
Mereka duduk berjauhan.Kila masih merasa dirinya tak nyaman.
"bolehkah aku tahu kenapa kamu bisa disini sayang."?
"Itu aku sedang kuliah lagi di sini."
"Lalu kuliah di mana."?
"Universitas Mandiri."
Roman kembali mendekati Kila.ia menatap Kila kian lekat.
"Sayang mau apa."?
"Uhm...uhm..uhmm
"Kenapa terus mengecup bibirku."?
"Apa kamu tahu sayang?bibirmu ini sungguh sangat manis."
Kila merebahkan kepalanya ke dada Roman, wangi aroma tubuh Roman membuatnya makin nyaman sekarang.
"Sayang aku tak mau jauh darimu."
"Kila sayang jangan menggodaku lagi."
"Aku serius."
"Jadi apa aku harus pindah ke sini."?
Kila mengangguk tapi juga sekaligus langsung menggelengkan kepalanya.
Roman pun tahu maksud dari ucapan Kila padanya barusan.
"Sayang ayo ikut aku."
"Kita akan kemana."?
"Ke tempat kerjaku bagaimana."?
***
Sepuluh menit kemudian mereka tiba
di sebuah Gedung.
"Roman kenapa semua melihat kita."?
"Sayang mereka karyawanku." tidak apa. "
Roman mengajak Kila ke ruangannya.
"Calon Nyonyaku,bisakah membantuku
sebentar."?
Roman memeluk Kila dari belakang.
"Katakan ada apa."?
"Bisakah membiarkan diri ini bersandar walau hanya sebentar?aku lelah sayang."
__ADS_1
Kila membawa Roman menuju sebuah sofa di sudut ruangan itu,ia duduk lebih dulu,hingga Roman bisa berbaring di pangkuannya.
"Sayang tidurlah sebentar di sini."
Roman pun merebahkan tubuhnya.Kila pun
membiarkan Roman tidur didalam dekapan nya.
Satu jam berlalu,Roman terbangun,seketika ia memandang Kila yang juga tertidur.Roman membaringkan tubuh Kila perlahan.
"sayang kamu sangat cantik." lirihnya.
Roman kembali ke meja kerjanya,ia lanjut mengerjakan beberapa berkas dengan sangat serius.
"Uhh...."
Roman melirik dan segera mendekati Kila.
"Sayang ada apa."?
"Sayang ayo kita pulang."
"Baiklah tapi beri aku sesuatu dulu ya."
Umm..uhmm.uhm..
"Apa ini cukup.",
Roman mengangguk dengan penuh senyum.ia juga balik mengecup kening Kila.Roman lalu menuntun jalan untuk Kila saat di jalan raya meski ia sendiri tidak begitu kenal dengan Kota K ini,namun Roman sudah sangat sering kemari beberapa tahun silam.
***
"Sayang ayo masuk."
"Lain kali saja ya kamu harus segera istirahat sekarang."
"Baiklah hati hati di jalan ya sayang."
Roman pun segera berlalu dan Kila masuk memarkirkan mobilnya ke dalam Garasi.
***
Tok...tok..tok..
"Uh..apa Bibi Rui yang mengetuk."?
Kila bangun,ternyata hari sudah malam.
"Non apa belum ingin makan."?
"Oh nanti saja Bi."
"Baik Non."
***
Pagi esoknya Roman pun sudah menunggu di depan pagar rumah.saat Kila keluar Roman sangat terkejut,Kila sepertinya benar benar merubah penampilannya.sangatlah Tomboy.
Roman membukakan pintu mobil untuk Kila.
"Ada apa menatapku."?
__ADS_1
"Aku hanya ingin memasang sabukmu sayang."
Wajah Roman begitu dekat.jantung Kila pun kian cepat,ia merasa jika Pria yang di depan nya ini akan berbuat sesuatu dan itu benar.
Uhmm...uhmm...uhmm..
"Sayang ini..."?
"Kaca mobilnya gelap,tidak ada yang bisa melihatnya."
Kila menggigit bibirnya,sungguh ia lagi lagi
mendapatkan sarapan manis barusan ini.
Roman menghidupkan mobil,mereka pun sudah berlalu.
"Kenapa terlihat berbeda sekarang."?
"Biar tidak ada yang berani mendekati."
"Sayang bagaimanapun kamu akan tetap cantik."
Roman tersenyum menggoda sambil terus menyetir,Kila pun pura pura asyik membaca buku yang di bawanya.
***
"Sayang kita sudah sampai."
Kila memberi sebuah kecupan bibir untuk Roman.
Umm...uhmm...
Lalu segera turun dari mobil,melangkah masuk ke dalam kampus.Roman juga segera pergi menuju Kantornya.
Sejak pagi jadwal kuliah Kila pun padat dan waktu istirahat pun hanya sedikit dan ia pun tetap semangat,apalagi di setiap kesempatan Roman pun mengirimkan pesan pesan yang romantis ke ponselnya.
Hari ini Kila pulang sangat sore,Roman setia menunggu di Gerbang kampus.
"Yuk pulang."
"Sayang kita makan dulu ya."
Kila pun mengangguk,ia menyandarkan kepala nya.rasa kantuk pun sungguh tak tertahankan hingga akhirnya ia sudah terpejam.
Roman melirik ke arah Kila yang kini tengah pulas tertidur,ia mengalihkan setir mobilnya menuju kerumah Kila.
***
Tok...tok...tok...
"Maaf Tuan siapa."?
Setelah memperkenalkan dirinya,Bibi Rui pun mengizinkan Roman membawa Kila masuk ke dalam.
"Maaf sudah merepotkan tuan Roman."
"Tidak apa apa Bi aku pamit pulang ya."
Bibi Rui mengantar Roman hingga ke pintu gerbang depan.
Kila tak menyadari jika ia sekarang telah terlelap di kamarnya.janjinya untuk makan bersama Roman pun tak terpenuhi.
__ADS_1