Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
bab 23 Kekuatan cinta


__ADS_3

“An kamu dimana?” tanya laki laki diujung sana.


“Aku bentar lagi sampai rumah sakit, kenapa apa kamu butuh sesuatu?” ucap Anna.


“Aku Cuma butuh kamu An, tolong jangan lama lama, lagipula sebentar lagi papah Indra datang” ucap laki laki itu kemudian yang tak lain adalah Deni.


“Ya sebentar tunggu saja” ucap Anna.


Deni pun mengulum senyum mendengar Anna tidak banyak protes.


Tak terasa ada sepasang mata yang memperhatikan Deni dari tadi dan tiba tiba mata itu pun mmengembun.


“Den..” ucap Dila yang masih setia menunggu Deni sekalipun sudah ratusan kali deni mengusirnya dila tidak bergeming


Deni hanya melihat ke arah Dila sekilas.


“Kalau mau pulang, pulang saja aku ga butuh bantuan kamu” ucap Deni ketus.


Tak berselang beberapa menit Deni menuntaskan ucapannya pintu diketuk seseorang dan Deni berucap.


“Masuk sayang”.


Dan ketika pintu dibuka ternyata yang muncul bukanlah gadis yang membuat Deni tergila gila melainkan mba Mita dan Deby.


“Hai Den” sapa mereka.


Deni tersenyum.


“Hai.. kalian bareng my baby kah?” tanya Deni.


“Enggak kami datang terpisah tapi sepertinya Anna sebentar lagi datang tadi aku sempet hubungi dia” ucap mba Mita.


“Hai ..Dil kamu masih disini?kenapa gak istirahat dulua?” sapa Deby perhatian.


Dila tersenyum getir.


Deni acuh saat Deby menyapa Dila.


Ketika mereka sedang asyik ngobrol tiba tiba datang papah Indra, tentu saja pria paruh baya ini sangat cemas deengan kondisi putra semata wayangnya ini, terbukti begitu masuk kamar langsung mendatangi Deni dengan mimik cemas.


“Gimana kondisi kamu nak?” tanya papah Indra.


“Papah barusan dari ruang dokter, papah minta dokter terbaik yang menangani kamu” ucap papah Indra.


“Aku baik baik aja pah, udah sehat, selama Anna berada disisiku” ucap Deni.


Kening papah indra berkerut, lalu mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dicari dan akhirnya menangkapnya dengan indera penglihatannya.


Dan yang dicari tersenyum manis di ambang pintu kamar Deni.


“Pah gimana kabar papah indra?” ucap Anna saambil mencium tangan.


"Baik sayang.. , kamu darimana saja An calon suamimu sedang sakit gak ditungguin, malah Deni ditunggui gadis gadis ini bangaimana kalau calon suamimu diambil sama mereka?” ucap papah Indra bercanda.


Akan tetapi Deni menanggapinya serius.


“Pah apa apaan sih jangan berkata seperti itu pah.. hanya Anna pah hanya Anna cinta deni” ucap Deni dengan ketus.


Papah Indra terkekeh.

__ADS_1


“Sebegitu cintanya kamu heh sama Anna, sebaiknya kalian lekas menikah saja daripada berlama lama pacaran” ucap papah Indra.


“Deni mau pah besok juga mau” ucap Deni.


Mata Anna membulat.


“Hahaha jangan ikuti maunya Deni pah” ucap Anna dengan tawa yang dibuat buat.


Tiba tiba dila maju mendekati papah Indra dan berucap.


“Maaf pak.. perkenalkan saya Dila, saya.. saya gadis yang sangat mencintai anak bapak, saya minta maaf mungkin tiba tiba saya hadir disini, tapi rasa cinta saya yang besar lah yang membuat saya berani.. pak saya...” dila tidak melanjutkan kata katanya karen Deni membentak.


“Jangan percaya pah sama gadis gila ini, aku sama sekali tidak mencintainya dia yang mengejar ngejarku dan aku dijebak olehnya, gadis ini yang menjadikan aku dan Anna menjauh” ucap Deni dengan amarahnya.


Butiran bening membasahi pipi mulus Dila, mbak Mita mendekatinya dan memegang tangannya dan mengajak Dila untuk keluar dari ruangan itu karena suasananya yang tidak tepat.


“Hmm... tunggu, sejak kapan kamu mencintai anakku?dan .. kenapa kamu begitu berani menghadapku dan mengakui cintamu kepada anakku yang sebentar lagi akan menikah” tanya papah Indra dengam selidik.


“Pah ngapain papah nanya nanya gadis gila itu pah, disini ada Anna pah” ucap Deni memelas.


Dila mendekat kembali “saya sudah tidur 2x dengan deni pak” ucap Dila.


Papah Indra membola matanya.


“Apa kamu hamil?kalau kamu tidak hamil berarti Deni tidak perlu bertanggung jawab karena tidak ada bukti bisa jadi kamu menjebak anak saya” ucap papah Indra menyunggingkan bibirnya.


