
Pagi itu seperti biasa Rian melangkahkan kakinya menuju toko bunga milik bibi Sari, terlihat pagi ini Rian begitu tampan, senyumnya tidak lepas dari wajah tampannya, sesekali Rian bersenandung, pikiran Rian sekarang hanya ada Anna dan Anna
" Biarlah ak menikmati bahagiaku ini dulu melepaskan Anna itu siapa " gumam Rian
Jarak antara kos Rian dengan toko bunga milik bibi Sari lumayan dekat sehingga memudahkan Rian untuk berkunjung ke toko bunga sebelum Rian tugas ke rumah sakit, dengan dalih ikut sarapan dirumah Bibi Sari, padahal sarapan bisa dimana saja, akan tetapi tujuan Rian yaitu ingin melihat wajah cantik Anna
Tiba tiba Rian menghentikan langkahnya dan mengedarkan pandangannya
" Tumben masih tutup " gumam Rian karena melihat toko bunga masih tutup
Biasanya jam segini toko bunga sudah buka dan Anna sudah berada didepan toko sambil menata bunga bunga yang baru di drop dari truk pengantar
Rian memencet bel dan nihil
" Sepertinya tidak ada orang, apa Anna melahirkan ya " tiba tiba Rian panik dan segera mengambil ponselnya di saku celananya
" Tut... Tut..tut"
" Ya hallo Rian "
Sahut seseorang di seberang sana
" An kamu dimana?" tanya Rian panik
" kamu melahirkan ya An?" cecar Rian kembali
" Ah enggak, aku kembali ke kota, maaf aku tidak memberi kabar " ucap seseorang yang tak lain adalah Anna
__ADS_1
" Syukurlah kamu tak apa kan An? Aku panik, aku pikir kamu melahirkan
" Tapi kenapa kamu tiba tiba kembali ke kota An, bukan kah...."
Sebelum Rian melanjutkan pertanyaannya Anna langsung memotong pembicaraan
" Rian maaf aku akan menjelaskan nanti " dan Anna memutuskan panggilan sepihak
Rian menatap layar ponselnya sejenak
" An.. Ada apa dengan kamu? Apa kamu kembali kepada Deni kembali? Ah mungkin aku harusnya mensyukuri Anna kembali kepada suaminya, tapi kenapa hatiku sakit ya.." Rian berdialog dengan pikirannya sendiri
Dada Rian terasa sesak setelah Anna memutuskan panggilan sepihaknya
Rian mengedarkan pandangannya ke toko bunga
...****************...
Sementara itu ditempat lain
Deni mulai sadar dan menantap Anna lekat lekat
Apa aku mimpi " gumam Deni
Melihat Deni tekah membuka mata Anna pun menghampiri Deni dan duduk disamping hospital bed milik Deni
" Mas... Kamu sudah sadar? Mau minum?" ucap Anna seraya mengelus kepala Deni
__ADS_1
" Oh tuhan jangan sampai mimpi ini segera pergi " ucap Deni
Anna sangat bahagia sekali melihat suaminya telah membuka matanya dan Anna terus menatap Deni dan tersenyum seraya membalas ucapan Deni
" Aku gak akan ninggalin kamu lagi mas, aku janji, aku percaya kamu mas, maafin aku mas "
Selepas Anna selesai berbicara tiba tiba pandangan Deni mengabur..dan Deni pingsan kembali
" Mas mas... Bangun mas ...dokter dokter tolong dok tolong suami saya " Anna berteriak melupakan ada tombol nurse
Mamah Anita yang dari tadi menemani Anna pun ikut panik
Selang beberapa menit dokter dan juga perawat datang dan mengecek kondisi Deni
" Alhamdulilah bu, bapak sudah melewati masa kritis, bapak hanya butuh istirahat, insyaallah dukungan ibu menguatkan bapak keluar dari stres nya " jelas dokter
" Baik dok terimakasih atas bantuannya"
Dokter dan perawat pun keluar dari ruangan Deni..
Anna mendekat kearah Deni dan mengelus lembut kepala Deni seraya mengecupnya
" Mas bangun mas.. Sebentar lagi kita akan punya anak, anak kita butuh kamu mas " ..
...****************...
Maaf ya othor telat up jangan lupa like n komen dong biar othor makin semangat nulis 🤗
__ADS_1