
Di sebuah kamar kontrakan khusus mahasiswa terlihat seorang gadis yang sedang meringkuk diatas kasurnya, nampak tubuhnya bergetar seperti orang yang sedang menangis,
Tok
Tok
Tok
“Dil Dila.. tolong buka pintunya Dil, makanlah sedikit kamu nanti bisa sakit” ucap salah seorang temannya yang tak lain adalah mbak Mita
Ya.. Dila nampak syok setelah tadi pagi tidak sengaja mendengar percakapan antara mbak Mita dan Deby yang sedang membahas tentang Anna yang sudah sah menikah dengan Deni
Pagi tadi
“Mbak.. mbak Mita gak sedang berbohong kan? Mbak pasti bohong kan?gak mungkin Anna menikah denga Deni, Anna gak cinta mbak sama Deni, dan ayah Deni sudah berjanji padaku kalau aku hamil anak deni akan menikahkan aku dengan Deni mbak” ucap Dila berteriak
Seketika mbak Mita dan Deby tersentak kaget mendengar tiba tiba Dila hadir diantara mereka dengan berbicara keras
“Dil Dila sabar Dil”ucap Deby
“Gak kalian pasti salah kan .. itu pasti gak mungkin, Deni gak mungkin nikah sama orang lain itu gak boleh gak boleh” Dila terlihat sangat histeris
Mbak Mita dan Deby berupaya menenangkan Dila, ketika mbak Mita dan Deby sedang menenangkan Sila, Dila meronta dan segera berlari kekamarnya dan mengunci diri disana dengan berteriak berteriak menyebut nama Deni
Mbak Mita juga Deby bingung dengan keadaan Dila
“Aku bener bener pusing Deb, kemarin Rian sekarang Dila, aku sekarang malah lebih mikirin mereka daripada mikirin hubunganku dengan mas Pri” ucap mbak Mita yang merasakan agak pening kepalanya karena beberapa hari ini harus dihadapkan dengan masalah masalah teman temannya
“Makanya mbak aku gak mau jatuh cinta, liat masalah mereka aja aku uda kenyang” ucap Deby
“Huft mudah mudahan masalah mereka cepat selesai ya deb” ucap mb Mita
“Amiin mbak, aku kangen saat saat bersama mereka” ucap Deby lirih tak terasa kedua sahabat ini menitikan air mata
Kembali kesiang hari
Akhirnya mbak Mita memanggil tunangannya yang bernama mas Pri, mas Pri adalah seorang abdi negara, mbak Mita rencananya selepas lulus akan segera menikah dengan mas pri,
“Mas maaf yaa aku suruh kamu datang kesini” ucap mbak Mita
__ADS_1
“Gak papa sayang, gimana pun juga Dila temanmu” ucap mas Pri
Mbak Mita menghubungi tunangannya untuk minta bantuan mendobrak pintu Dila, mb Mita takut Dila kenapa kenapa karena setelah puas berteriak menyebut nama Deni, Dila sama sekali tidak ada suara,
Brug
Brug
Brug
Braaak
Akhirnya pintu terbuka
Mbak Mita langsung masuk kedalam kamar dan memeluk Dila, mata Dila sembab dia hanya diam tidak bereaksi ketika mbak Mita memeluknya
“Dil jangan begini sayang, kami sayang sama kamu Dila, bangun Dil” ucap mbak Mita sambil terisak
Akhirnya mbak Mita dan Deby berhasil membujuk Dila walaupu tidak mudah mereka meyakinkan Dila hampir satu jam lamanya, dan sekarang Dila sudah mau makan disuapin mbak Mita
“Lagi ya?” ucap mbak Mita seraya tangannya menyuapkan nasi ke mulut Dila
“Sama sama, gini kan cantik jadinya hemm” ucap mbak Mita tersenyum
“Sayang mas pamit dulu ya ni atasan mas telfon barusan katanya mas harus segera menghadap ada yang mau dibicarakan”ucap mas Pri
“Ah iya mas, makasih yaa” ucap mbak Mita
“Sama sama sayang, .. dan Dila.. semangat yaa makan yang banyak oke” ucap mas Pri
“Makasih mas maaf ya aku jadi merepotkan mas Pri” ucap Dila lirih
“Sama sama sante aja” ucap mas Pri
Dan mas Pri pun pamit dengan diantar mbak Mita kedepan rumah
Sekarang dikamar Dila tinggal Dila dan Deby karena mbak Mita sedang kedepan rumah mengantar mas Pri untuk balik ke kantor
“Kamu istirahat ya Dil” ucap Deby
__ADS_1
“Deb... kalau aku benar benar hamil, bagaimana nasih anakku” ucap Dila lirih
Nampak mata Dila mulai berembun
“Dil... itu nanti bahas nya berdoa saja tidak akan ada hal buruk hemm, tidurlah jangan mikir yang tidak tidak, ikhlaskan Dil, bagaimanapun Anna sahabat kita, dia tidak mudah untuk bisa menikah dengan Deni, kamu tahu sendiri ini bukan kehendak anna hemm” ucap Deby
Dila mengangguk
“Ya sudah istirahatlah dulu hemm” ucap Deby seraya tangannya mengelus pipi Dila
Dila mengangguk
Deby pun beranjak dari kamar Dila dan menutup pintu kamar Dila yang agak rusak itu karena bekas dibuka paksa tadi
“Aku gak akan melepaskan Deni, aku gak ikhlas Anna bahagia dengan deni, bagaimanapun caranya aku harus menikah juga dengan Deni” batin Dila
Keesokan harinya
“Maaf pak, apa pak Indra Wibowo ada?” tanya seorang gadis kepada penjaga keamanan
“Ada neng, ada perlu apa sama pak Indra? apa ada uda janji sebelumnya?” tanya penjaga keamanan
“Belum pak, tapi bilang saja dari Dila pasti pak Indra akan mengizinkan saya masuk” ucap gadis itu yang ternyata adalah Dila
“Duh gimana ya neng saya gak berani kalau neng belum ada janji sama tuan” ucap penjaga keamanan lagi
Dila pun berusaha meyakinkan penjaga keamanan agar bisa bertemu dengan pak Indra dan dengan usaha yang cukup alot akhirnya Dila disuruh menunggu sebentar di pos penjagaan
Tidak berselang lama, Dila kemudian dipersilahkan masuk kedalam, ketika sampai didalam rumah Dila hanya bergumam
“Tidak salah pilih aku memlerjuangkan Deni, dan ini awal perjuanganku untuk mendapatkan Deni dan menyingkirkan hamanya”
Hai hai hai readers jangan lupa like and komen yaaa apalah jadinya othor tanpa readers semua 🤗
__ADS_1
Salam sayang Anna♥️