
Keesokan Paginya.Kila sudah menunggu di depan gerbang Rumah Sakit.
Tit..tit.
Sebuah Mobil berhenti dan itu Roman yang menjemputnya.
"Sayang ayo masuk."
Kali ini Roman tidak turun membukakan pintu,sesuai permintaan Kila.
"Sayang apa sudah lama menunggu."?
"Baru lima menit saja."
"Kamu kelihatan sangat lelah,ayo sekarang
berbaring disini."
Roman menyetel kursi lebih rendah agar Kila bisa sejenak istirahat.
"Sayang apa ini nyaman."?
"Iya."
"Apa ingin pergi makan."?
"Nggak."
"Lalu kita akan kemana sekarang."?
"Kamu akan pulang kan hari ini."?
"Kenapa dia bertingkah aneh pagi ini ya? gumam Roman.
"Kenapa tak menjawab."?
"Iya hari ini akan pulang."
"Kalau begitu antar aku pulang."
"Huh dia sepertinya sedang marah padaku." lirih Roman pelan.
"Baik sayang sekarang istirahatlah,jika nanti sudah sampai akan aku bangun kan ya."
Kila memejamkan matanya dan ia pun tertidur.ia sungguh lelah sekali.
Lima belas menit kemudian mobil sudah berhenti di sebuah Pantai yang jaraknya cukup jauh dari Ibu Kota.
"Huft,dia sepertinya benar benar lelah dan aku akan menunggunya bangun baru akan bicara." gumam Roman.
__ADS_1
Roman menyandarkan tubuh Kila dalam pelukannya dan mereka masih di dalam mobil.Roman pun membelai rambut Kila dengan mesra,ia juga tak berhenti mencium rambut Kila.
Ia membuka ikat rambut milik Kila agar rambut Kila bisa tergerai indah.
Setengah jam kemudian Kila bangun dan sadar,jika ia berada dalam dekapan Roman.
"Sayang kamu sedang apa."?
"Sayang kamu sudah bangun."?
"Iya,apa kita sudah sampai."?
"Kita di Pantai saat ini."
Kila melihat sekelilingnya.
"Ini sungguh jauh."
"Hanya lima belas menit dari Kota."
"Sayang kamu."
"Kamu kenapa sedikit aneh hari ini."?
"Apa yang aneh."?
"Itu seperti sedang marah pada ku."
"Kamu sedang berbohong kan sayang."?
"Baiklah aku memang sedang marah."!
"Uhmm...uhmm...uhmmm.."
Roman langsung mencium bibir Kila agar Kila bisa tenang.
"Uhhh,Kila mendesah setelah Roman
melepas ciumannya.
"Apa sudah baikan sekarang."?
Wajah Kila seketika memerah dan merona.
"Sayang apa masih marah padaku."?
'Bruk.."
Kila menjatuhkan tubuhnya kembali ke dalam pelukan Roman.
__ADS_1
"Aku marah kamu akan pulang."
"huhuhu...hiks...hiks." Kila menangis.
"Sayang jangan menangis aku kan harus pulang ke sana."
"Tapi itu sungguh jauh dan kita tidak akan bisa bertemu lagi kan."?
"Sayang aku sudah berjanji bukan?janji akan segera kesini."
"Tapi tetap saja itu waktu yang lama kan."?
Roman mencoba meredam kesedihanKila,ia memeluk Kila penuh kehangatan.
"Sudah jangan sedih lagi ya." aku pasti akan terus menelpon dan memberimu kabar ya sayang."
"Iya."
"Jika kamu seperti ini hatiku tak akan bisa
tenang saat di sana."
"Baiklah aku akan mencoba untuk tidak lagi bersedih."
"Kila sayang,kamu harus tahu aku hanya milikmu jadi jangan khawatirkan aku ya."
"Iya aku mengerti."
Akhirnya Kila tak lagi menangis.ia pun mulai
tersenyum lagi.
Pagi itu mereka membuka pintu mobil,tapi
tetap duduk didalamnya sambil menikmati udara Pantai yang sejuk.
"Ohya sayang,aku punya sesuatu."
"Apa itu."?
Roman meminta Kila untuk berbalik dan agar Kila menutup kedua matanya.seketika itu Roman memasangkan sebuah kalung pada leher Kila.
"Ayo buka matamu dan lihatlah."
"Ehh ini."?
"Sayang ini untukmu dan bisakah kamu menjaganya untukku."?
"Tentu dan terima kasih ya sayang."
__ADS_1
"Iya."
Roman begitu memanjakan Kila selama bertemu dua hari ini dan itu sanggup untuk membuat Kila jatuh cinta dalam sekejap. Pesona Roman yang begitu lembut dan romantis membuat Kila terpedaya juga.Kila tak tahu apa yang sebenarnya akan datang menunggunya di kemudian hari,ketika telah memutuskan untuk menjalin apa itu sebuah hubungan asmara dengan Roman.