
***
"Huft kenapa aku jadi terpancing dan kenapa harus bertengkar dengannya."?
"Apakah aku harus mengejarmu Kila."?
Roman terus berpikir untuk menjelaskan semuanya,tapi ia takut jika Kila akan menolak semua yang ia katakan.
Roman akhirnya memberanikan diri untuk mengirimkan pesan pada Kila.
***
Setibanya di rumah Kila bergegas dan masuk ke kamar.mencoba memejamkan matanya. Ponsel yang terus berbunyi pun tak ia hirau kan.Kila akhirnya lebih memilih untuk tidur hingga sore.
***
Tok...tok...tok...
"Ya Ampun siapa yang bertamu."?
Kila menggosok matanya dan melihat ke arah jam dinding yang ternyata sudah menunjuk kan Pukul Empat sore.ia segera mengambil ponselnya.dengan suara berat dan mata yang masih mengantuk.
"Hallo ini siapa."?
"Kila sayang ini aku Roman."
Tut....tut...tut....
Sesaat kemudian kembali berbunyi.
"Hei sedang apa telpon terus."?
"Kila aku sudah di depan rumahmu sekarang."
Kila segera bangun dan menuju ruang tamu dan dari balik jendela dia melihat Roman tengah berdiri di depan pintu rumahnya.Kila berpikir sejenak untuk membuka pintu atau tidak.
Tok....tok...tok...
"Masuklah dan ada apa kemari."?
"Kila aku ingin bicara sesuatu."
"Bicara saja di sini tak apa apa kan."?
"Kila bisakah kita bicara di tempat lain."?
"Baiklah tapi setelah itu segera antar aku pulang."
"Baik."
__ADS_1
Kila tak lagi mengganti pakaiannya. mereka berdua segera meninggalkan rumah.di dalam mobil suasana terasa sangat canggung.
Dua puluh menit kemudian mobil pun sudah berhenti di tepi Pantai.
Dengan sedikit keberaniannya Roman pun mulai menjelaskan sesuatu.
"Kila aku mau bicara tentang yang tadi siang Di Mall,aku tadi memang sedang menghindari Seseorang."
"Seseorangmu kan."?
"Tapi dia dan aku tidak ada hubungan apa pun lagi."
"Tapi kalian pernah bersama kan."?
"Iya tapi itu sudah cukup lama."
"Kenapa harus menghindar."?
"Dia masih mengejarku hingga kini Kila."
"Roman kamu Laki Laki tampan,gagah,kaya dan memikat,pastinya banyak Wanita yang ingin bersamamu."
"Kila aku hanya mencintaimu Seorang."
"Aku mungkin juga adalah salah satu dari Pengembaraan cintamu."
"Kila maaf jika ini membuatmu ragu."
"Kila aku tidak sedang berbohong."
"Ntahlah biar waktu yang menjawabnya."
Suasana kembali hening.Kila memandang ke arah Laut biru yang tengah menghampar luas dan sungguh sore yang sangat indah,namun tak demikian dengan perasaan mereka berdua saat ini.
"Kila aku minta maaf jika aku salah."
"Heem tidak perlu meminta maaf."
Roman terdiam.kali ini perasaannya sangat kacau,ia yakin jika Kila sudah benar benar tak menganggap apapun lagi hubungan yang mereka jalani saat ini.ia juga yakin jika Kila akan mulai menjahuinya.
"Kila bisakah aku melihatmu besok untuk yang terakhir kalinya."?
"Baiklah aku akan berusaha untuk itu besok."
Sikap Kila yang tampak sedikit cuek makin membuat hati Roman hancur,hubungan yang baru seumur jagung akhirnya harus berada di ujung Tanduk.
"Ayo antar aku pulang,aku letih."
"Baik Kila."
__ADS_1
***
"Tidak usah membukanya biar aku sendiri saja yang turun."
Kila turun dari mobil tanpa mengajak Roman untuk turun juga.Kila segera melangkahkan kakinya masuk ke rumah dan sementara itu Roman hanya bisa diam,ia tak ingin membuat Kila pun semakin membencinya.ia pun segera pergi.
***
Siang hari Besok jam pulang kerjanya,Roman ternyata sudah menunggunya di depan pintu gerbang Rumah Sakit.entah sejak kapan.
"Apa sedang menungguku."?
"Iya."
Sesaat kemudian mereka sudah di perjalanan.
"Lalu mau apa membawaku pergi."?
"Aku hanya ingin melihatmu Kila."
Kila sedih mendengarnya,tapi ia tak ingin goyah hati.Roman terus menyetir sesekali ia masih mencuri curi pandangan ke arah Kila.
Lima belas menit kemudian mereka tiba di Taman Kota.Kila tahu persis tempat ini.taman ini sangat sepi di hari hari biasa.
"Kila aku tahu jika kamu masih marah padaku atau mungkin kamu akan pula membenciku."
Roman mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.
"Kila ini untukmu,aku ingin kamu menjaganya Kila."
Kila membukanya dan lalu menutup kotak itu
kembali.
"Kila aku ingin kamu memakainya."
Roman pun mengambil kotak itu dari tangan Kila.akhirnya Kila membiarkan saja Roman memasangkan kalung itu di lehernya.kalung yang begitu indah dengan berhiaskan sebuah liontin yang Berinisial R&A.
Kila pun kembali berbalik dan tiba tiba saja Roman sudah menciumnya.
Uhm..uhmmm..umm.
Roman mencium bibir Kila dengan cukup lama dan Kila tak menolaknya,ia bahkan membalas ciuman itu dengan penuh gairah.ia menumpah kan semua rasa sesak di dadanya.Roman yang merasa Kila bergairah akhirnya ikut larut.
"Ahh Roman..."
Mereka saling melepaskan ciuman.
"Kila maafkan aku dan bisakah kita kembali berbaikan."?
__ADS_1
"Ayo pulang." elak Kila.
Kila segera naik ke dalam mobil dan Roman mengikutinya.mobil pun berlalu meninggalkan Taman Kota.