Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
Bab 24 Rencana


__ADS_3

Sudah sepekan Deni dirawat dirumah sakit dan hari ini Deni sudah diizinkan dokter untuk pulang dan dengan setia Dila mendampingi Deni sekalipun Deni selalu menepis tangan Dila ketika hendak membantu deni mengemas pakaian.


Setiap hari pula Anna tetap menjenguk Deni sekalipun disamping Deni ada Dila, itu semata mata karena permintaan papah Indra juga papah Adi, dan Anna pun tidak keberatan karena kesempatan Anna cuci mata liat kharisma pujaan hatinya.


Deni paham betul niat Anna yang tidak tulus untuk menemani Deni di rumah sakit, Deni jg paham maksud anna ke rumah sakit tujuannya untuk Rian bukan untuk dirinya.


“Ehm .. An sini” panggil Deni ke Anna.


“Apa... kamu butuh sesuatu?” tanya Anna.


“Ya aku membutuhkan pertolonganmu” ucap Deni


“Kamu butuh apa?bukannya disitu ada Dila calon istrimu” ucap Anna terkekeh


Pipi Dila merona mendengar ucapan Anna


“Anna .. sekali lagi kamu ngomong seperti itu aku cium kamu” ucap Deni serius.


“Ya ya ya okelah kamu butuh apa?aku bantu yang penting gak dicium kamu.. soalnya bekas orang ogah aku” ledek Anna.


Dila tersenyum tipis.


Deni pun juga bereaksi sama dengan Dila.


Akhirnya Anna pun  mendekati Deni.


“Apa yang kamu butuhkan?” ucap Anna setelah mendekat ke Deni.


Deni membisikan ke Anna “aku mau mandi tolong bantu aku mandi aku masih lemas”


Seketika mata Anna membulat.


“Dasar mesuuuuum” jerit Anna.


Dan seketika itu pula tawa Deni pecah.


“Gila kamu mesuuuum”anna masih berteriak menjauh dari deni.


Deni masih memegang perutnya karena menahan tawa.


Dila hanya terdiam meliat dua orang yang sama sama sedang menikmati tawanya.


“Ehm” akhirnya anna mencoba menghentikan tawanya.


“Kamu tunggu aku bikin perhitungan nanti” ucap Anna sambil mencebik.


“Haha aku tunggu sampai kamu menjadi istriku an, puas banget aku” ucap Deni.


Mungkin Deni merasa ucapan Deni biasa saja karena memang tujuan Deni ingin menikahi Anna.

__ADS_1


Tapi berbeda dengan Dila.. dada Dila berasa berdenyut mendengar kata Deni akan menjadikan Anna istri, nyaris saja matanya berembun tapi Dila berusaha menepisnya


Setelah mereka selesai berkemas akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang, tapi tidak dengan Anna, Anna berencana akan bertemu dengan Rian terlebih dahulu.


“Kalian ber dua pulanglah ada yang harus aku urus, o ya Den kamu dijemput supir papah Indra dia menunggu di depan rumah sakit kamu hubungi saja dia” ucap Anna.


“Gak bisa kamu harus ikut pulang, aku tahu kamu mau ketemu Rian kan?” tanya Deni.


“Iya, dan kamu gak bisa ngelarang aku bertemu Eian karena kamu gak ada hak atas aku Den” ucap Anna.


“Tapi aku calon suamimu” ucap Deni tegas.


“Kamu gak nyadar apa, gadis disamping kamu itu dia yang pantas jadi istri kamu bukan aku” ucap Anna.


Dila hanya bisa diam, saat ini Dila memang memutuskan untuk diam dan tidak bereaksi, dila takut apabila bersuara deni akan marah dan mengusirnya, cukup dengan diam dan tidak protes dila bisa selalu disamping Deni.


“Jangan ulangi kata kata itu lagi An” ucap Deni tegas


Tiba tiba datang pujaan hati Anna,


Tadi Rian melihat dari jauh sosok yang amat dia cintai, makanya dia memutuskan untuk men dekatinya.


“Sayang ..” sapa Rian seraya tersenyum ke Anna.


“ Aaaaa cintaku kenapa kamu bisa tau aku disini” ucap Anna dengan mata yang berbinar.


“Apaan sih Den, maaf aku gak bisa pulang, aku mau ketemu dulu sama ayank ku” ucap Anna sambil menepis tangan Deni yang hendak menariknya untuk mengajak pergi.


