
***
"Sayang kamu sudah janji akan menikahiku kan sayang."
"Kamu juga sudah janji tidak akan pernah pergi jauh."
"Sayang kamu juga sudah janji bukan dua tahun bukan waktu yang lama."
"Mana janjimu jika kamu tidur begini."
"Aku tidak akan mau menerima janji janjimu ini."
"Kamu mau bohongi aku ya sayang."
Sejak awal duduk di samping Roman,Kila terus saja mengajak Roman bicara,meski Roman belum siuman sekalipun,Kila berharap setiap ucapannya dapat merangsang keinginannya Roman untuk terus bertahan hidup.
***
"Sayang maafin Mama ya."
"Iya Ma,Kila mengerti maksud Mama."
"Dan Kila janji biar Kila yang jaga dan merawat Roman Ma."
"Baik sayang dan terima kasih ya."
Nyonya besar memang tidak bisa lebih lama lagi menyembunyikan kondisi Roman dari Kila dan untungnya Kila juga bersedia menemani hingga Roman bangun dan pulih Total.
Kila juga berusaha meminta izin dari kedua orang tuanya jika ia akan menebus salahnya karena telah tak sengaja membuat Roman mengalami kecelakaan.
__ADS_1
***
"Iya Ma kebetulan Kila sedang libur selama satu bulan Ma."
"Ya udah sayang jika begitu,jika ada waktu Mama dan Papa akan ikut lihat kondisi Roman Ya."
"Terima kasih ya Ma."
***
Sudah dua minggu berlalu,namun Roman belum juga menunjukkan kemajuan,Nyonya besar pun semakin gelisah dan berniat untuk membawa Roman menjalani Perawatan di Negara lain.
Namun keinginan Nyonya besar tidak bisa terpenuhi untuk saat ini,karena kondisi Roman bisa memburuk sewaktu waktu ketika dalam perjalanan dan itu adalah sebuah Resiko yang paling besar jika tetap diambil.
"Andai saja ya Tuhan,saat itu aku tidak egois dengan keputusanku,pasti dia tidak akan seperti ini." bathin Kila.
"Tuhan beri aku kesempatan melihat dia bangun,aku ingin melihat dia kembali tertawa lepas untukku dan juga orang orang yang menyayanginya." bathin Kila lagi.
***
Ini sudah hari kedelapan belas,sore itu hanya Kila sendiri yang tampak duduk menemani Roman.matanya yang terlihat sangat sangat mengantuk namun tetap saja berusaha untuk terjaga.
"Sayang apa hari ini kamu sedang melihatku disiimu."?
"Apa ingin bilang I love You padaku."
"Ayo sayang bangun,kita jalan jalan lagi seperti biasanya ya."
"Aku sangat merindukanmu sayang."
__ADS_1
Tit...tit...tit...tit.
Suara monitor yang begitu menggema rasa nya di Ruangan itu,dimana ada juga Pasien lain yang mengenakan Monitor sama seperti diri Roman,membuat Kila tak menyadari jika Roman sudah mulai Siuman.
Perlahan Roman membuka matanya,dia melihat Seseorang tengah duduk bersedih untuknya,samar samar dia juga melihat jika itu adalah orang yang amat dia cintai,Kila.
Roman tak tahu sudah berapa lama ia begini tapi dia yakin jika selama itu pulalah Kila pasti menemaninya.
"Sayang hari ini aku sudah berjanji yang
kesekian kalinya untuk terus mendampingimu hingga tua."
"Benarkah Kilaku sayang."?
Sontak dalam rasa kantuknya,Kila lansung terperanjat dengan suara itu,ia kucek mata nya dan ia tak menyangka jika Roman sudah bangun,Kila segera memanggil Perawat untuk segera memastikannya.
Dokter pun memeriksa kondisi Roman dan nampaknya kondisinya mulai stabil dan ini sungguh kemajuan yang cukup baik bagi Tim Medis dalam menangani Kasus Roman.Kila pun tak kuasa menahan air mata harunya,ia ingin sekali rasanya segera memeluk Roman,namun Alat alat Medis harus tetap terpasang dulu untuk tetap memantau kondisi tubuh Roman beberapa hari kedepannya.
"Sayang kamu kenapa menangis."?
"Aku tidak akan mati semudah itu karena aku punya janji pada seseorang."
"Kamu jangan banyak bicara dulu ya karena kesehatanmu lebih penting."
"Iya sayang dan aku ingin sekali bisa memeluk mu."
Kila pun mendekatkan wajahnya ke Roman,ia membiarkan Roman untuk menyentuh wajah nya.Roman pun tak kuasa melihat rasa sedih dari wajah Kila yang tampak begitu kelelahan demi dirinya.ia menghapus air mata Kila dengan salah satu tangannya meski itu agak susah.ia juga berusaha meyakinkan Kila dengan tatapan matanya,jika ia sudah baik baik saja.
Kila pun menyatukan wajahnya ke wajah Roman,membuat Roman pun tak kuasa pula menahan air matanya.andai saja ia tak memakai Sungkup Oksigen tentu saja saat ini ia sudah bisa mencium Kila.
__ADS_1
Kebahagian terbesar Kila saat ini,dia bisa kembali melihat pujaan hatinya terbangun dari Masa ambang ketidak berdayaannya seorang Manusia.Kila berjanji dalam hatinya tak akan pernah berbohong demi egonya itu sendiri.