Cinta Terlarangku Untukmu

Cinta Terlarangku Untukmu
Ep 44 Kamu Letih Sayang


__ADS_3

Dua hari kemudian Acara Peresmian kantor cabang pun di mulai,acaranya di laksanakan malam ini.Roman juga sudah mengundang Kila untuk dapat hadir bersamanya.


***


Malamnya tepat pukul tujuh Kila sudah tiba di kantor Roman yang akan Diresmikan ini.ia mengenakan gaun biru tua yang pernah di kirim Seseorang untuknya saat di Kota B.


"Sayang kamu cantik sekali."


"Kamu juga sangat tampan sayang."


Roman mempersilahkan Kila untuk duduk di kursi tamu paling depan.tak lama kemudian Acara pun di mulai.


Kila duduk dengan manis,ia menatap Pria tampan di depannya,yaitu Roman.Roman pun


mencuri curi pandang dan menatap Kila.


"Roman,apa yang sedang kamu lirik."?


"Oh bukan apa apa Ma."


Satu jam berlalu,semua pengisi acara telah tampil dan acara peresmiannya pun berjalan lancar dan makan malamnya pun di mulai.


"Sayang ayo ikut aku."


Roman menarik dengan lembut tangan Kila,ia mengajak Kila menyapa Ibunya.


"Ma ini Seseorang yang ingin Roman kenalkan ke Mama."


"Selamat malam Tante.,Saya Kila."


"Sungguh Gadis yang sangat cantik." gumam


Nyonya besar.


"Panggil saja saya Mama juga ya,seperti Roman."


Roman pun lalu pamit dan membawa Kila


ke luar gedung.lalu lalang orang tampak sangat ramai dalam acara peresmian ini


"Sayang kamu akan pulang kan."?


"Masih satu minggu lagi sayang."


"Pasti kita sulit seperti ini lagi."


"Aku akan selalu ada bersamamu."


Kila menghentikan langkahnya.


"Sayang apa yang kamu maksud."?


"Iya aku akan tinggal di sini denganmu."


Kila mengenggam erat tangan Roman.Roman lalu mengajak Kila pergi.


***


"Sayang pakai ini."


Roman memasangkan jaketnya pada Kila.

__ADS_1


"Sayang aku tak akan bisa jauh darimu,


jadi aku minta izin ke Nyonya besar untuk membuangku kemari."


"Apa Mama menyetujuinya."?


"Tentu saja iya,tapi itu butuh satu bulan untuk selesaikan yang di Kota J."


"Sayang terima kasih ya."


Roman memeluk Kila erat,ia sungguh ingin segera menikahi Kila setelah dua tahun ini.


***


Keesokan harinya Kila tidak masuk kuliah dan tubuhnya sangat lelah,kepalanya pun terasa sedikit pusing.Roman pagi ini sedang sibuk mengantar Ibunya dan para Tamu dari Luar di Bandara.


Siang Harinya ia berencana menemui Kila,tapi sebuah pesan masuk ke ponselnya.


Beep...beep..beep..


"Sayang aku dirumah lagi gak enak badan."


Tak butuh waktu lama,Roman sudah berada di depan pintu rumah Kila.


"Maaf Non ada Tuan Roman di depan."


Kila menuju teras depan dan benar saja Roman sudah duduk manis di kursi.


"Sayang apa kamu sakit."?


"Sepertinya hanya Flu biasa sayang."


"Belum."


Roman ingat Kila sangat susah jika minum obat.


"apa mau aku ajak ke suatu tempat."?


Kila mengangguk,ia pun memakai baju lebih tebal agar tetap hangat.


***


Roman mengajak Kila ke Taman bunga.


"Sayang ini indah sekali."


"kamu suka."?


"Taman ini begitu luas dan ini sangat cantik."


Roman mengajak Kila duduk menikmati bunga bunga indah yang terhampar luas sore itu.


"Sayang apa ini lebih baik."?


"Iya aroma bunga bunga ini sangat menenang kan."


Roman menyandarkan kepala Kila ke bahunya dan mereka pun mulai asyik mengobrol.


"Kila sayang kamu sangat berarti bagiku."


Roman mengecup bibir Kila,untuk sekedar menenangkan hati kila.

__ADS_1


"Sayang ini masih panjang,kuliahmu harus semangat ya."


"Iya."


Roman tahu jika kila kelelahan dengan jadwal kuliahnya,tubuh Kila juga mulai terlihat agak mengurus.rasanya ingin ia bisa membantu urusan kuliahnya Kila.


"Sayang ayo kita ke Dokter."


"Nggak ah,aku gak mau nanti minum obat."


"Sayang kamu lagi sakit."


Kila menggelengkan kepalanya,itu membuat Roman tak bisa berkata apa apa lagi.


"Ya udah yuk pulang."


Malam itu Roman segera mengantar Kila pulang,ingin rasanya ia bisa terus menemani Kila tidur,untuk merawat Kila tapi itu tidak mungkin,mereka belum menikah.


"Bi saya titip jaga Kila ya,jika ada apa apa segera hubungi saya."


Roman memberikan nomor telponnya pada Bibi Rui untuk jaga jaga,sedangkan Kila kini sudah tertidur pulas di dalam kamarnya.


Roman pun segera berlalu dari rumah Kila.ia begitu cemas jika Kila ada apa,mengingat tadi tubuh Kila terasa hangat saat ia pegang.


Hingga sesampai dirumahnya pun,ia tak juga


berhenti memikirkan kila.ia menyetel alarm di ponselnya agar tidak tertidur.


***


Bibi Rui sudah tidak tahan lagi melihat kondisi Kila yang kian tak membaik pagi ini hingga ia memberanikan diri untuk segera menghubungi Roman.


"Ya hallo ini dengan siapa.?


"Maaf tuan ini Bibi Rui,non Kila tuan."


"Bi ada apa dengan Kila.?


"Non Kila panas sekali,"


Tanpa ragu Roman langsung bangun dan ia segera ke garasinya,ia menghidupkan mobil dan secepat mungkin ingin tiba di rumah Kila.


Serasa Kilat menyambar,Roman sudah berada di depan pintu gerbang rumah Kila,ia juga mengklakson dengan kencang agar segera di bukakan pintu.


'Brakk...


"Tuan ayo masuk."


Roman langsung menuju lantai atas diikuti langkah Bibi Rui,ia pun segera menggendong Kila menuju mobilnya,ia membaringkan kila di Jok tengah.


"Bi saya bawa Kila ke Rumah Sakit dulu ya."


"Baik Tuan."


Dengan segera Roman menyetir mobil sangat cepat,untung saja jalanan masih cukup sepi hingga dalam waktu lima menit saja ia sudah tiba di Rumah Sakit.


Dua orang Perawat dengan segera membawa Kila ke ruang tindakan.


Setengah jam kemudian Dokter IGD memberi kan Roman penjelasan jika Kila harus di Opname.


Roman memilihkan sebuah kamar Perawatan yang terbaik untuk Kila,ia juga mengurus semua yang Kila perlukan dan butuhkan.ia sangat khawatir dengan kondisi kesehatan Kila.

__ADS_1


__ADS_2