Rian tahan.. Dia istri orang " batin Rian
Akhirnya mereka makan di salah satu restoran padang, Rian tahu betul kalau Anna sangat menyukai masakan padang
Terlihat diatas meja berjejer lauk sangat banyak khas resto padang, perut Anna semakin keroncongan karena aroma masakan yang menguar,
" Makan yang banyak ya bumil " ucap Rian
Dijawab anggukan oleh Anna
Anna pun makan dengan lahapnya tanpa malu malu dihadapan Rian, karena kondisi perutnya yang terlampau lapar
Rian semakin gemas dibuatnya, tanpa Anna sadari mata Rian tak lepas memandangi tingkah Anna
Sambil sesekali tersenyum membayangkan kalau wanita hamil didepannya ini adalah istrinya
Sementara itu Deni dengan geram menatap layar ponselnya karena melihat kemesraan Anna dan Rian
Deni meradang ketika Rian masuk kedalam ruang periksa dan dilanjut dengan mengajak Anna makan mereka lebih terlihat seperti sepasang suami istri
Sungguh sesak dada Deni melihatnya, akan tetapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa,
" Tunggu sedikit lagi An aku akan datang dan kita akan bersama lagi dengan buah cinta kita " ucap Deni lirih sambil mengelus elus layar ponsel yang menampilkan wajah Anna disana
Tiba tiba ponsel Deni berdering
" Pak saya sudah punya buktinya sekarang" terdengar seseorang diseberang sana menginformasikan seseuatu kepada Deni dan disambut dengan derai tawa Deni
" Kerja bagus lanjutkan, malam nanti datanglah kerumah, aku kasih bonus lebih" ucap Deni kepada laki laki diseberang sana
Deni kemudian menutup panggilannya dan bergumam
" Aku pastikan dalam waktu dekat kamu akan kembali kepadaku sayang, ini adalah buah dari kesabaranku " sembari memutar kursi kerjanya
...****************...
Hai reader jangan lupa like n komennya yaa
Like n komen reader adalah semangat othor
__ADS_1
tanpa reader apalah jadinya othor ini 🤗💖