
***
Pagi itu Kila dan Roman sungguh mulai lagi berkomitmen untuk bersama sama kembali dan menjalin hubungan asmara mereka lagi.
Perasaan keduanya sungguh bahagia,terlebih Roman yang akhirnya mampu membuktikan pada Kila,jika ia sangat tak bisa melepaskan perasaannya dari Kila.
"Yuk berangkat sayang."
Mobil pun meninggalkan Pantai dan Roman ingin membawa Kila makan sejenak sebelum kembali mengantar Kila pulang.hatinya terlalu senang akan pertemuannya lagi bersama Kila.
***
"Sayang mau makan apa."?
"Sama aja sama kamu sayang."
"Ayo kita makan sayang."
Di meja sudah begitu banyak makanan yang tersaji dan tentulah saja itu semua makanan dan minuman Favorit mereka berdua.
"Sayang aku suapin ya."
"Oke."
Kila makan dengan lahap apalagi itu adalah suapan tangan dari Sang pujaan hatinya.Kila benar benar kenyang dengan cepat.
Roman setelah menyuapkan Kila,ia juga balik Kila yang menyuapi.
"Sayang yuk buka mulut."
"Duh enaknya di suapin ma Suster cantik."
"Sayang kok aku di tatap terus."?
"Kamu cantik sih mana tahan mata ini."
"Duh mulai lagi ya,yuk habisin makannya."
__ADS_1
"Ohya sayang habis ini kita mampir dulu ya ke tempat lain."
"Siap sayang ku."
***
"Kila sayang kita sudah sampai."
Kila melihat Sebuah Gedung tinggi nan mewah dan Roman membawa Kila masuk sambil terus mengenggam tangan Kila seolah Kila adalah kekasih satu satunya miliknya yang tidak bisa orang lain sentuh.
"Selamat Pagi Tuan."
Di Lobby mereka di sambut hangat dan tentu saja Kila pun menjadi pusat perhatian atas kedatangannya bersama Roman Sang Direktur mereka.
***
"Sayang yuk masuk."
"Iya."
"Duduklah di sini aku ganti baju dulu ya."
"Sayang ada apa."?
"Sayang kamu cocok sekali memakainya dan kamu itu sangatlah tampan."
"Benarkah?tapi sepertinya masih ada yang kurang kan sayang."?
"Apa."?
Roman mengeluarkan dasi dari tangannya.
"Sayang bisakah memakaikan ini padaku."?
"Tentu saja."
Kila mulai memasangkan dasi tersebut dan ia terlihat sangat serius,Roman pun tak tahan melihatnya,ia pun mulai melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kila sambil terus saja menatap Kila dengan mesra.
__ADS_1
Dug...dug...dug...
"Ya Tuhan kenapa Jantungku begitu cepat begini."? gumam Roman pelan.
"Sayang ini sudah selesai."
"Sayang terima kasih."
Uhm...uhmmm...uhmmm...
Uhm...uhm...uhmm...
Akhirnya mereka berciuman setelah sekian lamanya dan itu sungguhlah membuat mereka kian dekat hari ini.
"Duh hatiku kenapa berdebar debar begini." gumam Kila dalam hati.
"Uhh...sayang." desah Kila yang kian larut menikmati bibir Roman.Roman pun tak kuasa menahan nafsunya,ia menciumi leher Kila dengan penuh gairah hingga Kila kian terpaku menikmati kecupan demi kecupan dari dirinya.
***
Roman mulai kembali mengerjakan pekerjaan nya,setelah tadi ia begitu bersemangat sekali bercumbu mesra dengan Kila,sementara Kila tengah melihat deretan buku yang terpajang rapi di lemari.
Roman tampak diam diam mencuri pandang ke arah Kila duduk.
"Sayang kamu terlihat makin cantik ketika sedang serius." gumam Roman.
***
"Sayang kamu masih sibuk ya."?
"Ada apa."?
"Aku ngantuk sayang."
Roman bangkit dari kursinya,lalu ia membawa Kila ke sofa.
"Sayang pergilah aku bisa tidur sendiri kok sayang."
__ADS_1
"Sudah tidurlah biar aku temani hingga kamu terpejam ya."
Siang itu Kila tidur dengan nyenyak sekali hingga ia juga lupa memberikan kabar pada Mamanya jika ia baik baik saja.