Cinta Terlarangku Untukmu

Cinta Terlarangku Untukmu
Ep 40 Kembali diterima


__ADS_3

Esok harinya di Universitas Mandiri.


***


Mandala dan Kila menuju Ruangan Kepala Universitas.di sana Kila juga di minta untuk menyelesaikan semua keperluan Administrasi bagi mahasiswa baru.


Satu jam kemudian Mandala mengantarkan Kila kembali ke rumah.


Dirumah yang cukup besar ini,tiap harinya hanya ada Bibi Rui.Mandala sudah biasa pulang kerja sangat larut bahkan dia tak jarang harus lembur.


Di kamarnya malam itu,Kila tengah sibuk menyiapkan berbagai peralatan untuk kuliah nya lusa esok.tak disengaja ia menjatuhkan sesuatu dari dalam kopernya.


"Ya Tuhan kotak ini..."


Kila membukanya dan isinya adalah cincin yang pernah diberikan Roman.


"Roman aku sangat merindukanmu." gumam Kila.


Tak terasa air matanya jatuh,Kila tak kuasa menahan sedihnya jika teringat akan sosok Roman.ingin sekali rasanya bisa mendengar suara Roman tapi saat ini itu tak mungkin karena ia pun sudah mengganti nomornya dan juga tak lagi menyimpan kontak Roman.


Terdengar suara pesan yang masuk ke ponsel nya,membuat Kila tersadar dari lamunannya.


Beep...beep...beep..


"Biyan:Kila apa kabarmu di sana."?


"Kila:aku baik Biyan."


"Biyan:Kila aku punya sesuatu untukmu."


"Kila:apa itu."?


"Biyan:berjanjilah dulu tidak marah."


"Kila:baiklah Nona manis."


"Biyan:08xxxxxxxx


"Kila:apa kamu sedang menjodohkanku."?


"Biyan:kita lihat saja nanti hasilnya."


"Kila:baiklah aku akan menyimpannya."


"Biyan:terima kasih ya Kila cantik."


"Kila:iya sama sama Biyan."


Beberapa saat yang lalu Roman pernah meminta nomor Kila yang baru,namun Biyan menolaknya,agar merasa tak bersalah,lebih baik jika ia saja yang memberikan nomornya Roman pada Kila.

__ADS_1


****


Kring...kring..kring...


"Hallo selamat malam ini dengan siapa ya kalau saya boleh tahu dan ada apa menelpon ku?


"Ini adalah suara Kila ku ternyata." lirih Roman pelan.


Kila juga merasa suara itu tak asing baginya, ia seolah sangat mengenal pemilik dari suara ini.


"Maaf apa aku menganggumu."?


"Tidak kok."


"Apa aku boleh bicara satu hal tuan.?


"Silahkan nona."


"Apa kamu mengenal Kila."?


Roman terdiam,apakah ia harus jujur saat ini?


"Hallo apa tuan masih di sana."?


"Eh maaf barusan tadi ada yang lewat."


"Apa tuan pernah mengenal Kila."?


"Kenapa tuan bisa tahu Namaku."?


"Kila ini aku Roman."


Tangan Kila gemetar.tak sanggup rasanya ia untuk lagi bicara.ia hanya diam terpaku.


"Kila aku tahu kamu masih marah."


"Kila aku tahu kamu masih mendengarkanku."


"Kila apakah itu sungguh berat bagimu? walaupun aku hanya sekedar jadi temanmu."?


Suara berat penuh tangispun terdengar.


"Kila apa kamu menangis."?


"Kila aku akan tutup telponnya."


Roman tak ingin Kila bersedih karena dirinya.


Tut...tut...tut....

__ADS_1


Telpon pun terputus,karena Roman yang lebih dulu memutuskannya.ia takut akan membuat diri kila makin membencinya.


Tak lama kemudian ponsel Roman pun kembali berdering,itu panggilan dari nomor barusan dan Roman segera mengangkatnya,tapi ia sama sekali tak berani bersuara atau pun bicara.yang terdengar suara seseorang yang sedang tersedu sedu.


Roman tahu Kila sedang menangis,ia pun ikut membiarkannya hingga Kila bisa juga mereda tangisnya.


"Ro...Roman aku benci padamu."


"Aku pantas menerimanya Kila."


"Aku juga sangat ingin melupakanmu."


"Tak apa jika itu baik untukmu Kila."


"Roman aku sungguh sungguh."


"Kila jika kamu memang tak ingin lagi aku menghubungimu,maka biar aku saja yang mengganti nomorku."


"Roman aku sungguh mencintaimu."


Roman tertegun,ia tak yakin akan apa yang baru saja ia dengar.


"Kila apa aku sedang bermimpi."?


"Roman aku masih mencintaimu."


"kila kamu dimana sekarang."?


"Maaf jika aku yang keras padamu,aku ini ternyata memang tak bisa melupakanmu di dalam hatiku."


"Kila kamu sedang serius kan."?


"Apa aku terdengar sedang bercanda."!


"Kila jangan marah tapi ini terasa bagai mimpi bagiku setelah apa yang sudah aku lakukan padamu."


"Roman aku rasa kamu harus mendapatkan kembali kepingan hati itu mulai sekarang."


"Baik Kila tantanganmu aku terima."


Tut...tut...tut...


"Ya Tuhan aku akhirnya memberinya lagi satu kesempatan,semoga ini bukanlah keputusan yang salah." lirih Kila.


Kila tak menyangka jika pada akhirnya ia luluh juga dengan Egonya sendiri.ia hanya berharap Roman dapat mengetahui sendiri letak kesalahannya selama ini.Kila tak ingin pula terus berlarut larut menghakimi Roman.


Malam itu Roman sungguh bahagia,ia sudah


berjanji dalam hati tak akan lagi mencoba menyakiti Kila,apapun itu.

__ADS_1


Roman ingin kembali membangun satu pondasi


cintanya untuk Kila diatas Nama sebuah kejujuran.


__ADS_2