
Flashback
“Calon besan apa anda di kota T?” tanya papah Inndra yang sedang menghubungi papah Adi.
“Ya saya dirumah kota T, besok saya akan kesana ada hal penting yang akan saya sampaikan” ucap papah Indra.
“Besan tidak perlu kesini, saya ada rencana pagi ini ke kota Y, kita bertemu dirumah besan saja” jawab papah Adi.
“Baik lah besan terimakasih saya tunggu besan disini” ucap papah Indra
Flashback off
Percakapan itu yang terjadi tadi pagi bagaimana papah Indra dan papah Adi bertemu, deni dan keluarganya memang berasal dari kota yang sama dengan Anna, Deni dibesarkan di kota T juga, keluarga besar Deni juga kebanyakan berada di kota T, akan tetapi setelah bisnis papah Indra dibidang kuliner maju pesat papah Indra membawa Deni pindah ke kota Y, dan sampai sekarang menetap di kota Y.
Bisnis papah Indra sangat luas jaringannya sekalipun tingga di kota Y papah Indra sulit ditemui kalau belum ada janji karena sering ke luar kota bahkan ke luar negri untuk mengontrol bisnisnya.
Selepas bercengkrama dengan calon mertuanya Deni pun meninggalkan dua orang paruh baya tersebut yang seperti sedang ber reuni ria, dari pada mengganggu keasyikan mereka akhirnya deni pamit undur diri.
“Aku heran sama papah Indra perasaan dulu papah gak suka sama Anna dan keluarganya, kenapa sekarang jadi akrab ya” gumam Deni
sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
“ bodo ah yang penting Anna nanti bersamaku” gumam Deni lagi.
“mas, mas uda makan?” tanya Bi Ina memecahkan lamunan Deni.
“Hii bibi nih bikin kaget aku aja” ucap Deni.
“Lagian nglamun kok sambil berdiri” ucap bi Ina.
“Mas uda beneran sehat?kalau masih gak enak badan nginep disini aja biar bibi yang ngerawat mas Deni” ucap bi Ina sambil membelai pipi Deni.
“Udah sehat bibi sayang apa perlu aku tunjukan dengan menggendong bibi?” ucap Deni meledek.
“Hush kamu tu kebiasaan main sama cewe, jadi suka gendong gendongan, ati ati ntar mlendung” ucap bi Ina tertawa.
“Gak papa kalau yang melendung Anna bi” ucap Deni tersenyum simpul.
“Mas cinta banget y sama mbak Anna?... tapi wajar sih mas suka sama mbak Anna, selain cantik mbak Anna juga lembut banget anaknya, bibi juga suka kangen sama dia, kapan kapan ajak dia kesini mas” ucap bi Ina.
“Anna akan aku bawa kesini tiap hari bi, makanya doakan Deni ya bi biar Deni lancar buat menikahi Anna” ucap Deni.
“Bi Ina doakan mas, apapun yang membuat mas Deni bahagia, bi Ina slalu doakan” ucap bi Ina tulus.
Deni memeluk wanita parubaya itu erat, Deni sangat menyayanginya bagi Deni, bi Ina sudah seperti ibu kandung.
Selepas berbincang dengan bi Ina, Deni pun pamit pulang ke rumahnya.
Setelah sampai rumah Deni terkejut ada Dila disitu.
“Ya ampun aku lupa sudah mengizinkan gadis ini kerumah” gumam Deni.
__ADS_1
Deni pun berdehem ”ehm”.
Dila yang saat itu lagi asyik menata meja makan terkejut melihat Deni sudah datang.
“Sayang.. kamu sudah makan?”tanya Dila.
“Belum” ucap Deni singkat.
“Bagus lah, tadi pulang dari rumah sakit aku mampir ke supermarket dulu belanja sedikit untuk aku masak, makan yuk” ajak Dila.
“Kamu gak usah repot repot ada bibi yang ngurus semua, kamu gak kesini juga gak masalah karena ada bibi juga yang biasa merawatku” ucap Deni sambil berlalu.
“Kuat Dila... kuat dila kamu harus kuat” ucap Dila lirih.
“Den setidaknya kamu makan dulu biar perutmu gak kosong” ucap Dila tapi tidak digubris oleh Deni dan Deni terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
“Braak” Deni menutup pintu dengan keras.
