
Setelah dirawat 4 hari Anna pun akhirnya diperbolehkan pulang, walaupun Anna enggan pulang karena dengan di rumah sakit intensitas Anna bertemu dengan Rian semakin sering karena ketika istirahat Rian pasti berkunjung entah sekedar nyuapin Anna makan atau ngobrol dan Anna merasa senang.
“Sayang aku pulangnya nunggu kamu selesai praktek aja ya” ucap Anna manja.
“Coba diulangi tadi kamu manggil aku apa?” ledek Rian.
“Udah ah aku tarik lagi” ucap Anna sambil monyongin bibir nya.
“Jangan monyong monyongin bibir aku makin gemes jadinya hahah, aku Cuma pengen mengabadikan aja kata kata pertamamu manggil aku sayang” ucap Rian terkekeh.
“Sayang sayang sayang ... puas” ucap Anna sambil mencebik.
Yah namanya juga orang lagi kasmaran dunia berasa milik berdua yang lain ngontrak tak terkecuali alfin yang sedari tadi kesel liat kelakuan dua orang temennya.
“Memang gila mereka berdua ya Ca dipikir kita hantu apa ya” ucap Alfin kesal.
“Ganderuwo lu Fin”ucap Caca sambil ngakak.
“elu emaknya Ganderuwo” tawa Alfin pecah.
Sekalipun Caca dan Alfin tertawa keras terbahak bahak dua orang yang lagi kasmaran itu ga peduli sama sekali mereka tetap asyik dengan dunia mereka.
Tawa mereka seketika berhenti ketika Deni datang.
“Maaf aku pengen ketemu Anna, boleh aku bicara ber dua dengan Anna?” tanya Deni pelan.
“Apa yang mau kamu bicarakan Den, bicara aja disini lagian disini bukan orang lain dia pacar aku” ucap Anna sambil menunjuk Rian.
Rian pun tersenyum mendengarnya.
“Baiklah aku akan bicara didepan kalian semua” ucap Deni.
"Tadi pagi papah Adi menghubungiku, beliau bilang karena hari ini kamu sudah diperbolehkan pulang aku disuruh jemput kamu dan kamu selama masa pemulihan tinggal dirumahku An, dan kalau kamu bener bener sudah sehat kita pulang bareng kerumahmu buat mempersiapkan pernikahan kita” jelas Deni.
“Hahah kamu gila ya Sen, jangan terlalu pede aku sudah memutuskan tidak akan menikah denganmu” ucap Anna dengan menampakan muka masam.
“Kamu tau den sekarang tidak ada ruang untuk kamu dihatiku” ulang Anna.
“An jangan pernah melupakan apa itu takdir, kamu bisa berusaha sekuat tenaga menghindari aku mengacuhkan aku bahkan membuang aku tapi ketika memang takdir menuliskan aku yang bersamamu kamu bisa apa” tutur Deni dengan mata yang mulai mengembun.
Entah mengapa Deni pun tidak tahu sekarang banyak sekali perubahan dengan dirinya, Deni tidak pernah sama sekali mengejar ngejer gadis seperti sekarang dari dulu merekalah yang berusaha mendapatkan hati Deni, tapi setelah mengenal seorang Anna, Deni benar benar takluk sampai sampai pekerjaan Denipun bakal Deni tinggalkan kalau Anna sudah merajuk ingin ditemani Deni.
Anna terdiam sesaat.
“Tapi aku akan terus berdoa agar pelabuhan terakhirku ada pada Rian, karena hanya doa yang bisa merubah takdir itu” ucap Anna.
Rian pun mengelus punggung Anna.
__ADS_1
“Deni maaf aku tidak akan membuat masalah denganmu, tapi aku berbicara karena memang aku terlibat diantar Anna dan juga kamu, seperti yang kamu tahu sekarang aku dan Anna saling mencintai, dan kami akan berjuang sampai ke dua orang tua Anna menyetujui hubungan kita, dan aku harap kamu paham dan mencoba untuk mengikhlaskan kami ber dua” ucap Rian.
“Suatu ikatan yang dilandasi atas nama cinta itu ada karena perasaan yang sama antar dua insan apabila salah satunya tidak memiliki perasaan yang sama ikatan itu akan terlepas Den dan lama lama akan terurai kemudian lenyap” ujar Rian.
“Aku harap kamu ikhlaskan kami” ulang Rian.
“Tapi aku percaya akan takdir berpihak padaku, oke an kamu sekarang boleh menolakku, aku terima dan aku tetap mencintaimu dan bahkan makin besar cintaku kepadamu An, .. aku tunggu dirumahku An, aku permisi dulu” Deni pun berlalu dari hadapan mereka semua.
“Ckkk sejak kapan bang Deni jadi gitu sih, perasaan dulu dia cool banget” ucap Caca yang kemudian disenggol Alfin tangannya.
"Jangan memancing di air keruh” ucap Alfin lirih didekat telinga Caca.
“Aku gak mancing kok mana ada ikan disini” ucap Caca.
“Nooh maak didepan lu tu dua orang yang kagak tau malu itu ikannya” ucap Alfin nyindir Anna dan Eian dengan nunjuk mereka dengan wajahnya yang diarahkan kehadapan Rian dan Anna.
Serempak mereka ber empat tertawa.
