
***
"Sayang apa kamu lelah."?
Kila menatap ke arah Roman yang kini masih memeluknya dan ternyata pula Roman sedang tertidur.pelan pelan ia melepaskan pegangan tangan Roman yang melingkari dirinya ini.
Sekarang Kila sudah duduk lagi di samping
Roman.entah apa yang sudah membuat Roman begitu beringas saat tadi.
"Sayang,kamu sebenarnya sedang merahasia kan apa."? gumam Kila.
***
Satu Jam berlalu.Kila menonton Tv begitu serius hingga tawa kecilnya pun terdengar. Roman yang tengah samar samar mendengar itu,kini memutuskan untuk segera bangun dan diliriknya sekilas jika wajah kekasihnya ini sedang gembira sepertinya.
"Uh sayang seriusnya."
Kila menoleh dan juga tertawa geli dengan
ekspresi Roman yang terlihat lelah.
"Kenapa tertawa sayang."
Roman duduk dan menatap Kila kian lekat.
"Sayang jangan mulai lagi oke."
Roman tersenyum,ia membalikkan badan dan lanjut tidur.
"Sayang tadi kenapa begitu."?
Roman akhirnya bangkit dan kembali duduk di sofa.
"Sayang apa tadi ada Perawat yang masuk."?
"Nggak ada kok sayang."
"Lalu sejak kapan itu ada disana."?
Kila menatap ke arah bucket buah yang tadi
__ADS_1
di bawa oleh Ricko untuknya.
"Itu tadi ada Seseorang yang datang kemari."
"Apa Pria yang tadi itu."?
"Apa kamu melihatnya."?.
"Hanya sekilas terlihat,dia dari kamar ini kan tadi."?
Kila tertawa kecil,ia berpikir kalau saat ini
Roman tengah cemburu.
"Sayang apa itu begitu lucu."?
"Aku tidak mengenalnya sayang."
"Tapi kenapa dia harus repot repot kemari. "?
"Mungkin lagi kebetulan lewat."
"Kebetulan lewat? itu mustahil."!
lain yang tengah perhatian pada Kila.
"Sayang aku tidak mudah menyukai orang lain
jadi percayalah pada ku."
"Aku percaya padamu sayang,tapi tidak pada dia."!
"Sayang aku lapar."
Roman bergegas bangkit,kembali ia buka kunci
pintu kamar dan gordeng yang ia tutup tadi. Ia pun menyiapkan beberapa makanan untuk Kila.
"Yuk sayang aku suapin ya."
Kila pun mengangguk.ia makan dengan lahap
__ADS_1
karena tangan perkasa ini tengah menyuapi nya dengan sangat penuh kehangatan.
"Sayang apa akan segera pulang."?
"Jangan bicara ini dulu ya,tunggu jika kamu
sudah pulih nanti."
"Apa aku boleh minta tolong sesuatu."?
"Ada apa sayang."?
"Pergilah bekerja seperti biasa,aku akan baik
baik saja di sini."
"Aku Boss nya,kenapa harus repot dengan rutinitas?dirimu inilah yang jadi prioritasku sayang."
Kila tertegun sambil terus saja mengunyah makanan dalam mulutnya.ia tak bisa percaya jika Laki Laki di hadapannya ini begitu baik dan mendahulukannya,apa pun itu dan dalam segala hal.
"Sayang ayo makan yang banyak."
Kila tertawa dan dengan cepat pula Roman menjilati sisa makanan yang menempel di bibir Kila.
"Sayang bagaimana jika ada Perawat yang
masuk kemari."?
"Maka biarkan saja ia melihatnya."
Roman mencubit hidung Kila manja.
"Baiklah kamu Boss nya sekarang."
"Iya Nyonyaku,jangan ngambek ya."
Makan siang yang Romantis Ala ala mereka
berdua,makan yang di penuhi dengan canda tawa dan juga godaan godaan kecil.membuat mereka kian sulit untuk berjauhan.
Rasa cemburu Roman pun mulai tumbuh,ia mulai berusaha untuk terus memperhatikan Laki Laki lain yang bisa saja akan mendekati Kila.
__ADS_1
Rasa cemburu yang juga ia balut dengan rasa perhatiannya yang kuat terhadap Kila.