
“Akhirnya selesai juga” ucap Anna setelah
beberapa hari ini Anna lembur untuk mengerjakan skripsinya yang sering tertunda akibat masalah masalah yang datang silih berganti.
Anna sengaja fokus mengerjakan skripsinya agar lekas maju ke dosen disamping itu juga anna ingin ketika pada saat menepati janji untuk camping bersama Rian, Anna sudah menyelesaikan terlebih dahulu bebannya
Beberapa hari ini juga Deni gencar menghubungi anna, dan Anna selalu menolaknya dengan alasan yang sama sedang sibuk skripsi.
Tidak berhenti sampai disitu walaupun penolakan anna terus dilakukan deni tetap datang ke kontrakan dengan membawa makanan sekalipun Anna tidak mau menemuinya.
Anna sempat luluh pada saat Deni pertama kali datang menemui Anna, tapi semakin hari semakin mantap Anna akan memberi keputusan kepada Deni.
Hati Anna sekarang memang belum seratus persen milik Rian akan tetapi Anna ak berusaha menyempurnakan perasaannya kepada Rian.
Anna belum bisa menerima deni dengan masalahnya, Anna takut dan kecewa lagi, masih teringat jelas apa yag Deni dan Nadia lakukan dulu, hanya mengingatnya saja dada Anna merasakan sakit.
Anna paham betul Deni tidak bersalah penuh, dan Anna menghargai bagaimana perjuangan Deni untuk bisa kembali kepada Anna
Tapi Anna terlalu ciut nyalinya untuk berjuang bersama Deni.
“An... Anna ada makanan lagi ni dari Deni barusan dia kesini” teriak Dila dari luar pintu Anna.
“Yaa makan aja aku belum lapar” balas Anna.
“An makanlah dulu setidaknya hargai perjuangan deni datang kesini setiap hari hanya ingin kamu makan” ucap Dila lagi.
Anna terdiam kemudian bergumam “Ah bikin repot saja Deni”.
Akhirnya Anna pun keluar kamar dan memakan makanan yang dikirim Deni.
Memang perut Anna terasa lapar karena sejak pagi Anna belum mengisi perutnya dan tentunya alasan terkuat Anna ingin segera menyelesaikan skripsinya.
Bunyi ponsel Anna berdering terlihat nama rian disana , kemudian anna pun mengusap tanda hijau itu dan terhubung dengan seseorang disana.
__ADS_1
“An... lagi ngapain? Udah makan?” tanya Rian.
“Emm baik pak dokter ni lagi makan” ucap Anna sambil mengunyah makanan yang masuk kemulut nya.
Sebenernya Anna baru tahu kemarin kalau Rian adalah seorang dokter setelah Anna menanyakan kegiatan Rian sehari hari dan Anna sangat kaget ternyata Rian adalah seorang dokter yang sukses, selama ini Anna taunya Rian masih kuliah bareng Rendi dan sibuk dengan hobby campingnya, kemungkinan Anna tidak terlalu fokus dengan cerita Rian kemarin pada saat dipantai karena mendadak bisa jatuh cinta dengan Rian secepat itu dan anna merutuki ketidak fokusan dia saat itu anna bener bener gak enak hati dengan Rian karena tidak tau siapa Rian.
“Aku kangen An” ucap Rian yang sukses membuat Anna tersedak.
“Uhuk uhuk uhuk” Anna langsung meraih air putih yang terletak tepat didepannya dan langsung diminumnya.
Rian terkekeh “itu balasan karena kamu mengabaikan aku An.. kacian cup cup minum lagi An “ tawa Rian makin pecah.
“Awas yaaa.. maafin ak ya Rian aku bener bener gak inget kalau kamu sudah memberitahu aku kalau kamu seorang dokter” ucap Anna sungguh sungguh sambil menyudahi makannya.
Rian mengubah mode panggilannya ke mode
vidio call.
Dan Anna langsung meraih hijabnya yang berada tidak jauh darinya dan kemudian menerima panggilan vidio tersebut
“Jujur aku kecewa kemarin An kalau kamu tidak tau siapa aku padahal jelas jelasan aku menceritakan ke kamu, aku menyimpulkan sendiri berarti kamu tidak tertarik denganku, akan tetapi kecewa aku memudar karena rasa cinta aku lebih besar ke kamu dibanding rasa kecewaku apalagi sekarang aku melihat wajah kamu yang imut dengan perasaan menyesal meminta maaf padaku” ucap rian sambil terbahak bahak.
Anna mencibirkan bibirnya kesal dengan godaan Rian tapi itu hanya didepan Rian beda dengan didalam hati Anna yang berbunga bunga.
Anna meresapi kata kata Rian barusan ... "Ah kenapa tuhan mendekatkan laki laki yang mempunyai pemikiran yang sama denganku ya”
Kata kata Rian barusan seperti cerminan dia dulu terhadap kesalahan Deni.. anna tidak bisa marah dengan Deni dan Anna dengan mudahnya juga memaafkan Deni sekalipun setelahnya Anna memutuskan Deni.
“Semoga aku berjodoh denganmu Rian” ucap Anna lirih.
“Ehmmm haloow aku masih didepanmu lho cantik ngapain nglamun kalo uda cinta bilang aja jangan dipendem sendiri ga baik” ledek Rian.
“Rian..” ucap Anna serius.
__ADS_1
“Apa sayang” jawab Rian.
“Aku sudah memutuskan jawaban untukmu” ucap Anna yakin.
“Jangan membuat aku berdebar debar sayang” jawab Rian cemas.
“Tapi sebelumnya sabar dulu ya Rian beri aku waktu menyelesaikan masalah yang satu ini aku janji ga lama dan dalam waktu ini aku akan memberitahukan keputusanku, sabtu insyaallah” ucap Anna.
“Asal keputusanmu menerimaku aku tunggu an” ucap Rian.
Anna menimpalinya dengan senyum merekah, dan sukses membuat hati Rian bahagia.
************
Di satu sisi dirumah Deni sedang duduk didepan kolam ikan taman rumahnya, tempat itu banyak menyimpan kenangan bersama dengan Anna dulu, Anna sering bergelayut manja sambil menceritakan yang terjadi seharian ditemani secangkir kopi racikan Deni.
Deni pun menghelai nafas panjang mengingat moment moment indah dulu dengan Anna, dia berfikir bagaimana mendapatkan cinta Anna kembali, ponsel Deni berdering ada sebuah panggilan disana.
“Den, Anna sedang dekat dengan seorang dokter muda, dia dokter anak dirumah sakit X, kalau kamu tidak segera mendapatkan cinta Anna aku jamin kamu bakal kehilangan cinta Anna selamanya” ucap pria yang ternyata suruhan Deni yang bertugas mencari informasi dengan siapa saja Anna dekat.
Deni menyugar rambutnya dan meraup kasar mukanya dia sekarang sedang kacau setelah mendengar informasi yang dia dapat.
“An.. aku sangat mencintaimu An aku tidak mau kehilangan kamu untuk ke dua kalinya apapun caranya aku harus mendapatkan hatimu lagi” ucap Deni lirih.
**********************************************
Hai hai hai readerku yang baik hati terimakasih yaa yang sudah sempatin mampir dan baca karya perdanaku.. ♥️
Jangan lupa vote yaa 😘 terimakasih
Salam cinta dari Anna ♥️♥️
__ADS_1