Rian akhirnya undur diri karena harus memulai kembali prakteknya dan dia berjanji kepada anna sore akan mentarkan Anna pulang ke kontrakan, selang tidak begitu lama Alfin dan caca pun undur diri karena mau ke perpus untuk mencari bahan bahan skripsi.
Kini tinggalah anna sendiri didaalam kamar pasien.
Dering ponsel anna terdengar terlihat nama ayahnya di layar ponsel Anna, sesaat Anna bimbang untuk mengangkat tapi mau tidak mau anna harus menghadapi papahnya yang mempunyai watak keras kepala yang menurun ke anna.
“Ya pah” Anna mengawali percakapan.
"Alhamdulilah pah sore ini boleh pulang” jawab Anna seperlunya.
Karena Anna enggan untuk membicarakan yang mengarah ke pernikahan.
“Sore nanti biar Deni yang jemput dan sementara kamu..” papah adi berhenti bicara karena dipotong Anna dengan melanjutkan kata kata yang tadi Deni sampaikan ke Anna.
“Anna gak mau pah, anna mau pulang ke kontrakan, dan satu lagi Anna mau menyelesaikan kuliah Anna tanpa pembahasan pernikahan” ucap Anna.
“Apa dokter itu yang mengajari kamu tidak sopan ke papah hmm?” ucap papah Adi.
“Dulu waktu kamu masih bersama deni kamu tidak pernah sekalipun menentang papah, An firasat orang tua itu tepat deni itu anak baik, percaya sama papah, tidak akan sulit kamu untuk bisa mencitai deni kembali, karena dulu kamu pernah mencintainya” ucap papah Adi kembali.
“Justru karena Anna pernah mencintai Deni pah anna tidak akan mengulangi kesalahan yang sama bagi anna deni itu sumber sakit hati anna pah, Anna mohon pah papah bisa ngerti perasaan anna” ucap Anna terisak.
“Maafkan papah An, papah tidak bisa mengabulkan permohonan kamu, kalau kamu memaksa dengan dokter itu papah akan mengambil tindakan tegas kamu tidak akan papah anggap sebagai anak” ucap papah Adi tegas.
Aaah sakit sakit banget dada Anna mendengar perkataan itu keluar dari mulut papah yang sangat Anna sayangi.
“Kenapa papah setega ini sama anna pah” ucap Anna terisak.
“Karena papah tau yang terbaik kamu tinggal patuh saja, turuti kemauan papah atau papah akan tidak menganggapmu lagi sebagai anak papah tunggu kabarnya sampai sore ini deni jemput kamu” ucap papah Adi dan segera menutup sambungan telfonnya dengan anna.
__ADS_1
Rasanya Anna hampir gila dibuat seperti ini, anna menangis sendiri diruangannya, sampai dia tertidur cukup lama, sampai Anna terbangun karena ada yang membelai pipinya dan nampak wajah laki laki yang Anna cintai ada didepan mata anna aah bisa gila kalau anna berjauhan dari rian baru beberapa jam berpisah saja anna sudah tidak karuan perasaannya.
“Kamu habis nangis hmm?” tanya Deni lembut.
Anna tersenyum tipis.
“Kamu sudah selesai prakteknya sayang?” tanya anna.
“Belum” ucap Rian tersenyum.
“Kok kesini?”tanya anna dengan menautkan alisnya.
“Lagi istirahat, aku sempet hubungi kamu tapi gak diangkat akhirnya aku kesini” ucap Rian.
Anna langsung memeluk Rian dan terisak dalam pelukan Rian, kemudian Anna menceritakan semuanya, Rian semakin mengeratkan pelukannya dan tak terasa air mata rian pun jatuh.
“kenapa kisah cinta kita sesulit ini ya An” gumam Rian.
********
Sore pun tiba masih membawa kehangatan sang surya menjadikan suasana lebih hangat dari biasanya karena dari kemarin hujan terus turun.
Tapi tidak dengan hati anna dan rian sepasang kekasih ini sedang diliputi rasa tidak nyaman.
“Sudah selesai berkemas sayang?” ucap Rian
“Hmm sudah”ucap Anna tersenyum.
“Are you ok Rian?” tanya Anna.
“Hmm” sambil tersenyum ke arah Anna.
Akhirnya Anna bernegosiasi dengan ayahnya juga deni Anna mau menuruti kemauan ayahnya supaya anna tinggal dirumah Deni sementara selama masa pemulihan, akan tetapi dengan syarat pulang dari rumah sakit diantar rian dan rian diberi akses untuk sering berkunjung kalau ayahnya dan juga Deni menentang anna tidak akan mau pulang ke rumah Deni.
Akhirnya ayahnya pun melunak untuk menyetujui keinginan Anna karena papah Adi berfikir kalau anna tinggal satu rumah dengan deni akan lebih mudah anna untuk jatuh cinta kembali kepada deni dan deni pun menyetujui sekalipun berat bagi Deni, bagaimana tidak selama pemulihan anna, deni akan selalu melihat anna bermesraan dengan Rian, tapi deni akan berusaha kuat demi rencana pernikahannya....
*************************
Cerita diatas itu cerita fiktif belaka ya readers hanya sebatas imajinasi othor saja jadi jangan dimasukan hati yaa 🤗
Terimakasih yaa yang masih setia mengikuti kisah anna♥️
Dukung terus karya perdana othor ini yaa ♥️dengan memberikan like vote terimakasih 🤗😍
__ADS_1
Salam cinta dari anna♥️