
Akhirnya dua jam berlalu juga.senja pun mulai naik keperaduannya.Kila tampak sangat letih.ia tak menyangka dalam sehari ini begitu saja bisa bolak balik naik penerbangan,rasa nya ingin segera tiba di rumahnya.
***
Mobil mereka pun sudah tiba di depan rumah, sang Sopir membukakan pintu untuk mereka berdua.rumah yang juga selalu tampak sepi ini,ingin sekali Kila merebahkan tubuhnya.ia pun tanpa mengetuk pintu langsung saja masuk.ia tak menghiraukan kenapa tak ada satupun orang dirumah ini yang menyambut kedatangannya dengan Sang Kakak.
Brukk....
Kila sudah merebahkan tubuhnya ke ranjang, sementara Mandala masih saja membawa barang2nya.ia baru juga menyadari jika bawaan Kila tak ada.
Mandala bingung dan segera mencari Kila kedalam.
Tok..tok..tok...
Kila enggan sekali membuka pintu.matanya sangat mengantuk.
Tok...tok...tok...
"Masuk saja Ma,gak dikunci kok Ma."
Kila berpikir jika itu adalah Sang Mama.
Mandala pun membuka pintu kamar dan berdiri tegap sambil menatap Kila.
"Ada apa kak."?
"Koper kamu mana."?
Kila bangkit buru buru dari ranjang.ia yakin ia tadi tidak membawa kopernya ke kamar ini.ia berusaha lagi mengingat kejadian sore tadi di depan rumah mereka di Kota B.
"Astaga kak,sepertinya koper Kila ketinggalan deh."
"Dimana."?
"Diteras rumah di Kota B kak."
"Huft Kila kamu ini ya."
"Kan tadi buru buru kak."
"Apa ada yang bersifat penting di dalam nya."?
"Hanya pakaian saja kok kak."
"Ya sudah biar Kakak telpon Doni buat ambil."
"Siapa Doni kak."?
"Teman dekat kakak disana,kamu tenang saja dia juga ada perjalanan nanti kesini."
Kila mengangguk.ia sungguh sungguh tak bisa mempercayai dirinya sendiri yang sudah harus ketinggalan koper di Kota B.dan itupun di depan teras rumah mereka yang jelas jelas kosong tanpa penghuni.Mandala juga berlalu dari kamar Kila.
Ia akan memulai lagi investigasinya di besok hari.sementara orang tua mereka sudah istirahat lebih dulu.itu juga atas permintaan Mandala,agar Kila bisa istirahat sejenak.
***
Malam ini Kila tidur dengan sangat nyenyak, sinar Mentari yang kian masuk ke kamarnya lah,yang akhirnya ikut pula membangunkan ia dari rasa kantuk yang masih juga menyergap dirinya ini.
"Pagi non."
"Bibi Jia."?
"Iya non Tuan dan Nyonya sudah menunggu di bawah."
__ADS_1
"Iya Bi,Kila siap siap dulu ya."
Bibi Jia pun mengangguk dan segera turun ke lantai bawah.
Di ruang keluarga.Tuan Abram,Nyonya Risna dan juga Mandala tengah gusar sambil menunggu Kila muncul.
Kila sendiri tak menyadari jika ia sangat ditunggu tunggu oleh keluarganya pagi ini.
***
Setengah jam kemudian Kila pun sudah melangkahkan kakinya.ia tahu dari Bibi Jia barusan,jika semua menunggu diri nya.
Kila tampak biasa.ia sungguh tak tahu hal apa yang begitu keluarganya nanti kan darinya kali ini.
Kila pun duduk di samping Mandala.ia tahu jika raut muka mereka tampak seolah ingin menyerangnya bertubi tubi.
"Ma maaf Kila semalam langsung tidur ya."
"Iya sayang." ohya Papa mau bicara sama kamu."
Kila pun menatap Papanya dengan rasa penasaran.
"Pa ada apa Pa."?
Dengan suara tegasnya yang terdengar agak berat.Tuan Abram pun mulai melontarkan pertanyaannya.
"Kila,Roman itu siapa."?
Kila tercenung.ia rasanya bagai mimpi akan pertanyaan Papanya ini.ia ingat betul saat itu jika ia sudah pernah cerita tentang diri Roman pada Papanya.
