
***
Mereka pun beranjak dari bibir Pantai. Tiba tiba Roman tanpa sengaja atau tidak telah memegang dan menggenggam tangan Kila menuju ke mobil.
***
Tit...tit...tit..
"Bimo,Roman aku dan Kila pulang dulu ya."
"Baik Biyan aku titip Kila padamu ya."
"Ada apa Roman."?
"Biyan aku akan kembali ke Kota J.
Biyan menatap ke arah Kila yang sejak turun dari mobil hanya diam.
"Baik Boss Besar aku akan menjaga tuan
Putri Kila dengan baik."
Kila mendekati Roman.
"Roman aku pulang dulu dan jika kamu akan pulang kabari aku."
"Iya Kila tentu saja."
***
"Hei Roman apa yang terjadi."?
"Kila sama seperti biasanya."
"Roman tenanglah aku yakin ia tak ingin juga
kamu pergi."
"Bimo yuk pulang."
***
"Sayang dari mana."?
"Itu Ma dari rumahnya Biyan."
"Ya udah istirahatlah ya sayang kan dinas
sore hari ini."
"Iya Ma."
***
Malam harinya setelah pulang kerja Kila dan Mamanya menonton Tv.
"Sayang ponselnya bunyi tuh."
Kila melihat panggilan itu dari Roman dan ia dengan cepat mengambil ponselnya.
"Hallo Biyan ada apa.",
"Kila ini aku Roman."
"Ah Biyan aku gak kedengaran nanti aku
telpon balik ya."
__ADS_1
Tut....tut ..tut...
"Kapan aku jadi Biyan? ada apa ini."? gumam Roman.
***
"Sayang apa Biyan baik baik saja."?
"Ma Kila telpon Biyan lagi ya tadi terputus."
"Iya sayang."
Di kamarnya akhirnya Kila berkirim pesan pada Roman.
***
"Sayang pagi pagi dah cantik mau kemana."?
"Ke rumahnya Biyan Ma."
"Jangan pulang terlalu sore ya sayang."
"Iya Ma kila pergi dulu ya."
Setengah jam kemudian Kila sudah sampai.ia turun dari mobilnya dan segera menghampiri Roman yang tengah duduk di dalam mobilnya.
Roman turun dari mobilnya setelah Kila sudah
mengetuk jendela mobilnya.
"Kila aku mohon terima ini."
Sebuah amplop coklat ukuran besar.
"Ohya apa masih ada yang lain yang ingin kamu sampaikan."?
Kila pun berbalik menuju kembali ke mobilnya.
"Kila aku mencintaimu meskipun kamu tak mau peduli." teriak Roman.
Kila menghentikan langkah kakinya.
"Roman jangan terus menyiksa dirimu dan apalagi itu hanya untukku."
"kila aku pantas mendapat hukuman apapun darimu." teriak Roman lagi.
Kila berbalik dan menghampiri Roman kembali dan Roman pun akhirnya berdiri di hadapan Kila.ia mengangkat wajah Kila yang diam diam pun sudah penuh dengan air mata.
"Kila kamu nangis."?
Roman pun langsung memeluk Kila.
"Hiks..hiks..hiks...hikss..
Kila menangis tersedu sedu,seolah ia juga ingin menyampaikan pada Roman perasaan nya yang sebenarnya.
mereka berpelukan cukup lama hingga Kila akhirnya diam dan melepas pelukannya.
"Kamu kenapa Kila."?
"Ak...aku."
"Ceritalah jika itu bisa membuatmu lega dan
aku akan mendengarnya Kila."
"Aku sungguh tidak apa apa Roman."
__ADS_1
Mereka berdua saling diam,Roman pun masih menatap Kila dengan penuh rasa penasaran, namun ia juga tak mau memaksa Kila untuk bercerita.
"Kila pakai ini anginnya cukup kencang,aku tidak ingin kamu kenapa napa."
"Roman tapi ini punyamu."
"Aku ingin kamu yang menyimpannya Kila."
"Terima kasih Roman."
"Kila apa kamu percaya takdir."?
"Percaya,kenapa memangnya."?
"Kila aku rasa saat ini aku sudah tahu apa mendapatkan takdir itu."
"Takdir yang seperti apa itu."?
"Takdir harus kehilangan dirimu dan juga takdir yang harus melepaskan perasaanku untukmu."
"Apakah itu sebuah takdir."?
"Aku rasa iya Kila,itu adalah takdirku."
Roman pun memandangi Laut biru dengan tatapan yang begitu hampa.Kila ingin sekali menenangkan hati Roman,tapi rasa ego Kila begitu besar saat ini.
"Kila yuk pulang."
"Baiklah dan aku duluan ya Roman."
Roman juga bergegas kembali ke Apartement nya,karena penerbangannya tinggal satu jam lagi.
Ia terpaksa membohongi Kila,jika ia akan pergi di hari ke tiga,padahal sesungguhnya ini hari terakhirnya bisa melihat Kila lebih dekat.
***
"Sayang sudah pulang."?
"Iya Ma cuma sebentar,Kila ke kamar dulu ya Ma."
Di kamarnya Kila segera membuka amplop coklat yang diberikan Roman tadi ketika di Pantai.Kila membukanya dan ternyata isinya adalah beberapa fotonya selama ini yang pernah Roman ambil saat mereka jalan jalan dan ada juga sebuah kotak yang berisikan liontin kecil didalamnya.
Selembar surat pun terjatuh dari dalam kotak itu.
"Dear Kila"
Mohon maaf ya jika hanya kenangan ini yang bisa aku bagi denganmu.terima kasih karena telah mengkhiasi hari hariku dan juga hadir di kehidupanku selama beberapa bulan ini.
Kila aku sudah berangkat hari ini dan aku juga minta maaf karena tak bisa jujur untuk mengatakannya tadi padamu.
"Roman"
Kila tak kuasa menahan tangisnya,ia tak bisa
percaya jika Roman benar benar akan pergi dan mungkin tak akan lagi kembali.kila segera menyimpan semua itu ke dalam lacinya.
Ia pun pamit pada Mamanya,jika ia punya barang yang tertinggal dirumah Biyan dan
Setengah jam kemudian ia pun sampai di Apartement milik Roman,tapi pagarnya sudah terkunci rapat.Kila akhirnya segera menuju ke Bandara yang tak jauh dari Apartementnya Roman dan sesampainya di sana ternyata penerbangan Roman pun sudah berlalu.
Kila tertunduk lemas dan segera naik ke mobil nya.perasaannya kacau balau.ia sungguh sangat sangat sedih dengan kepergian Roman.
Hari itu ternyata hari terakhirnya bertemu dengan Roman yang amat ia cintai dan yang sangat ia sayangi.
Ia selama ini terus saja berusaha untuk bisa melupakan Roman,namun tenyata ia tak juga mampu.
Ia benar benar sudah jatuh cinta pada diri Roman dan pada akhirnya ia juga harus benar benar kehilangan Roman.
__ADS_1