
***
Malam harinya Kila dan Roman makan malam
bersama.Kila makan dengan sangatlah lahap dan bersemangat.sesekali Roman mulai lagi menggoda Kila.
"Hei nyuapin makan kok sambil main mata sih." lirih Kila.
"Habis kamu manis sih sayang."
"Emang gula manis."
"Duh beneran lho sayang itu kamu bisa bikin hari hariku jadi manis."
"Sayang kamu jangan ngeledek aku terus."
Kila merasa malu karena Roman terus saja menjahilinya.
"Nah tuh kan habis makanannya,anak pintar."
"Iya dong Kila gitu lho."
Setelah itu mereka kembali bersantai sambil nonton Tv.Roman pun terus duduk disamping Kila.ia mencoba untuk membuat Kila tenang.
***
"Ehemm..ehemm."
"Ada apa."?
"Nggak hari dah malam yuk minum obatnya sayang."
"Sayang obatnya aku minum sendiri saja ya."
Kila mengambil satu obat di tangan Roman dan langsung memasukkan ke mulutnya.
"Huk...huk..."
"huk...uhukk..
"Sayang ada apa."?
Kila memuntahkan lagi obatnya karena terasa sangat pahit dilidah.
"Obatnya pahit aku gak mau minum."
Roman mencoba menenangkan Kila yang baru saja ketakutan minum obat.
***
Roman menghampiri meja Perawat dan ia meminta lagi salah satu obat yang sudah Kila muntahkan.
"Sayang ngambil obat lagi ya."?
"Iya,kan harus diulang yang tadi."
Kila bersembunyi dibalik selimutnya.
"Hei kok sembunyi sayang."
Kila tak menjawabnya.
"Kita minum obatnya sambil nyoba pelajaran yang tadi siang gimana."?
Kila akhirnya menyembul dari balik selimut nya.
"Pelajaran yang mananya."?
"Ciuman."
"Ehh itu juga gak mau."
Roman bingung.akhirnya ia pun naik ketempat tidur Kila,lalu duduk dan memasukkan obat tersebut kemulutnya dan minum sedikit air
"Sayang."
__ADS_1
"Mau ngapain."?
Uhmmm....uhmm...umm."
Setelah yakin Kila menelan obatnya barulah Roman melepaskan ciumannya.
"Uhuk..huk."
"Nih sayang minum lagi airnya."
Kila pun minum air sebanyak mungkin agar
rasa pahitnya obat tidak terasa di lidahnya. Kila berbaring kembali.
***
"Selamat pagi Kila."
"Pagi Dokter."
"Yuk periksa dulu."
Beberapa menit kemudian.
"Oke Kila hasilnya bagus,jadi hari ini sudah bisa pulang."
"Terima kasih Dokter."
"Iya dan untuk dua hari ini istirahat yang baik dirumah ya."
Dokter dan Perawat berlalu dari kamar Kila.
"Sayang aku urus administrasinya dulu ya."
Kila mengangguk dan membiarkan Roman pergi.
***
"Tuan ini rincian biaya atas nama Nona Akila Masayu Abram,silahkan kebagian Kasir untuk pembayarannya ya."
"Baik dan terimakasih."
***
Cekret...
"Sayang semua sudah selesai ayo kita pulang."
"Sayang mana rincian biayanya."?
"Sudah gak usah dipikirkan ya sayang."
"Apanya."
"Semua sudah Lunas kok sayang."
"Apaa....."? tapi Siapa yang bayar."?
"Aku sayang."
"Mana boleh begitu."
Kila segera turun dari tempat tidurnya.infus pun sudah di lepas oleh Perawat.
"Aku mau ke bagian Kasir dulu."
Roman menahan langkah Kila dan mengeluar kan Struk Debit nya.
Kila melihat dan membaca Struk itu dengan cermat.
"Sayang ini cukup banyak kamu gak boleh kayak gini."
"Sayang sudah ya besok besok kita bicarakan lagi,sekarang kita pulang dulu ya."
Kila naik ke kursi Roda dan Roman mendorong Kila,mereka juga pamit ke para Perawat di Ruangan tersebut.
__ADS_1
Roman menggendong Kila masuk ke mobil.
"Sayang sini pakai dulu ini ya."
Kila diam saja saat Roman memasangkan sabuk pengaman padanya.mobil akhirnya meninggalkan Rumah Sakit.
"Sayang kamu kok kayak gini sih."?
"Apanya sayang."?
"Kamu gak seharusnya bayarin,aku yang sakit jadi aku jugalah yang harus bayar semua tagihannya."
"Iya tahu."
"Kalau tahu terus kenapa kamu masih bayarin juga."
Roman enggan berdebat dengan Kila karena Kila baru saja pulih dan ini pun masih harus istirahat dua hari dirumah sebelum kembali bekerja.
Kila benar benar tampak kesal dan sepanjang perjalanan ia tak lagi mau bicara.
"Sayang kamu makin cantik kalo lagi marah."
"Aku maunya pulang." teriak Kila.
Uhmm...uhmmm.uhmmm."
Roman mencium bibir Kila dan Kila pun tak
mampu menolaknya.tubuh Roman begitu kuat untuk ia dorong.
Uhmm....
"Sayang kamu ya."
"Apa sudah baikan sekarang."?
Kila hanya diam tak tahu bicara apa karena ciuman Roman barusan ternyata membuat ia meredam amarahnya
"Sayang kok diam apa mau coba lagi."?
Sesaat mereka hanya diam.Roman takut untuk memulai pembicaraan karena ia merasa Kila masih kesal padanya.
"Ehemm Akila Masayu Abram."
Kila kaget mendengarnya.
"Kok tahu Nama Lengkapku."?
"Itu tadi lihat dirincian Biaya Rumah Sakit sayang."
"Ohhh."
"Sayang apa masih marah."?
"Nggak kok cuma masih sedikit kesal aja."
Roman tampak canggung dan terus mencoba untuk tetap bersikap tenang menghadapi Kila dan kila akhirnya merasa ekspresi Roman juga mulai tampak kesal padanya.
"Sayang kamu marah ya."? lirih Kila.
"Aku mana mungkin marah sama kamu kok sayang."
"Maafin aku ya."
"Apa nya."?
"Aku dah bikin kamu kesal kan."?
"Kila sayang itu bisa kita bicarakan lagi lain kali ya,aku gak mau kamu kepikiran ini terus."
"Iya baiklah."
Kila memeluk Roman dengan erat.
"Sayang kamu harus segera pulih ya."
__ADS_1
"Iya."
Roman membiarkan Kila memeluknya lebih lama lagi agar Kila benar benar tenang.