
Selepas sarapan, Deni langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi dan Anna pun menyiapkan semua kebutuhan suaminya, setelah dirasa sudah siap sambil menunggu Deni selesai mandi Anna pun duduk disisi ranjang didalam kamarnya dan mengambil ponselnya kemudian berselancar di media sosial,
Cekreeek
Anna menoleh ke sumber suara yang berasal dari pintu kamar mandi yang telah dibuka, terlihat suaminya keluar dari kamar mandi
“Ganteng” ucap Anna lirih yang masih terdengar Deni.
Deni terkekeh, dan mempunyai ide ingin mengusili istri tercintanya, Deni mendekati Anna, sangaaat dekat jarak antara wajah Deni dengan wajah Anna.
“Tadi kamu bilang apa sayang?” tanya Deni seraya menyapu wajah Anna.
“Apaan sih gak ada” ucap Anna beralasan dan tidak mau menatap mata Deni
Cup..
Deni mengecup bibir Anna, darah Anna berdesir dan menatap mata Deni
“ I LOVE U sayang” ucap Deni lembut
“Blushhhh”
lagi lagi wajah Anna merona untuk kesekian kalinya karena kata kata suaminya
“Aku suka kalau kamu lagi tersipu malau seperti itu sayang” goda Deni
“Ck.. kamu tuh, udahlah cepetan sana ganti baju udah siang ntar telat, uda seminggu lho kamu gak masuk kerja ntar aku mau dikasih makan apa?” ucap Anna terkekeh.
Anna sengaja mengalihkan pembicaraan karena jujur Anna masih malu dengan ke intiman mereka sekalipun mereka sudah mengenal lama.
***
Setelah menyelesaikan S2nya Deni sekarang bekerja di salah satu perusahaan papah Indra yang ada di kota pelajar ini, Deni menjabat sebagai direktur, selain bekerja di perusahaan papah Indra Deni juga masih mengurus bisnis kulinernya yang sudah dirintis sejak awal Deni kuliah.
Bisa dibayangkan seperti apa sibuknya Deni, maka dari itu Deni berfikir biar Anna tidak bosan dirumah, Deni ingin Anna melanjutkan skripsinya, selain untuk mengejar titel sarjananya, juga untuk kesibukan Anna.
Deni mendekati Anna yang masih setia duduk dinsisi ranjang milik mereka, kemudian Deni duduk dan meraih wajah Anna dan berkata
“Sayang apa kamu mau melanjutkan skripsinya?” tanya Deni kepada Anna
Seketika itu mata Anna berbinar dan menatap Deni dengan bahagia
“Mau sayang” ucap Anna dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya
“Ya sudah kamu lanjut saja skripsinya, toh tinggal sedikit lagi kan, biar kamu bisa ikut wisuda tahun ini” ucap Deni
“Benarkah??makasih sayang” ucap Anna sambil mengecup pipi Deni
__ADS_1
Deni yang diperlakukan manis oleh istrinya terlihat sangat bahagia.
“Huum tapi ada syaratnya hemm” ucap Deni sambil tersenyum nakal.
“Apa syaratnya?jangan aneh2” ucap anna sambil bersungut.
“Haha kamu gemesin banget sih sayang...karena kamu sudah bersikap manis hari ini dan bikin aku gemes syaratnya yang enak enak aja deh” ucap Deni terkekeh.
“Kan kan pasti aneh nih” ucap Anna.
“syarat pertama jangan berinteraksi intens dengan laki laki lain terutama RIAN” ucap Deni penuh penekanan
“Sudah cukup aku merasa sangat cemburu melihat kalian waktu itu, jadi aku mohon jangan pernah bertemu atau berbicara dengan Rian ya” ucap Deni lirih.
Anna tersenyum melihat perubahan wajah suaminya yang terlihat sendu dan kemudian menangkup wajah ganteng suaminya dan berkata
“Sayang kamu sudah mengambil sesuatu dalam diriku, dan aku memberikannya dengan sukarela hemm jadi itu sudah menjadi bukti kalau aku sudah tau dimana posisiku” ucap Anna sambil menatap mata Deni lekat lekat.
Seketika terlihat senyum diwajah Deni terbit setelah mendengar penuturan Anna.
