
Sesuai janjinya pada Dokter Bagas,pagi ini Kila sudah datang ke Rumah Sakit tempat Magangnya beberapa waktu yang lalu.Kila juga tak tahu kakinya begitu ingin mengajak nya datang kemari.
Tap...tap...tap...
"Ah itu Mama.,sedang apa Mama dan Barry di sini."?
Kila akhirnya tak sengaja dari kejauhan ia melihat Nyonya besar dan Barry di Lobby utama Rumah Sakit.Kila pun diam diam mengikuti dari belakang.
***
"Barry kau juga ikut masuk ada yang ingin aku bicarakan padamu."
"Baik Nyonya."
Kila tampak bingung ketika Nyonya besar dan Barry masuk Ke ruangan tersebut.Kila pun tetap mengikuti dan ia semakin bingung jika ruangan itu adalah Ruang ICU.
"Siapa yang di rawat di sini?dan kenapa Jantungku berdetak lebih cepat begini."?
Kila akhirnya memutuskan untuk menunggui dari kejauhan,berharap akan tahu siapa yang sedang Nyonya besar jenguk.
Satu jam pun berlalu.Nyonya besar dan Barry akhirnya keluar dari ruangan itu.Kila pun tampak diam diam menyembunyikan dirinya, setelah yakin Nyonya besar sudah menjauh Kila pun memutuskan untuk sekadar bertanya tentang Pasien yang Nyonya besar kunjungi.
***
"Maaf Nona apa ada yang bisa saya bantu."
"Itu Suster apa tahu Siapa yang Nyonya dan tuan barusan keluar dari sini menjenguk Siapa."?
"Apa hubungan Nona dengan mereka berdua jika saya boleh tahu."
"Saya keponakannya kebetulan lagi ingin menjenguk Seseorang saja."
"Baiklah Pasien yang Nona maksud adalah Tuan Roman Praline Putra."
Bagai Kilat yang menyambar dirinya saat itu, seluruh tubuh Kila terasa mati rasa.ia tidak begitu tahu dengan Nama belakang Roman namun ia yakin untuk memastikannya lagi.
"Itu Suster apa saya boleh ikut menjenguknya juga."?
"Baik tapi nona tetap harus ikut Protap Rumah Sakit ya."
__ADS_1
"Baik saya mengerti."
Setelah di izinkan masuk,Kila harus mengena kan Pakaian Khusus bagi para Pengunjung Pasien dan tentu saja waktunya pun tidak bisa terlalu lama.ada perasaan aneh di hati Kila saat mendekati tempat tidur Roman.
Tap..tap..tap...
"Nona silahkan ini Pasien atas Nama Tuan Roman."
Kila menoleh dengan seksama dan betapa tak bisa ia percaya jika yang tengah berbaring ini adalah benar Roman pujaan hatinya.Kila pun langsung ambruk seketika.
"Nona apa anda tidak apa apa nona."?
"Ini pasti salah Suster,dia pasti bukan Roman kan Suster."
Air mata Kila mulai bercucuran tak berhenti, tubuhnya gemetaran,bibirnya pun keluh saat menyebut Nama Roman,Perawat yang tengah mendampingi Kila pun bingung,namun ia tetap berusaha untuk menenangkan Kila.
"Nona ayo berdiri dan ikuti saya ya."
Kila pun bangkit dan mencoba untuk duduk di sofa yang berdampingan dengan tempat tidur nya Roman.saat Kila sudah duduk,Perawat ini pun menjelaskan dengan perlahan bagaimana kondisi Roman.
"Nona ini adalah Pasien atas Nama Tuan Roman,ia di sini sudah sepuluh hari."
"Pasien sendiri merupakan kasus Kecelakaan Bermotor."
"Saya mengerti Suster,tapi saya ingin bilang jika ia adalah orang paling istimewa dalam hati saya saat ini."
"Baik Nona saya mengerti,kami akan memberi waktu yang leluasa bagi nona untuk bantu menjaga dan merawat Pasien."
"Terima kasih Suster atas bantuannya."
"Nona harus tetap kuat dan terus mendoakan Pasien ya."
"Baik."
Kila sungguh tak bisa menenangkan dirinya, ingin sekali berteriak rasa tak percaya.air matanya pun tak berhenti menetes,rasanya begitu remuk hati dan perasaan seketika ia melihat orang yang ia cintai terbaring tak berdaya dengan Alat alat Medis yang begitu banyak terpasang di tubuhnya.
Kila menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang sudah menimpa Roman saat ini.ingin sekali memeluk Roman dan bilang maaf karena telah menyakiti Roman kala itu,ia sengaja berbohong akan kepulangannyan ke Kota K demi untuk membuat Roman tak ikut mengantar.
Kila saat itu tidak ingin Roman mengabaikan kesehatannya,maka ia terpaksa membohongi Roman,tapi Kila tak pernah berharap jika pada akhirnya Roman jadi seperti sekarang.
__ADS_1
Kila duduk terpaku di samping Roman,ia terus mengenggam erat telapak tangan Roman. ia berjanji akan terus menemani hingga Roman membuka matanya.
"Sayang apa kamu mendengarku saat ini?ini aku Kila."
"Sayang maafkan keegoisanku saat itu,aku
mohon bangunlah sayang."
"Sayang aku janji akan menerimamu seumur hidupku."
Kila bagai tak bisa berharap apa apa,tapi hatinya begitu tulus untuk menebus semua kesalahanya pada Roman.
***
Tak lama kemudian Barry pun kembali ke Rumah Sakit.ia tadi hanya sedang mengantar kan Nyonya besar kembali ke Perusahaan untuk bertemu dengan Bimo.betapa tak bisa ia percayai jika Seseorang yang tengah menemani Roman adalah Kila.
"Nona Kila."
Kila pun menoleh dan suara itu pun sudah membuyarkan lamunannya barusan.
"Barry."?
Barry pun duduk di samping Kila.ia tak tahu harus mulai darimana untuk bicara akan yang sebenarnya.tapi ia yakin jika Kila pasti akan memahami situasi ini nantinya dan tak akan menyalahkan tindakan yang sudah Nyonya besar ambil.
"Itu Non Kila saya mohon Nona."...
"Barry aku sudah paham dan aku juga ikut bersalah atas ini semua."
"Apa yang nona maksud."
"Jika saja saat itu aku tidak membonginya, mungkin saja dia tidak akan terbaring di sini."
"Ini semua salahku,aku yang sudah membuat dia begini."
Air mata Kila kembali pecah,ribuan rasa sesal begitu menghantam di dirinya saat ini.ia sungguh tak bisa memaafkan dirinya sendiri atas yang sudah Roman alami.
"Itu nona mohon untuk tidak ikut menyalah kan diri sendiri,kita semua tahu tuan Roman sangat mencintai nona jadi nona harus kuat."
"Aku tahu Barry tapi ini sangat sakit rasanya melihat dia tak berdaya."
__ADS_1
Barry tahu persis apa yang Kila rasakan ini namun ia tetap berharap Kila dapat terus menerima kenyataan ini dengan tegar.
Barry juga ingin sekali melihat Roman kembali seperti sedia kala.