
"Sayang kamu sangat cantik."
"Berhenti menggodaku terus aku bisa tidak tahan nantinya."
"Sayang kamu begitu pintar,mari lakukan ini dulu sebelum kita bangun."
Uhm...umm...um
Sore itu setelah bangun tidur,Roman juga tak menyangka Kila juga masih dalam dekapan nya.wajah Kila yang berantakan setelah tidur membuat Roman kian menyukai Kila.
"Sayang sudah nanti kita ketahuan."
"Uh aku ingin kita segera menikah sayang."
"Menikah setelah aku selesai ya."
"Argh itu terlalu lama tidak sih sayang."
Kila akhirnya bangkit dari tidurnya dan turun dari ranjang.
"Sayang aku mandi dulu ya."
***
Malam harinya Kila harus kembali ke Hotel dan Roman di temani Barry di Rumah Sakit. Kila rasanya sangat sedih meninggalkan kekasih hatinya berjuang sendiri tapi Kila juga tidak bisa egois pada dirinya sendiri.
***
Pagi pagi sekali Kila sudah tiba di Rumah Sakit dan hal pertama yang ia lakukan ialah datang dan menyapa Roman di dalam kamar Perawatannya.
Roman sudah bangun dan rapi rapi sekali membuat Aura mempesonanya terpancar,tapi sayangnya Kila tak bisa menemani lama.
***
Setelah magang Kila langsung menemui Roman.
"Selamat sore sayang maaf ya aku baru kembali."
"Kamu gak harus kesini lagi sayang jika letih, istirahatlah di Hotel."
__ADS_1
"Aku punya kamu untuk di tuju,jadi ngapain harus kesana dulu."?
"Iya iya sayang."
Sore harinya Kila menemani Roman seperti biasanya dan esok Roman pun sudah boleh pulang ke rumah.
***
Keesokan paginya Roman pun sudah siap siap untuk pulang kerumahnya.
"Sayang ayo aku ikut antar pulang ya."
"Baik sayang jika hari ini kamu libur."
Pagi ini Roman sudah bisa pulang dan ia juga
ditemani Barry dan juga Kila kembali ke rumah.
***
"Sayang ayo masuk."
"Ya udah terima kasih ya sayang sudah bantuin Mama jagain Roman beberapa hari ini."
"Iya Ma sama sama."
"Sayang aku pulang dulu ya,istirahat dengan baik oke."
"Iya sayang."
Kila kembali ke Hotel di antar oleh Barry dan di sepanjang jalan Barry baru menyadari jika pantas saja Roman dan Nyonya besar sangat menyukai Kila.
***
"Tuan Barry terima kasih sudah repot."
"Baik nona Kila saya pamit ya."
Di depan kamarnya sudah ada Ricko yang berdiri entah ada tujuan apa pada Kila.
__ADS_1
"Kila kamu sudah kembali."?
"Oh Ricko ada apa mencariku."
"Besok kita ada ujian di tempat Magang dan aku kemari untuk mengantarkan materi yang akan di ujikan besok."
"Oke terima kasih banyak Ricko dan aku mau masuk dulu ya ke dalam."
Kila langsung masuk ke kamarnya dan Ricko pun lagi lagi hanya bisa pasrah dengan tingkah cueknya Kila.
***
Tiga hari ke depannya Kila sudah tidak bisa terlalu bersantai lagi karena ujian Magang pun sudah di mulai.ia pun tak punya sedikit pun waktu untuk bisa bertemu dengan Roman hingga Roman pun uring uringan merasa di acuhkan sang kekasih,padahal ia tahu kalau Kila sedang berjuang meraih mimpi masa depannya.
"Tuan apa ada yang bisa saya bantu."?
"Barry tolong aku antarkan ini pada Kila di Hotel."
"Baik Tuan saya mengerti."
Selama tiga hari ini Kila hanya bisa sesekali membalas banyaknya pesan Roman yang masuk ke ponselnya. Roman takut jika Kila bisa melupakan kesehatannya sendiri,jadi sore ini Barry membawakan banyak makanan yang di pinta Roman untuk segera di beri ke Kila di Hotel.
***
"Sayang akhirnya kamu mau menelponku juga."
"Roman sayang apa sedang marah."?
"Sayang apa kamu sudah memakannya."?
"Iya dan terima kasih ya sayang semuanya sangat enak."
"Sayang ini sudah minggu ke empat bukan."?
"Iya dan apa kamu sedih hanya karena ini sayang."?
"Aku akan sendiri lagi disini."
"Kita sudah sepakat bukan,jadi jangan khawatir ya."
__ADS_1
Malam ini dalam percakapannya melalui telpon,Roman benar benar merasa akan ada banyak hal yang tidak bisa lagi ia rasakan saat Kila kembali ke Kota K.ada rasa yang sangat membebani hatinya tak kala ia harus kembali jauh dari Kila.