
Kila memarkirkan mobilnya di ujung pantai yang tak jauh dari tempat tadi mereka baru saja bertemu.
"Roman apakah harus sesakit ini rasanya."?
"Apakah aku harus benar benar mulai untuk menyerah sekarang."?
"Apakah aku akan bisa melepasmu."?
Kila bertanya tanya sendiri.air matanya tak bisa terbendung lagi membuat bajunya pun basah,ia ingin sekali bertahan tapi kenapa begitu sulit rasanya.
"Roman kenapa aku begitu mudahnya saat itu menyukaimu?dan kenapa harus ada sebuah kebohongan di dalamnya."?
Kila sesenggukan di dalam mobilnya,seluruh tubuhnya terasa amat sangat dingin.Kila terpaku di pinggir pantai yang indah ini di sinari Sang Rembulan.
***
Dua minggu kemudian.
"Rianti apa yang sebenarnya kamu inginkan lagi."?
"Kenapa denganmu?kita belum resmi berpisah bukan."!
"Kau sudah keterlaluan bukan."!
"Roman kau sungguh picik!kau pikir begitu mudahnya lari dari tanggung jawab."!
"Aku hanya bertanggung jawab untuk kevin pada akhirnya,bukan terhadapmu lagi ke depannya."!
"Hemm kau sungguh yakin bukan dia yang jadi penyebab semua ini."?
"Dia dan aku baru saja bertemu saat kau sudah menggugatku."!
"Roman." kau...."
"Ini terakhir kalinya aku memperingatkan mu takkan ada lagi lain kali."!
Roman berlalu dari kediaman mereka yang kini ditempati oleh Istri dan anak mereka satu satunya.
Selama dua minggu ini Roman menunggu keputusan akhir dari Kantor Pengadilan dan akhirnya mereka pun memang sudah sah secara Hukum Bercerai.
Roman sekarang resmi mengantongi Status sebagai Seorang Duda.tapi ia tak menyangka keputusan yang lama ia tunggu tunggu ini membuat ia dan Kila berselisih paham.
"Bimo ayo antar aku kembali ke kota B ya sekarang juga."
"Baiklah Boss."
Kota B dan Kota C berjarak enam jam dan hanya bisa di tempuh dengan jalur darat saja.
"Boss bagaimana selanjutnya."?
"Nanti aku butuh bantuannmu Bimo."
__ADS_1
"Apa itu."?
"Tunggu setelah kita tiba di Kota B."
Hari itu juga Roman dan Bimo menuju Kota B.Roman ingin menyelesaikan semua kesalah pahaman diantara dia dan Kila.
***
"Roman kamu yakin aku bisa melakukan ini."?
Roman mengangguk.
"Baiklah aku akan coba sebaik baiknya."
Siang itu Bimo sudah menunggui Kila di depan gerbang Rumah Sakit.Kila tampak keluar dan menuju jalan Raya.Bimo terus mengikutinya dari belakang.
Sepuluh menit kemudian Kila sudah tiba di rumahnya.ia segera mandi dan ingin pula beristirahat,sedangkan Bimo tampak parkir lebih jauh dari rumahnya Kila.
Tok...tok...tok..
"Bimo..."?
"Maaf Kila aku datang menganggu waktumu."
"Apa Roman yang menyuruhmu."?
Bimo memberikan sebuah amplop yang sudah ia pegang dari tadi.
"Kila aku mohon ambil dan bacalah."
"Bimo apa ini jebakannya lagi."?
"Kila ini surat yang sah dari Pengadilan."
Kila terdiam setelah tahu isi surat ini ternyata adalah yang asli milik Negara.
"Kila apa aku boleh bicara sesuatu."?
"Silahkan Bimo."
"Kila mereka sudah lama tidak harmonis tiga tahun ini,Roman terus berusaha menahannya bahkan memperbaikinya satu persatu."
"Hingga akhirnya setahun ini ia sudah tak sanggup lagi,ia awalnya ingin jujur tapi ia takut dengan status yang akan disandangnya nanti membuat dia tak bisa mendekatimu."
"Ia ke Kota J tengah menunggu hasil dari keputusan ini,tapi tak di sangka terjadi hal yang seperti ini padamu."
"Kila,ia mungkin sudah membohongimu tapi soal perasaannya padamu tak ada satu pun kebohongan di dalamnya."
Kila rasanya ingin sekali mendengar ini secara langsung dari Roman.namun ia yakin pada hatinya bahwa ia saat ini sudah sangatlah membenci ketidak jujuran Roman selama ini terhadapnya.
"Bimo terima kasih telah menceritakannya padaku."
__ADS_1
"Kila ia masih menunggumu disini dan aku harap ada harapan nantinya untuk kalian berdua."
Bimo pun sudah berlalu dari rumah Kila.Kila sendiri kini benar benar merasa bersalah pada dirinya sendiri yang telah tanpa syarat sudah menghakimi Roman begitu saja,namun di sisi lain hatinya juga juga sudah terlanjur tersimpan kecewa.
***
Tiga hari pun berlalu
Roman pun akhirnya memberanikan dirinya membuat janji pada Kila untuk bertemu.
Sesuai janjinya,Kila datang ke Pantai tempat biasanya dan Roman sudah menunggu disana.
"Kila kamu sudah datang."?
Sorot mata Roman benar benar terlihat amat menyimpan kerinduan,ia melihat gaya tomboy Kila yang juga mempesona.
"Kila kamu sungguh cantik aku merindukanmu sayang." gumam Roman pelan.
"Apa ada yang ingin di sampaikan."?
"Kila,aku tak berhak minta penjelasan akan amarahmu padaku,tapi aku hanya berharap setidaknya kita masih bisa berkomunikasi lagi kedepannya."
"Roman aku sudah benar benar kecewa dan tak mudah bagiku untuk seperti dulu lagi."
"Kila aku tahu,aku berjanji tak akan lagi
menganggumu mulai sekarang."
"Roman aku harap kamu memahaminya saat
ini,antara benci atau rindu biar aku sendiri yang menatanya."
Roman pun terdiam.ia tahu hati Kila pastilah sangat sakit.Kila pasti membencinya.Kila juga pasti tak akan pernah mau memberinya lagi kesempatan.
"Kila aku sudah tahu jawabanmu,aku minta maaf bila selama ini aku sudah penuh dengan kebohongan."
Kila ingin sekali rasanya menangis dan juga memeluk dada bidang Roman,tapi itu tak akan mungkin lagi.hatinya makin kacau saat ini.
"Baiklah Roman aku juga minta maaf sudah menyusahkanmu,aku pamit."
Kila berlari menuju mobil dan berusaha tak meneteskan air mata.Roman pun ikut berlari mengejarnya.
Kila terkejut saat Roman telah menangkap tangan kanannya.Roman berbalik dan segera memeluk tubuh Kila.
"Kila maaf,biarkan aku sebentar saja."
Kila membiarkan Roman.ia juga ingin balas memeluk,tapi hatinya ini begitu berat rasa nya.Kila berdiri kaku dalam pelukan Roman. Angin yang berhembus sepoi tak juga mampu mendinginkan keheningan dua hati mereka saat ini.
"Roman aku ingin pulang."
Roman pun melepaskan pelukannya.Kila masuk ke mobil dan berlalu pergi.
__ADS_1
Roman hanya sanggup memandangi dan tak lagi bisa mengejar kepingan hatinya.
Ia sungguh terjebak dalam permainannya sendiri.