Dan Dila terkejut mendengarnya, dan mengelus dadanya.
“Aku harus berjuang demi cinta” lirih Dila
Yang merasa cintanya tidak terbalas.
Deni menghempaskan tubuhnya dengan kasar keatas kasur, pikirannya menerawang jauh.
Sementara itu di tempat yang berbeda, ada gadis yang sangat Deni cintai mati matian, sedang bermanja manja dengan kekasihnya.
“Kamu mau makan apa hem?” ucap Eian sambil mengelus pipi Anna.
“Aku pengen masak, kamu punya stok bahan makanan gak?” tanya Anna ke Rian.
Ya sekarang Anna sedang berada dirumah Rian, setelah dari rumah sakit tadi Rian mengajak Anna kerumahnya karena badan Rian sangat lengket kalau harus langsung jalan jalan.
“Ada banyak stok, emang kamu bisa masak hem” goda Rian.
“Jangan salah aku pakarnya” ucap Anna terkekeh.
“Mandi sana kamu bau acem tau” ucap Anna kembali.
“Acem acem juga kamu nempel terus” ucap Rian terkekeh dan segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Anna pun akhirnya menuju dapur milik Rian, rencana Anna akan memasak asam asam daging kambing, karena Anna melihat di lemari pending Rian ada beberapa pack daging kambing, Anna teringat Rian sangat menyukai semua masakan yang berbau daging kambing.
Anna masak dengan cekatan, sebenarnya Anna tidak terlalu pandai memasak, dua tahun menjalin hubungan dengan Deni menjadikan Anna mulai menyukai dunia perdapuran, karena Deni sering mengajaknya masak.
Selesai mandi dan berganti pakaian Rian pun keluar kamarnya, melihat gadis yang sangat dicintainya memasak Rian menjadi makin sayang.
“Calon istriku menggemaskan sekali” gumam Rian sambil senyum senyum menatap Anna
__ADS_1
Anna tidak menyadari sedari tadi Rian mengabadikan momen Anna memasak di ponselnya.
“Serius amat masaknya sampai sampai calon suamimu ini ngeliatin dari tadi gak nyadar” ucap Rian dengan senyuman yang selalu tampil di wajahnya setiap melihat Anna.
“Done... mudah mudahan kamu cuka ya sayang” ucap Anna menyudahi acara masaknya.
“Cup... ini hadiah karena hari ini kamu bersikap manis padaku” ucap Rian mengecup pipi kanan Anna.
Eian sebenarnya sudah berusaha menahannya sedari tadi tapi, melihat Anna yang sangat menggemaskan membuat Rian tidak kuat untuk tidak menciumnya.
“Sayaang..” Anna memegang hasil kecupan Rian dengan wajah yang merona.
“Kenapa mau lagi?” ucap Ran dengan terkekeh.
“Enak aja gak mau.. kalau sudah sah kamu boleh semuanya” ucap Anna mengedipkan matanya.
“Jangan bersikap genit seperti itu aku bisa lupa diri lho” ucap Rian.
“Hahaha atutttt,” ucap Anna terkekeh.
“Yuk lah kita makan aku uda laper nih” ucap Anna.
“Aama aku pun juga lapar pengen segera mencicipimu” ucap Rian terkekeh.
“Hisssh pak dokter nih, akad dulu dong gak Cuma icip icip bisa dapet semua” ucap Anna terkekeh.
"Gimana masakanku enak gak?" tanya Anna.
Sungguh ini kali pertama Rian makan asam asam daging kambing seenak ini.
"Luar biasa sayang gak salah aku pilih kamu" ucap Rian dengan mulut yang penuh dengan makanan membuat Anna terkekeh melihatnya.
Sungguh hari ini Anna sangat bahagia begitu juga dengan Rian dan mereka berdua berharap hari hari selanjutnya selalu bahagia.
Harapan tinggal harapan tapi sang penentu ketetapan berkehendak lain akan ada kesedihan mendalam buat hubungan mereka sebentar lagi.....
Kesedihan apa itu??
#########
Buat nyemangatin othor yuuk like n komennya dong 🤩♥️
Salam sayang Anna♥️
__ADS_1