“Janji ya gak balikan lagi sama Rian” ucap Deni lagi
“Hemm” ucap Anna sambil memberikan
senyum termanisnya kepada Deni
“Trus syarat ke dua apa nih?” tanya Anna
“Nanti malam yaa persiapkan dirimu”.
Seketika darah Anna berdesir jantungnya bedegup tak karuan.
“Ck.. mesum.. mau berangkat kantor masih sempat sempatnya mesum” ucap Anna.
Seketika tawa Deni pecah.
“ Kamu lucu amat sih sayang, gemes aku, aaah males banget aku mau kerja” ucap Deni sambil mendusel ke tubuh Anna.
“ Aah geli Den, iih udah sana cepetan berangkat, aku juga mau siap siap ke kampus” ucap Anna.
“Sayang aku punya kejutan untukmu” ucap Deni.
“Apa? Jangan aneh aneh” ucap Anna sambil mengerucutkan bibirnya.
“Hahah bukan kejutan kalau aku kasih tau sekarang dong, yuk ikut kebawah tapi tutup mata” perintah Deni.
“Gak mau ntar kamu aneh aneh” tolak Anna
__ADS_1
“ayoolah sayang, enggak... janji deh gak aneh aneh” ucap Deni
Akhirnya Anna pun menuruti perintah suaminya, Anna dibimbing Deni menuju halaman depan rumah, setelah sampai di halaman depan rumah Deni pun menyuruh Anma membuka matanya dan seketika mata Anna membulat, kedua tangan Anna menutup mulut Anna.
“Istriku sayang, istrinya Deni sayang, ini mobil baru kamu, pakailah hemm” ucap Deni.
Deni memang termasuk Laki laki yang royal kepada pasangannya, dulu sewaktu Anna masih menjadi kekasihnya, setiap bulan Deni selalu mentransfer sejumlah uang untuk kebutuhan Anna dan Anna selalu menolaknya, dengan berbagai penjelasan akhirnya Anna saat itu menerimanya, belum lagi pemberian barang barang mewah lainnya.
“Sayang menurutku ini terlalu berlebihan” ucap Anna.
“Aku masih punya mobil Den, sayang banget” ucap Anna.
Salah satu yang Deni suka dari Anna adalah Anna tidak materialistis, Anna tidak pernah minta dibelikan ini itu tidak seperti kebanyakan perempuan diluar sana, ketika mengetahui pasangannya banyak uang langsung dimanfaatkan.
“Mobilmu jangan dipakai lagi, nanti mobil itu macet lagi dan kamu bisa bertemu Rian lagi” ucap Deni.
Seketika Anna kaget mendengar ucapan Deni, dan berkata
“Kamu tau?” tanya Anna.
“ Hmm kamu menolakku untuk menyusulmu saat itu tapi aku tidak menyerah aku mencari tau keberadaanmu lewat temen temenmu, dan akhirnya aku menemukanmu, tapi sayang aku gak kalah cepat dari Rian, Rian sudah sampai duluan” kata Deni .
Anna pun meraih tangan Deni dan berkata
“Bukankah kamu bilang jangan mengingat ingat hal hal menyakitkan lagi hemm, lupakanlah biar aku pelan pelan mengobatinya”.
Deni menatap Anna dan tersenyum.
“Sayang ini salah satu bentuk tanggung jawab aku sebagai suamimu, nafkahku ada didalam kartu ini ya, gunakanlah untuk kebutuhan kamu, baik kebutuhan pribadi ataupun kampus, kamu tidak usah mikir kebutuhan sehari hari selama disini, karena sudah ada bibi yang mengatur, begitu juga nanti dirumahku, urusan domestik sudah diatur oleh bibik juga” ucap Deni sembari memberikan kartu untuk Anna.
Anna pun mengangguk paham.
Setelah selesai mengurus kebutuhan istrinya serta bonus sayang sayangan, Deni pun pamit kepada Anna untuk berangakt ke kantor, dan selepas Deni pergi Anna juga langsung mandi dan bersiap siap ke kampus untuk menyelesaikan skripsinya yang sedikit lagi selesai.
Jangan lupa like and komen yaa readers 🤩
Salam sayang Anna♥️
__ADS_1