Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
Bab 21 Air mata


__ADS_3

Deni akhirnya dirawat di salah satu rumah


sakit terkenal dikota itu, sudah hampir 2 jam


deni belum sadar dengan dibantu selang


oksigen yang melekat di hidungnya.


Dila masih setia duduk disamping sang pujaan hati, memegang erat tangan deni, butiran bening masih setia mengalir di pipi mulus Dila yang Sudah dua jam juga belum berhenti menangis yang mengakibatkan ke dua mata indahnya sembab.


Anna kemudian mendekati Dila dan


menyentuh bahunya, timbul rasa iba dalam


hati Anna melihat Dila, walaupun Dila sudah


menyakiti hatinya tapi Anna merasakan


keyakinan yang kuat kalau dila bukan sejahat


yang terlihat anna yakin dila tulus berteman


dengan Anna cinta butanyalah yang membuat


dia harus berbuat seperti itu ke Anna.


“Dil makanlah dulu aku sudah beli makanan dan teh hangat untukmu, makanlah walaupun


susah kamu tetap harus makan agar kamu


tetap sehat jadi kamu bisa mengurusi


deni” ucap Anna tulus.


Dila menatap lekat netra Anna, dia akhirnya


menundukan kepalanya.


“Maaf” ucap Dila lirih.


“Sudahlah bahasnya nanti saja toh Deni juga


sedang sakit, makanlah aku temani kamu


makan aku juga sudah sangat lapar” ucap Anna.


Akhirnya mereka pun menikmati makanan yang


anna beli tadi di sekitar rumah sakit.


“An kamu sudah hubungi orang tua Deni?” ucap Dila.


“Sudah tadi aku sudah hubungi om Indra dan katanya beliau akan datang sore ini” ucap Anna sambil mengunyah makanannya.


Jujur Anna sangat kelaparan karena memang dari pagi belum terisi apapun.


“An .. apa kamu masih ada perasaan ke Deni?” ucap Dila pelan.


Seketika itu Anna berhenti makan dan netranya menatap lekat netra Dila.


“Kenapa memangnya?” jawab Anna dengan nada mengejek.

__ADS_1


“An aku bisa gila kalau sudah menyangkut Deni, apapun bakal aku kasihkan asal Deni jadi milikku” ucap Dila terisak.


“Sekalipun dia tidak mencintaimu?” tanya Anna.


“Akan aku rebut hatinya An pasti” ucap Dila yakin.


“Bukannya cinta bertepuk sebelah tangan itu menyakitkan ya Dil?” tanya Anna.


“Pastinya, tapi akan lebih sakit ketika kita tidak bersama orang yang kita cintai” ucap Dila.


Anna hanya manggut manggut dan tetep melanjutkan makannya, karena Anna enggan melanjutkan obrolan dengan Dila, hati Anna masih terasa sakit atas perkataan Dila.


Ketika mereka sedang berbincang, Deni mulai tersadar dan dengan lemah memanggil nama Anna.


“An..”panggil Deni lemah.


Dila langsung secepat kilat mendekati Deni, dan mengusap kepala Deni.


“Sayang bagaimana keadaanmu?apa yang kamu rasakan sayang?” tanya Dila.


“Aku mau anna, mana Anna?” ucap Deni.


Dila pun mengalah dan memanggil Anna untuk mendekati Deni.


“Panggil dokter Dil, biar dokter memeriksa dulu keadaan Deni” ucap Anna sambil mendekati ranjang pasien tempat Deni berbaring.


“Hai Den apa yang kamu rasakan? sudah enakan ?” tanya Anna sambil tersenyum.


Deni membalas senyum Anna dengan hangat.


“I’m fine baby” ucap Deni sambil menatap lekat netra Anna, membuat Dila yang mendengarnya merasakan denyut di dadanya.


“No baby aku Cuma butuh kamu disini” ucap Deni seraya tangannya meraih tangan Anna dan menggenggam erat.


Anna berusaha melepasnya pelan pelan tapi Deni makin mengeratkan genggamannya.


“Sekali ini aja sayang aku butuh energi dari kamu” ucap Deni.


Anna melirik Dila, Dila membuang muka, karena terlalu menyakitkan baginya.


Tak berapa lama dokter pun datang dan memeriksan kondisi Deni, dokter menyampaikan supaya Deni mengurangi stres berlebih dan tidak telat makan karena tensi deni rendah.


Setelah dokter itu pergi, Anna mengatakan ke Deni kalau pak Indra akan datang sore ini dan Deni begitu sumringah itu artinya Anna akan tetap tinggal disampingnya.