"Ada apa Pa dengan Roman."?
"Papa tanya kenapa Kila juga balik bertanya ke Papa."?
"sudah berapa lama."?
"Itu sudah hampir masuk dua tahun Pa."
"Kila tahu apa yang sudah Kila lakukan bukan."?
"Ada apa Pa dengan Kila."?
"Kila tentu sudah tahu bukan status yang ia sandang."?
"Iya Pa,Roman seorang Duda Pa."
Nyonya Risna dan Mandala hanya bisa diam, mereka berdua tak pula berani menyela pembicaraan yang sangat tegang ini.
"Jadi apa akan tetap bersama dengannya Kila."?
"Iya Pa,Kila sangat ingin hidup bersama Roman Pa."
"Kila kamu masih seorang Gadis nak,apa dia pantas buat Kila."?
"Pa Duda hanya sandangan di depan Nama Pa,Kila tidak masalah dengan itu Pa."
"Tapi maaf Kila itu masalah bagi Papa."
Tuan Abram berlalu begitu saja dan pergi meninggalkan ruangan.beliau pun juga sudah mengajak Nyonya Risna untuk ikut pergi.
Hanya tinggal Mandala yang tampak masih bingung dengan apa yang sudah adiknya alami ini.ia berusaha menenangkan Kila yang sudah mulai meneteskan air mata.
"Kila ayo ikut kakak ya."
__ADS_1
"Tapi kak."
"Kakak bawa kamu untuk menenangkan diri dulu ya."
Kila pun beranjak dan mengikuti saja langkah kaki Mandala.mobil itu kini juga sudah berlalu dari kediaman mereka.di sepanjang jalan Kila tak henti hentinya menangis.Mandala ingin sekali rasanya mendiamkan adiknya ini.
Setengah jam kemudian,tanpa juga Kila sadari mobil yang disetir Mandala ini pun sudah berhenti di depan rumahnya Nyonya besar.
"Kila kita sudah sampai,ayo jangan lagi menangis."
Kila pun segera mengahapus air mata nya.ia melihat sekelilingnya dari kaca jendela mobil, ia kaget bukan kepalang mobil ini sudah berhenti ditempat yang ia kenali.
"Kak apa maksudnya ini."?
"Kamu pergilah temui dia,nanti kalau sudah tenang kakak jemput ya."
"Tapi Mama dan Papa."?
"Sudah sana masuk,dia pasti senang kamu disini."
Kila pun langsung memeluk Mandala.ia tak menyangka jika Sang kakak sangat begitu memahami isi hatinya saat ini.
"Ayo sudah jangan nangis lagi ya,nanti kabari kakak ya."
Kila pun melepas pelukannya.ia setidaknya bisa sedikit tenang,karena Mandala yang mau membantunya sejauh ini.
Kila turun dari mobil dengan segera dan ia pun melangkah masuk.sementara Mandala juga segera berlalu.
Tampak Barry tengah ingin masuk ke salah satu mobil di teras.Kila setengah berlari pun menghampiri.
"Barry."
Barry pun menoleh dan merasa suara itu sangat tidak asing.
"Non Kila."???
"Iya."
"Ayo non masuk,Tuan ada di kamarnya."
Barry mengajak Kila dan mengantarkan Kila hingga depan pintu kamar tidurnya Roman dan setelah itu Barry pun segera pergi.
Tok....tok...tok....
"Iya Barry masuklah,apa ada yang masih harus aku cek lagi."?
Tok...tok...tok...
Roman yang baru saja selesai mandi dan masih mengenakan handuk ini pun akhirnya bergegas membuka pintu.
Cekret....
Roman pun segera berbalik setelah barusan membuka pintu.ia tak pula menyadari jika yang berdiri itu adalah Kila.
Sambil terus mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil,Roman terus saja berceloteh seakan itu adalah Barry.
"Barry apa masih ada yang tertinggal."?
"Iya hatiku."
Roman sontak kaget dan berbalik.ia rasa tak percaya dengan suara yang ia dengar.
"Sayang ini kamu."?
__ADS_1
Roman pun langsung memeluk Kila dengan erat.ia tak menyangka jika Kila akhirnya menepati janjinya kala itu untuk datang lagi menemuinya.