“Oh hai Den, maaf aku belum sempat menjenguk, sekalinya aku free ga ada praktek, gadis kecilku ini menemuiku jadi aku gak bisa menjengukmu” ucap Rian dengan nada mengejek.


“It’s oke , aku juga lebih senang kalau kamu gak njenguk aku, daripada kamu bikin aku sakit mata” ucap Deni.


Rian terkekeh mendengar ucapan Deni.


“Udah ah kami pergi dulu, kalian berdua pulang yaa oke byeee” ucap Anna sambil menarik tangan Rian menjauh dari mereka.


Seketika wajah deni terlihat datar, selain cemburu karena Anna telah pergi dengan Rian, Deni juga kesal dengan Dila yang slalu mengikuti dia.


“kamu pulanglah aku mau langsung pulang kerumah papahku” ucap Deni datar sambil berlalu.


Dila mengejar Deni dan menarik tangannya.


“Den, aku ikut please biar aku rawat kamu sampai benar benar pulih aku janji kalau kamu benar sudah pulih aku pergi, dan akan benar benar pergi kalau aku tidak hamil anakmu” ucap Dila dengan terisak


Deni menatap lekat mata Dila, jujur Deni bukan laki laki sekejam itu, dilubuk hatinya dia iba melihat Dila yang begitu gigih mengejar cintanya.


“Hufft..” Deni menghembuskan nafasnya kasar.


“Tiga hari habis itu kamu pergi dari rumahku, kamu tunggu aku disana aku akan kerumah papah indra dulu” ucap Deni sambil berlalu

__ADS_1


Mata Dila yang awalnya sendu berubah bercahaya kembali dan dia bergegas mencari taxi dan menuju rumah Deni


Deni pun akhirnya sampai dirumah papah Indra


“Pah papah papah mana bi?” tanya Deni kepada asisten rumah tangga papahnya


 Papah Indra seorang pembisnis handal tidak heran deni pun demikian karena menurun dari keahlian papahnya menjalankan bisnis, memang kediaman papah indra masih satu kota dengan deni akan tetapi sudah pasti papah indra jarang menempati karena harus keliling kota bahkan sampai keluar negeri untuk mengurus perusahaannya


“anu mas papah sedang ada tamu di taman belakang”ucap bi ina


Bi ina sudah deni anggap  seperti ibu sendiri karena deni ditinggal mamahnya sejak deni lahir, mamahnya deni meninggal karena pendarahan saat melahirkan deni, dan sejak saat itu bi inahlah yang merawat dan membesarkan deni dengan penuh kasih sayang dari bi inah, makanya deni atupun papahnya sangat menghormati bi ina,


“ah oke bi makasiiih yaa deni kebelakang dulu”sambil mengedipkan sebelah matanya ke bi ina


“halah ganjen kamu sekarang mas mas”ucap bi ina terkekeh melihat tingkah deni


Deni melihat dari kejauhan papah indra sedang berbicara serius dengan seseorang samar samar deni mendengar kata pernikahan, deni pun akhirnya mendekat, tahu ada yang mendekat papah indrapun mengakhiri percakapannya dengan seseorang yang tak lain adalah papah adi


Deni kemudian menyalami papah adi


“apa yang sedang kalian bicarakan pah?”tanya deni


“gak ada, kamu tinggal turuti saja nanti perintah papah”ucap papah indra


“pah aku serius ya jangan sampai aku dipisahkan dengan anna, apapun akan aku lakukan supaya bisa bersama anna”ucap deni tegas


“kamu akan mendapatkan anna nak deni tenang aja”ucap papah indra terkekeh


“maksud papah adi?”tanya deni


“kamu lihat tiga hari lagi bersabarlah”ucap papah indra meyakinkan deni


Deni pun hanya mengangguk


Siang itu sungguh sangat terik tapi bagi deni ini adalah siang yang menyejukan, deni sudah tidak sabar ingin mengetahui  rencana apa yang sudah dibuat oleh orang tuanya juga papah adi..


************************************************


Rencana apa yang dibuat papah adi dan papah indra ya??🤔


 


Jangan lupa like n komen nya yaa 🤩 terimakasih🤗😘


 


Salam sayang Anna♥️


 

__ADS_1


__ADS_2