
***
Tiga hari berlalu dari kepulangannya.Kila kini tengah disibukkan lagi dengan jadwal kuliah nya.ia pergi pagi pagi sekali dan pulang di senja hari.
Mandala juga belum kembali dari Kota B dan itu juga membuat Kila penasaran ada urusan apa Kakaknya kembali ke Kota kelahiran mereka itu.
Kila berusaha menghubungi Mandala namun tidak berhasil.Kila pun mencoba mengirimkan pesan singkat saja,berharap agar Mandala membaca dan juga segera membalas pesan pesan itu.
Dua hari berlalu,Mandala tak juga satu pun membalas pesan dari Kila.
Kila akhirnya menghubungi sang Mama yang tercinta,namun hasilnya sama.begitu juga dengan nomor kontak sang Papa,terlihat jika semuanya tengah menghindari Kila,itulah yang ada di pikiran Kila saat ini.
Ia pun memberanikan diri mengambil libur di masa sibuk kuliahnya.ia berencana untuk pulang ke Kota B untuk mencari kepastian kabar dari Keluarga tercintanya.
***
"Kapan kamu berangkatnya sayang."?
"Pagi besok sayang."
"Kamu ada hal apa pulang kesana?apa ada terjadi sesuatu sayang."?
"Nggak ada apa apa sayang,cuma ada urusan keluarga sedikit kamu gak apa kan sayang kalau aku pergi."?
"Ya udah tapi kamu harus hati hati dan kabari aku ya sayang."
"Iya."
"Uhm...um..huump...
"Kamu lagi rindu aku kah sayang."?
"Iya ratuku semuanya darimu aku merindukan nya."
Malam itu Kila berpamitan pada Roman jika ia akan berangkat sementara kembali ke Kota B.ada rasa cemas di hati Kila yang harus segera ia cari tahu sendiri.
Roman yang kini juga mulai pelan pelan sudah bisa melangkahkan kakiznya yang pernah cedera hampir dua bulan yang lalu,ingin sekali segera pulih dalam satu bulan ini.ia pun sudah tidak sabar ingin kembali ke Kota K menemui Kila pujaan hatinya.
***
Paginya Kila sudah berangkat menuju Kota B.ia juga sudah menunggu di teras rumahnya setelah dua jam lalu menempuh perjalanan, rasa lelah yang kian menggelayuti tubuhnya tak juga membuat Kila surut dengan rasa penasarannya.
***
__ADS_1
Hampir satu jam menunggu akhirnya yang ditunggu tunggu pun juga tiba.kali ini tampak Mandala memasuki parkiran mobil di samping teras.
Tit...tit...tit....
Suara klakson itu seolah memberi tanda pada Kila untuk segera bangkit dari duduknya.
"Kak kenapa klakson terus."?
"Ayo naik."
Kila menurut saja dengan perintah Sang kakak ini.ia segera naik ke mobil tanpa lagi memperdulikan dengan barang bawaannya dari Kota K.
Di dalam mobil,Kila berusaha memecahkan keheningan karena kakaknya terlihat sangat tegang.
"Ohya kak,kakak apa kabar."?
"Baik."
"Mama dan Papa kemana kak."?
"Ada kok."
"Kita mau kemana sekarang kak."?
Kila pun akhirnya memutuskan untuk tak lagi bicara ataupun bertanya.ia tahu jika kakak nya sedang marah.
Kila pun mulai sibuk dengan ponselnya dan ia juga mengabarkan pada Roman jika ia sudah tiba di Kota B.
Setengah jam mereka tiba di sebuah Cafe.ya Cafe yang sudah pernah jadi saksi cinta ia dan Roman.Cafe yang juga sudah banyak sekali menyimpan kenangan indah bagi Kila.
Mandala mengajak Adiknya ini kesini untuk apa,itulah yang jadi pertanyaan Kila,namun ia tetap diam sampai kakaknya sendiri yang mulai untuk bicara.
***
Mandala memesan beberapa makanan dan minuman,tanpa lagi menanyakan dulu apa yang ingin Kila makan.ia tampak sangat gundah akan adiknya ini.
***
Makanan dan minuman pun sudah tersaji, Mandala segera mengajak Kila menyantap sajian itu.
Ditengah tengah menikmati sajian,akhirnya Mandala mulai memecahkan rasa canggung ini.ia berharap mendapatkan sesuatu yang jelas atas apa yang sudah lama ia simpan dalam benaknya,meski mungkin saja apa yang ingin ia ketahui ini bisa membuat Kila kecewa padanya.
"Heem...Kila,Roman itu siapa."?
__ADS_1
Kila menghentikan aduan sendok dan garpu diatas makanannya.ia mencoba mencerna kembali apa yang sudah Mandala tanyakan barusan.
"Ro...Roman kak."?
"Iya Kila."
Tatapan penuh harap nampak jelas di mata Mandala.Kila pun memberanikan diri untuk mulai menjawab apa yang ingin kakaknya ini ketahui tentang diri Roman.
"Dia orang terdekat Kila saat ini kak."
"Sudah berapa lama."?
"Mau jalan dua tahun kak."
"Dimana dia sekarang."?
"Ada di Kota J kak."
"Kila apa kamu begitu serius dengan dia."?
"Itu tentu saja iya kak."
Mandala melanjutkan makannya.ia tak lagi bertanya apapun hingga mereka sudah usai menyantap makanan yang tersaji itu.
Sementara Kila memenuhi otaknya dengan tumpukan rasa penasaran.ia tak habis pikir jika Mandala bisa tahu tentang Roman.apa yang sebenarnya sudah terjadi saat ini.
Selesai makan Mandala pun sesegera mungkin
mengajak Kila pergi menuju Bandara.Kila yang menyadari jalan ini akhirnya bersuara.
"Kak kenapa kita menuju Bandara."?
"Kita akan menyusul Papa dan Mama ke Kota J hari ini."?
"Apa kak?ada apa sebenarnya."?
Lagi lagi Mandala tak mau menjawab rasa penasaran adiknya ini,tapi ia juga tak mau membuat adiknya ini gundah.
"Kakak sudah tahu kamu akan kemari dan sekarang waktunya pulang ya."
Kila hanya bisa terdiam.ia makin tak bisa mengerti yang sebenarnya dengan situasi yang ia hadapi ini.ia mengikuti saja apa yang kakaknya perintahkan.
Kila berharap semua akan baik baik saja saat ia tiba nanti di Kota J.
__ADS_1