“Saat ini aku dalam keadaan belum hamil pak tapi... saya berdoa semoga hasil kemarin tidur dengan Deni bisa membuahkan hasil” ucap Dila.


“Dila..” pekik mbak Mita sambil mencengkram pundak Dila.


“Hmm aku tunggu kabarnya, dan selama menunggu ... kamu An pindahlah dari rumah Deni, biar nanti papah Indra langsung yang akan menjelaskan ke papah Adi, papah minta maaf An atas kelakuan anak papah, papah masih berharap kalian berjodoh” ucap papah Adi.


“Yes semoga saja Dila beneran hamil jadi aku bisa terlepas dari perjodohan ini” batin Anna.


“Ah iya pah gak papa mungkin ini yang terbaik” ucap Anna sambil mengulum senyum.


“Shit.. Dila pergi kamu dari sini” titah Deni dengan nada tinggi.


“Den kendalikan emosimu” ucap papah Indra.


“Kamu pergilah biarkan Deni istirahat, dia masih sakit hubungi aku dalam bulan ini” ucap papah Indra seraya memberikan kartu namanya kepada Dila.


“Baik pak terimakasih dan saya undur diri” ucap Dila


Kemudian mbak Mita dan Deby pun ikut pamit karena situasi yang tidak nyaman jadi mereka enggan untuk berlama lama disana


“Pah Anna pamit ya ... barangkali papah mau bicara ber dua dengan Deni” ucap Anna memecahkan keheningan


“An jangan kamu disini saja an temani aku, aku mohon”ucap deni seraya meraih tangan anna dan menggenggamnya erat


Mata Anna menatap papah Indra dan papah Indra pun berkata


“Pergi lah An barangkali kamu mau istirahat dulu, nanti kalau papah hubungi kamu lagi” ucap papah Indra


“An hemm an disini ya an aku belum makan sore an suapin ya an plis plis” rayu Deni


“Deni jangan bertingkah seperti anak kecil, biarkan anna istirahat setelah selesai papah akan suruh Anna kesini lagi” ucap papah Indra


Akhirnya Anna bisa keluar ruangan itu

__ADS_1


“Huft akhirnya .. sialan Deni dramanya keterlaluan” gumam Anna


Dan Anna pun mengambil benda pipihnya yang dia simpan di dalam tasnya dan langsung memencet tombol untuk menghubungi kekasih hatinya


 Ditempat lain mbak Mita dan Deby sedang melampiaskan amarahnya kepada Dila


“kamu gila ya Dil, kamu bener bener murahan... hah aku gak habis pikir kalau yang tadi ngomong itu kamu ya kamu sosok Dila yang aku kenal selama ini” ucap mbak Mita


“Aku memang murahan mbak, karena cinta ya cintaku lebih besar dari pada rasa maluku” ucap Dila


PLAAK


...


“ Kamu.. aku kecewa padamu dil” ucap Deby seraya menanpar pipi mulus Dila


“Hahah atas dasar apa kamu menamparku?kalian gak punya hak untuk mengatur ngatur hidupku” ucap Dila dengan tawanya yang mengerikan


“Besok pagi kemasi barang barangmu dan keluarlah dari kontrakan, aku tidak mau kontrakan kita ada gadis murahan disana karena takut akan jadi penyakit” ucap mbak Mita dengan menekankan ucapannya seraya meraih tangan deby untuk segera beranjak dari hadapan Dila


Tes


Tes


Tes


Tiba tiba air mata Dila mengalir deras tubuh Dila bergetar, bohong jika dila benci dengan Anna dan dengan teman temannya, Dila sangat menyayangi mereka egonya yang menghacurkan semuanya egonya yang menjadikan dia kehilangan teman teman yang sangat tulus sayang padanya, tapi.. ini yang dila mau asal dengan Deni dila merasa bahagia


Disebuah cafe didekat sudut rumah sakit terlihat dua sejoli yang merasa dunia hanya milik mereka ber dua


“Benarkah yang kamu katakan sayang?”tanya Rian


Anna sudah menceritakan semuanya dengan rinci tanpa kurang satu pun kepada Rian


Anna mengangguk tanpa melepas senyumnya dari wajahnya


“Cantik” gumam Rian sambil menatap intens Anna


“Apaan sih pak dokter jangan gitu ah aku jadi salting nih” ucap Anna


“An aku ingin segera menikah denganmu, kalau ternyata Dila hamil aku akan melamarmu segera setelah pengumuman itu” ucap Rian


sambil menggenggam tangan Anna


Anna tersenyum sumringah


“Aku tunggu itu pak dokter” ucap Anna


Dan mereka pun menikmati secangkir kopi americano yang pahit berasa menikmati caramel machiato


Namanya juga orang lagi kasmaran racun aja bisa jadi madu ya nggak ya nggak.....


 


Terimakasih yaa reader yang udah terus baca karya othor yang masih belajaran ini semoga reader suka ♥️


Jangan lupa like komen klik favorite yaa 🤗


 

__ADS_1


Salam sayang dari anna♥️


__ADS_2