Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
Mencintai bukan berarti memiliki


__ADS_3

Terlihat Deni senyum senyum sendiri melihat layar ponsel nya, sambil sesekali bergumam sendiri


" Tok tok tok "


Terlihat didepan Deni berdiri seorang laki laki muda dan tampan yang tak lain adalah sekertaris nya, laki laki itu bernama Norman,


Beberapa kali Norman mengetuk meja milik Deni namun Deni belum menyadari keberadaan Norman karena terlalu asyik menatap layar ponselnya


" Bos.. Bos bos " panggil Norman kepada bos nya dengan nada makin naik


" Ck.. Ish iyaa apa, aku gak budek ngapain kamu teriak teriak " seru Deni


" Gak budek gimana bos dari tadi aku berdiri disini kaya dedemit aja gak terlihat sama engkau wahai bosku " ucap Norman dengan bahasa yang mengejek


" Ganggu aja kamu demit.. Sekarang, kamu mau ngapain pake ada acara ganggu ganggu aku segala?" tanya Deni


Norman menarik kursi didepan meja Deni dan kemudian dia menjatuhkan bokongnya dan menarik nafas


" Ini ada beberapa file perjanjian baru dengan rekanan kita, harap bos cek dulu " ucap Norman sambil matanya mengintai gerak gerik Deni


" Apa kamu liat liat " hardik Deni

__ADS_1


" Haha rupanya si bos sudah sehat, kemarin aja kaya kepiting ganti kulit, syukur lah uda sembuh jadi aku gak pusing urus kerjaanmu" ejek Norman


Norman adalah teman dekat Deni sedari kecil dari awal othor gak pernah munculin sosok Norman karena selama ini babang Norman tinggal di amerika, baru baru ini Norman balik ke tanah air karena permintaan dari papah Indra mengingat kondisi Deni yang terpuruk


Dengan berat hati Norman pun menuruti apa yang papah Indra mau daripada sahamnya papah Indra yang super gede ditarik dari perusahaannya, sekalipun menjadi babunya Deni wkwkwkwk


" Kau.. Kau disini bukan CEO ya kau disini hanya menjadi babu ku tau, jaga mulutmu " sentak Deni


" Sekalipun babu aku itu penyelamatmu, bayangin aja perusahaan segede gini sebulan dianggurin mau jadi apa gila kamu Den " ucap Norman mengejek


" Aku baru tau ternyata kamu lemah sama cewek pantesan dulu kamu gak laku laku hahaha" ejek norman


Deni mencibir mendengar ejekan Norman


...****************...


Apa yang tidak bisa bagi keluarga Indra Wibowo, akses internet dengan mudahnya digunakan untuk memantau aktifitas Anna


Hanya sebatas melihat tapi Deni tidak bisa menyentuh sekalipun dia istri sah nya, mungkin ungkapan yang tepat saat ini tertuju untuk Deni yaitu " mencintai bukan berarti memiliki " merana oh merana...


Terlihat sesekali Deni mengulas senyum dan bergumam melihat aktifitas istrinya

__ADS_1


" Cantik.. sore ini kamu cantik sekali sayang.. Aku kangen, apa kamu gak kangen sama aku An?"


...****************...


Di tempat berbeda terlihat Anna sibuk mondar mandir merapihkan bunga bunga yang akan dibawa masuk, Anna nampak kepayahan mengingat perutnya yang semakin membuncit, peluh pun terlihat bercucuran, Anna tidak menyadari kalau aktifitasnya ada yang mengawasi,..


Sepasang mata yang penuh kerinduan menatap lekat dirinya yang enggan beralih ketempat lain


" Ah.. " Anna terkejut karena pot yang dia angkat secara tiba tiba diambil oleh seseorang


" Maaf An... kaget yaa "


Senyum manis yang terukir diwajah sempurna milik Rian membuat Anna menjadi berdetak jantungnya


" Sabar An ..sabar An ... Ini ujian kamu lagi bunting An.. Masih istri orang lagi " ucap Anna dalam hati



kira kira wajah Rian seperti itu ya ...😘


meleleh gak tuh 😅

__ADS_1


Tanpa disadari oleh Anna dan Rian Ada sepasang mata yang melihat mereka dengan sorot mata yang mengerikan... Siapakah dia?? Jeng jeng 😅


Othor minta Like n komennya dongs biar makin semangat 🤗


__ADS_2