
***
Setelah sore itu semenjak dari rumahnya Kila Roman tak ada lagi kabar sama sekali.Kila sudah mengirimkan banyak pesan,namun satu pun belum mendapatkan balasan dari Roman.
Tok...tok...tok...
"Sayang."
"Maaf mengagetkanmu sayang."
"Sayang kok gak ada kabar."?
"Maaf sayang ponselku hilang."
"Kok bisa."?
"Setelah dari sini hari itu aku mampir dulu ke
Swalayan dan setibanya dirumah baru sadar jika ponsel sudah tidak ada lagi di kantong celana."
"Pantesan gak bisa di hubungi."
"Sayang apa kita masih bisa jalan."?
"Nanti aku kabari lagi ya sayang."
"Sayang aku pamit dulu ya."
"Kenapa buru buru."?
"Ada rapat di Kantor."
"Ya udah hati hati ya sayang."
Roman pun berdiri dan berbalik ingin segera melangkah pergi,tapi tiba tiba Kila sudah
memeluknya dari belakang.
"Sayang ada apa."?
"Gak ada apa apa,aku kangen."
"Lalu kalau kangen."
"Aku peluk kamu sebentar ya sayang."
Roman pun membiarkan Kila memeluknya.
"Sayang udah kok aku meluknya."
"Ya udah aku pulang dulu ya."
Roman melangkah pasti menuju mobilnya dan sementara Kila masih berdiri di teras sambil memandangi hingga mobilnya Roman berlalu.
Hari ini Kila hanya mengahabiskan waktunya di rumah saja.
__ADS_1
***
"Selamat malam kila sayang."
"Ini nomor yang baru kah sayang."?
"Iya."
"Kok bisa."?
"Sayang Nomormu sudah tertanam di ingatan
ku sayang."
"Bagus kalau begitu."
"Sayang bisakah bertemu besok."?
"Aku usahakan ya sayang,sejak kita pulang waktu itu aku takut keluar lagi."
"Apa Mamamu tidak menyukaiku."?
"Mama gak bilang apa apa tentang kamu,jadi aku juga ragu jika Mama suka atau nggaknya sayang."
"Sayang apakah ini yang membuatmu sedih."?
"Aku takut hubungan kita akan di tentang keluargaku."
"Sayang apa kamu lupa dengan janjiku pada
"Aku masih ingat,tapi aku sungguh takut."
"Aku Laki Laki,aku akan kuat apapun itu sayang."
"Iya aku percaya."
"Kalau memang besok tidak bisa juga datang ya tidak apa apa sayang."
"Aku pasti akan datang kok."
"Tapi jangan tanpa sepengetahuan Mama ya sayang."
"Iya."
Malam itu Kila akhirnya merasa lebih lega setelah Roman membujuknya.
***
Kila keluar dari kamarnya dan segera ia menghampiri Mamanya yang tengah asyik mengobrol dengan Papanya.
"Sayang ada apa."?
"Ma boleh gak Ma besok Kila keluar."?
"Lah emang Mama ngelarang Kila jalan jalan ya."?
__ADS_1
"Nggak kok Pa."
"Apa Kila mau Papa yang temenin jalan jalan
besok."?
"Nggak kok Pa."
"Lalu Kila mau jalan sama siapa nih."?
"Itu Ma sama Roman boleh kan."?
Mama dan Papanya saling pandang.
"Iya sudah besok pergilah jalan jalan,tapi jangan pulang terlalu sore."
"Beneran Pa kila boleh pergi besok."?
"Iya tapi bilangin dia buat jemput ke rumah ya sayang."
"Iya Ma dan Kila tidur dulu ya."
"Iya sayang."
Setelah di rasa Kila benar benar masuk ke kamarnya.Tuan Abram mencoba mencari tahu tentang Roman.
"Ma apa dia sudah pernah datang kemari."?
"Siapa Pa."?
"Itu temannya Kila."
"Oh beberapa hari yang lalu Pa."
"Dia tinggal di Kota ini ya Ma."?
"Iya Pa."
"Apa dia tampan Ma."?
"Iya Pa."
"Apa dia sudah bekerja."?
"Iya Pa."
"Apa dia terlihat Sopan."?
"Lah kok Papa nanya nya gitu."?
"Gak apa apa,Papa penasaran aja siapa yang bisa menakhlukkan hatinya Kila."
"Semoga dia bisa jagain kila ya Pa."
"Amin."
__ADS_1
Tampaknya Tuan Abram sangat penasaran akan Dosok Roman.dalam hatinya,Beliau pun berencana untuk bisa bertemu langsung dengan Roman.