
***
"Ya Tuhan banyak sekali pesan yang masuk dan ini Roman semalam juga ternyata juga menelponku."? gumam Kila.
***
"Hallo Kila selamat pagi."
"Roman maaf ya tadi malam aku benar benar ketiduran."
"Oh gak apa apa kamu sedang apa."?
"Lagi mau lari pagi."
"Aku boleh ikutan gak."?
"Boleh."
"Kalau gitu aku pesan tiketnya ya biar besok dah bisa lari pagi bareng."
"Ngapain pesan tiket? kesini aja kan bisa langsung lari bareng."
"Kila kamu bercanda kan ya pagi pagi begini."
"Kalau gitu kamu bisa datang ke suatu tempat gak?ada Seorang temanku yang ingin datang menemuimu."
"Apa kamu titip sesuatu ke dia."?
"Iya aku nitip rinduku untukmu."
"Oke kamu kirimkan alamatnya ya,setengah jam lagi aku tiba disana."
Kila segera mengirimkan alamatnya pada Roman.
***
"Apa tempat ini yang Kila maksud."?
Roman sudah tiba di tempat yang Kila janji kan.ia tampak duduk di bangku Taman.Kila yang sudah memperhatikan dari kejauhan tengah memikirkan cara bagaimana ia bisa menghampiri Roman,tanpa Roman sendiri juga mengetahuinya.
Beep..beep...beep
Kila mengirimkan banyak pesan ke ponsel Roman,agar Roman sibuk melihat ponselnya dan benar saja Roman pun tampak sedang bingung.
***
"Hallo Kila teman kamu dimananya."?
"Gak jauh kok dari kamu."
"Tapi di mananya Kila."?
"Di belakangmu Roman."
__ADS_1
"Kila kok kamu bisa tahu."?
Roman pun mulai curiga dan segera ia akhir nya berbalik.
"Kila kamu....disini."?
"Hai apa kabar."?
Kila mendekati Roman yang masih saja kaget melihat kedatangannya.
"Hei kok bengong?sambil mencubit kedua pipi Roman.
"Aww ini sakit dan ini bukan mimpi."
Roman langsung memeluk Kila dengan erat.
"Kila ini beneran kamu kan."?
"Iya ini aku kila,lepaskan dulu pelukanmu nanti dilihat yang lain."
"Kapan kamu nyampe."?
"Kemarin siang."
"Kila bisa kita jalan ke tempat lain."?
"Oke."
***
"Kila biar aku yang buka sabuknya."
Wajah mereka begitu dekat hingga jantung Kila tiba tiba berdetak lebih cepat.
"Ah sudah selesai."
"Roman terima kasih."
Cuup...
Tiba tiba Kila mencium sekilas pipi kiri Roman.
"Hei ayo turun."
Kila turun lebih dulu sedangkan Roman masih kepikiran dengan sikap Kila yang tiba tiba saja menciumnya tadi.
"Yuk Kila duduk di sini."
Mereka duduk di atas sebuah kursi yang juga menghadap ke arah Pantai.Hembusan angin pun membuat rambut Kila tergerai kian indah, Roman tak henti hentinya memandangi Kila.
Ia sungguhlah rindu ketika saat itu mereka pernah bersama di Kota B.mereka terdiam cukup lama karena suasana mereka yang juga telah berbeda saat ini.
Roman mengambil tangan Kila dan menatap Kila dalam dalam.ia mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk dapat mengutarakan kembali isi hatinya pada Kila.tiba tiba Roman sudah berlutut.
__ADS_1
Bruk....
"Kila bersediakah menerimaku kembali di hati mu."?
"Ro..Roman berdirilah."
"Kila bersediakah kamu menerima hatiku ini kembali."?
"Berdirilah jangan seperti ini Roman."
"Kila aku akan berdiri setelah kamu bersedia menjawabnya."
Kila berpikir sejenak,mencoba untuk memberi Roman kesempatan lagi atau tidak.meski saat Roman pergi ia baru juga menyadari jika ia dan perasaannya memanglah untuk Roman.
a
"Roman apa kamu bersungguh sungguh kali ini pada perasaanmu sendiri."?
"Iya Kila."
"Apa kamu siap menjalani hubungan jarak jauh denganku."?
"Kila kamu...."?
"Iya aku mau kamu kembali ke hatiku lagi Roman."
"Kila terima kasih telah memberiku satu lagi kesempatan."
"Maka gunakan itu dengan baik."
Roman bangkit dan memeluk Kila,ia pun juga mencium kening Kila dengan lembut.
"Apa sudah cukup meluknya? kita akan jadi pusat perhatian nanti."
"Biarkan aku memelukmu sebentar lagi Kila."
Kila tak kuasa menolaknya.ia datang ke Kota J
ini juga demi ingin tahu seberapa besar tekad Roman untuk bersamanya.ia juga ingin sekali mengetahui sendiri sebenarnya perasaannya ini untuk Roman itu seperti apa.
"Roman bisakah kita saling menguatkan."?
"Kila aku akan melakukan apapun untuk bisa
membuatmu bahagia."
"Roman kamu ini sungguh pandai menggombal ya."
"Itu bukan gombalan,itu sebuah pernyataan seorang Laki Laki untuk Sang Wanitanya."
"Siapa yang Wanitamu."?
"Kilaku sayang tentu saja kamu."
__ADS_1
"Ahh Roman turunkan aku,aku ini berat."
Mereka tampak dekat,saling bercanda tawa seperti beberapa bulan yang lalu.