
***
"Sayang yuk berangkat."
"Sayang kenapa terlihat cemas."?
"Gak kok,gak cemas."
Roman melihat raut muka Kila seperti orang yang ber upaya mengendap ngendap keluar rumah.
Mobil melaju ke arah pinggiran Kota J yaitu ke sebuah Obyek Wisata.
"Sayang sudah sarapan belum."?
"Udah tadi."
"Kok dari tadi diam?apa lagi gak enak badan sayang."?
"Aku gak apa apa sayang."
Roman terus memandangi wajah Kila yang memang agak beda dari biasanya.setengah
jam kemudian mobil sudah berhenti di pinggir sebuah danau yang sangat indah.Roman pun berusaha untuk tidak membuat Kila terkejut
jadi dia pun masih setia menunggu.
Kila menyadari jika tempat yang mereka tuju sudah di depan mata.
"Hem..ehemm."
"Eh kita dah sampai ya sayang."?
"Iya barusan apa mau turun sayang."?
Kila terdiam sejenak,kemudian dengan sangat serius ia memandangi wajahnya Roman.
"Sayang kenapa menatapku begitu?aku bisa
bisa hilang kendali nantinya."
"Itu Mama sudah mulai curiga jika kita sudah berhubungan."
"Maksudmu sayang."?
"Mama tanya banyak hal tadi pagi aku jalan sama siapa hari ini."?
"Kamu jawab apa sayang.",
"Aku bilang kalau aku jalan sama teman kuliah saat beberapa tahun yang lalu."
"Apa Mamamu percaya."?
"Awalnya iya,tapi sebelum keluar rumah tadi Mama bilang ia mau bertemu dengan teman ku itu."
"Oh Mamamu mau aku antarin kamu sampai rumah gitu kan sayang."?
"Aku gak begitu yakin,aku takut Mama akan marah jika melihat kamu nanti."
__ADS_1
"Sayang kita jalani saja apa ada nya,jika Mama atau Papamu akan marah aku siap menerimanya."
"Jadi kamu gak takut kalau ketemu sama Mama dan Papa."?
"Nggak kok karena aku serius ingin bersama mu ke depannya."
"Sayang aku minta maaf jika hal yang aku takutkan akhirnya terjadi saat ini."
"Tidak apa apa,aku seorang Laki Laki tidak akan menyerah begitu saja."
Kila pun merasa sedikit lega,meski yang di takutkannya akan segera datang dan pasti menghampiri hubungan mereka.
Roman pun diam sejenak.ia pun tak pernah menyangka apa yang pernah Bimo ceritakan saat itu akan benar benar terjadi.
Roman juga mulai meyakini hatinya,jika Kila sebenarnya takut menjalani sebuah hubungan dan Kila yang sangatlah baik dan lembut ini pasti tidak akan menjadi tidak patuh pada keputusan Orang Tuanya.
Pagi itu suasana sejuknya Danau tak mampu menghilangkan rasa ketakutan Kila,tapi ia pun tetap berusaha tersenyum dihadapannya
Roman.
***
"Sayang kamu sudah pulang?di mana teman mu."?
Kila menunjuk matanya ke arah Roman yang tengah duduk di kursi teras.
"Oh ini temannya Kila ya."?
Roman pun berdiri dan membungkukkan badannya.
"Oh silahkan duduk."
Roman pun kembali duduk bersamaan dengan Mamanya Kila,sementara Kila masuk segera.ia sungguh takut Roman akan di marahi.
"Ohya Roman,tadi jalan kemana saja sama Kila."?
"Ke Mall Tante."
"Roman gak kerja atau masih kuliah."?
"Hari ini lagi libur Tante."
"Tinggal di Kota J sudah lama."?
"Iya Tante tapi beberapa tahun ini kerja di Kota lain."
Sesaat kemudian Bibi Jia keluar dan sudah membawakan minuman untuk Roman dan
sedangkan Kila mencoba menguping dari belakang jendela ruang tamu.
"Ayo Roman,silahkan di minum tehnya."
"Baik Tante."
"Roman di sini bersama keluarga."?
"Bersama Ibu dan Kakak,Tante."
__ADS_1
"Kenal Kila apa sudah lama."?
"Itu baru beberapa bulan ini Tante."
"Kalau begitu apa kalian saat ini sudah saling dekat."?
Roman terdiam.ia ragu untuk jujur apa tidak, ia takut jika jujur maka Kila dan dia mungkin terancam.namun ia sudah berjanji pada Kila apa pun itu ia akan siap menghadapinya.
"Iya Tante."
"Apa Kila anak yang baik dimata Roman."?
"Kila sangat baik Tante."
"Tante harap Roman juga baik nantinya pada Kila ke depannya."
"Terima kasih Tante."
"Ayo minum tehnya Nak Roman."
Roman pun menyeruput teh itu dengan rasa hati yang antara senang atau ragu.ia tak
tahu apa jawabannya tadi dapat meyakinkan mamanya Kila.
"Baiklah Tante." Roman permisi dulu."
"Oh iya dan terima kasih ya sudah bawa Kila berjalan jalan."
"Iya Tante sama sama."
"Sebentar ya,tante panggilkan kila dulu."
Mamanya menghampiri Kila yang kini tengah pura pura duduk manis di ruang tamu sambil menonton Tv.
"Kila ayo keluar." Roman mau pulang."
kila pun keluar dan mengantar roman hingga ke pintu gerbang rumahnya.
***
"Sayang duduk sini."
"Ma Kila minta maaf kalau gak jujur."
"Sayang Mama tahu dan kamu sudah dewasa sekarang,apa pun pilihanmu nanti kamu harus yakinkan Papa dulu ya sayang."
"Tapi Ma,Kila takut."
"Nanti kita bersama sama bicarakan ini ke
Papa pelan pelan ya sayang."
"Iya Ma Kila paham."
"Sekarang Kila istirahat dulu ya."
Kila berlalu masuk ke kamarnya dan sungguh penasaran akan pemikiran Mamanya saat tadi bertemu Roman.
__ADS_1