
***
"Selamat pagi Tante saya datang untuk menjemput Kila."
"Ayo duduk dulu Tante panggilkan dulu ya Kila nya."
Tak lama kemudian Kila dan Mamanya keluar.
"Roman tolong bantu jagain Kila ya."
"Iya Tante."
Kila dan Roman akhirnya berlalu pergi.
"Sayang bilang apa sama Mama Papa kok bisa di izinkan pergi."? Lirih Roman.
"Ada dech sayang."
Roman pun melajukan mobil menuju ke kantor nya.
***
"Sayang pagi ini aku ada rapat sebentar ya sayang."
"Ya gak apa apa."
Pagi ini Roman rapat di Ruang Direksi dan sementara Kila menunggu di ruangnya Roman.
***
Segera selesai rapat,Roman kembali lagi ke ruangannya.Roman sudah janji akan pergi membawa Kila jalan jalan.
"Apa mau pergi sekarang sayang."?
"Sayang kita di sini aja ya."
"Tapi aku kan sudah janji mau ajak kamu jalan jalan sayang."
"Di sini juga jalan jalan kok."
Roman melihat ekspresi Kila yang memang enggan untuk keluar lagi.
"Oke kalau begitu bantu aku cek ini saja ya."
"Apa itu."?
Roman mengajak Kila duduk di meja kerja nya.
"Wah ini kursi Direktur kan sayang."aku mana boleh."
"Kamu akan jadi Nyonya nya nanti."
"Oke sekarang aku harus ngapain."?
__ADS_1
"Duduk dan lihatlah komputer yang didepan
lalu coba cek apa ada kata kata yang kurang tepat di File ini."
Kila pun mulai mengecek satu persatu Draft yang sudah tertulis di sana.ia tampak sangat serius kali ini.Roman memandanginya dengan penuh senyum.
***
"Sayang ini sudah selesai."
"Kerja bagus sayang,ternyata sayangku ini sangat jago."
"Ini sedang memuji atau sedang...."
Roman akhirnya bangun dari kursinya.ia lalu
mengangkat dan menggendong Kila ke sofa.
"Sayang mau ngapain."?
"Aku mau kita bisa menikah segera sayang."
"Apa sekarang sedang melamarku."?
Roman mendekatkan wajahnya ke Kila.
"Sayang apa ingin jadi istriku."?
Wajah Kila mulai memerah.Roman semakin dekat.
Uuhm...uhmm..uhmm...
Mereka pun berciuman mesra.ciuman yang amat hangat rasanya bagi Kila.
"Uh sayang ini." rintih Kila di telinga kanan Roman.
Roman pun akhirnya melepaskan ciumannya.
"Sayang ada apa."?
"Nggak kok hanya takut."
Roman tertawa kecil melihat Ekspresi Kila yang takut jika ia terlalu jauh.
"Sayang apa kali ini terasa lebih nikmat."?
"Apa nya."?
"Ciuman kita yang barusan sayang."
Wajah Kila kembali merona di buatnya.tak kala Roman makin dekat.Roman memeluk Kila
erat.ia juga membisikkan kata kata di telinga kiri Kila.
__ADS_1
"Sayang aku ini Laki Laki,aku juga sangat ingin,tapi aku tak akan mudah mengambilnya begitu saja."
Kila pun tertegun mendengar bisikan Roman.ia yakin jika Roman menghargai dirinya.
"Sayang terima kasih ya."
Roman melepas pelukannya.lalu ia mencium kening Kila dengan lembut.
Roman akhirnya tetap saja mengajak Kila untuk berjalan jalan.
"Sayang hari ini terik kita sebentar saja ya."
"Nggak ah kita di mobil saja."
Roman menyetel jok Kila agar Kila bisa lebih
rileks.
"Sayang aku punya sesuatu untukmu."
Kila terkejut saat membukanya.
"Sayang ini."?
"Ini adalah hadiah Papa buat Mama di hari Pernikahan mereka,Mama memberikan ini beberapa waktu yang lalu."
Kila ingat saat itu Roman sudah pernah ingin memberikan ini padanya,tapi langsung saja ia menolaknya saat itu
"Sayang ini pasti sangat berharga."
"sayang aku ingin cincin ini menjadi saksi dari kisah cinta kita juga."
"Tapi ini bukan lamaran kan sayang."?
"Anggap saja iya."
Kila ragu ragu mengambilnya,tapi ia sudah sangat yakin akan keseriusan Roman pada nya.
"Baik sayang aku akan menerimanya kali ini."
"Benarkah."?
Kila mengangguk dan segera Roman memakai kan cincin itu ke jari manis Kila.
Roman pun mencium tangan Kila dengan mesranya.
***
Malam harinya Kila tidur lebih awal.ia sangat sangat mengantuk sekali.ia tak tahu ketika Mama dan Papanya sudah berada dirumah.
"Ma apa Kila sudah tidur."?
"Iya sepertinya Pa."
__ADS_1
Kila tidur sangat lelap.panggilan telpon dari Roman pun tidak terjawab olehnya.