“Den mumpung ini masih siang aku pamit dulu ya ponselku tertinggal dirumah aku takut Rian menghubungi ku” ucap Anna.


Seketika air muka Deni berubah menjadi masam tapi Anna tidak menyadari itu.


“Iya an pulanglah biar aku yang merawat Deni” Dila membuka suara.


Mata Deni membola.


“Ngapain kamu disini pergi... aku sudah gak ada urusan denganmu” ucap Deni.


“Kamu salah Den, kamu sudah masuk ke hatiku terlalu dalam dan kamu sudah tidak bisa lepas dari ku” ucap Dila.


“Apa maksudmu Dila?” tanya Deni.


“Kamu semalam sudah meniduriku kalau aku hamil artinya aku menggandung anakmu” ucap Dila seraya tangannya mengusap air matanya.


Anna sangat kaget mendengar ucapan dila barusan dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


“Dila kamu... benarkah ucapanmu Dila?kenapa kamu serendah ini Dil untuk mendapatkan laki laki?gila kamu Dil” ucap Anna yang masih kaget dengan ucapan Dila.


“Aku memang gila An, aku gila karena sudah jatuh cinta dengan Deni” ucap Dila.


Tidak hanya Anna yang kaget Deni pun sangat kaget mendengarkan ucapan Dila.


“Jangan macam macam kamu Dila” seru Deni.


“Kalau kamu tidak percaya aku akan buktikan kalau aku sampai hamil kamu bisa tes dna karena aku gak pernah tidur dengan laki laki selain kamu” ucap Dila yang masih bergetar tubuhnya menahan tangis.


Deni memijat pelipisnya baru saja siuman sudah dihadapkan masalah kembali.


Anna tidak habis fikir kenapa masalahnya semakin rumit,


“Oke kita bicarakan itu nanti, sekarang fokus kesembuhan Deni dulu oke Dila” rayu Anna.


Kemudian Dila pun mengangguk.


“Den are you oke?” tanya Anna.


Tentu saja deni tidak baik baik saja masalahnya semakin rumit dia mencintai Anna tapi malah meniduri perempuan yang tidak dia suka.


“An kamu tetaplah disini aku mohon An aku butuh kamu” ucap Deni memohon.


Anna mengelus punggung tangan Deni sambil mengangguk.


Anna pun merayu Deni untuk makan dan minum, Anna sangat telaten menyuapi Deni, dan akhirnya bubur satu mangkok habis dimakan Deni.


Dila hanya duduk di sofa sambil mengamati mereka berdua, tak terasa butiran bening disudut mata Dila terus mengalir.


“Den kamu sudah makan, plis ijinin aku pulang ya aku juga pengen ganti baju sekalian ambil baju milikmu juga” ucap Anna.


"Kamu bisa menyuruh Dila An, gak harus kamu kan? aku butuh kamu An” ucap Deni.


“Tapi den aku pengin istirahat sebentar dirumah apa kamu seegois ini sama aku sih Den, apa gak kasian sama aku?” ucap Anna.


Akhirnya Deni pun merasa iba dan Deni mengizinkam Anna pulang dengan catatan tidak terlalu lama, Anna pun mengiyakan dan segera pamit.


Hanya ada Dila dan Deni diruangan itu, Dila terus menatap Deni tapi deni tidak bergeming.


“Aku mau tidur kamu kalau mau pulang pulang saja” ucap Deni acuh.


Hati Dila terasa sakit melihat sikap Deni yang dingin tapi ini konsekuansi Dila karena telah mencintai orang yang sama sekali tidak mencintai dirinya jangankan cinta Deni bahkan membenci Dila.


Selepas keluar dari kamar deni Anna pun mengentikan langkahnya, sekilas Anna melihat seseorang yang mengisi relung hatinya sekarang, anna pun mencarinya dan mengikutinya, sepanjang anna berjalan mengikuti rian anna tersenyum tiada henti karena kangen anna terobati melihat pujaan hatinya.


Rian terlihat sangat manis dengan untaian senyumnya yang tidak lepas dari wajahnya tiba tiba rian masuk ke salah satu ruangan dan anna pun masih setia membuntuti dengan niat akan memberi kejutan kepada Rian tapi apa yang terjadi???.....


#


#


#


Hahaha tegang ya readers 🤗 jangan lupa yaa klik klik like en komennya yaa othor tunggu  yaaa


🤗😘 telima kacih 😘😘


Salam sayang Anna♥️


 

__ADS_1


__ADS_2