
Malam harinya,Kila sudah berada di rumah nya.rasanya seluruh tubuhnya letih setelah berkutat adegan ranjang sorenya dengan Roman.Kila kini sudah tak lagi peduli akan jati dirinya yang harus ia jaga baik baik.ia hanya ingin tak melepaskan cinta dan dirinya dari Roman.
***
Dua minggu berlalu,hampir di setiap harinya Kila dan Roman selalu bertemu dan juga menghabiskan waktu.Roman pun selalu berusaha untuk mengelak saat Nyonya besar menyuruhnya pulang sementara ke Kota J. begitupun Axele,dia tak tahu pasti dengan keseharian Roman di Kota K,karena Roman sendiri menolak untuk tinggal bersama dengan nya.
Sementara Mandala,kini tengah disibukkan dengan kegiatan di Luar Kota,meski ia tahu Kila sudah begitu lengket dengan Roman, namun Mandala tidak membatasi langkah adiknya ini.baginya Kila sudah dewasa dan sudah tahu hal apa yang akan ia sendiri ambil.
***
Pagi itu,Kila tak menyangka semua yang pernah Roman harapkan darinya pun terjadi juga.sesaat setelah bangun tidur Kila mulai merasakan kepalanya sangat pusing dan juga berasa sangat mual.
Kila pagi itu juga segera mendatangi Roman di kediamannya.ia menceritakan apa yang ia alami paginya.
Alih alih merasa cemas,Roman yang sedang mendengar cerita Kila,akhirnya membawa Kila ke Klinik Pengobatan dan setelah dilakukan Pemeriksaan,betapa kagetnya diri Kila apa yang sudah terjadi pada dirinya.
__ADS_1
Kila tak pernah menyangka dirinya akan segera menjadi seorang Ibu sembilan bulan nanti.
"Sayang kenapa kamu sedih."? lirih Roman takkala Kila naik ke mobil.
"Kita harus bagaimana ini?aku takut sayang." ujar Kila sambil ingin menangis.
Roman segera memeluk Kila,mencoba untuk menenangkan hati Kila.ia pun terus berusaha menguatkan Kila,jika ia akan bertanggung jawab penuh dengan segera menikahi Kila.
Setelah tiba di kediamannya.Roman segera membaringkan Kila di kamar,ia juga terus menjaga Kila yang sudah tertidur dari sejak dalam perjalanan pulang tadi.
Setelah dua jam tidur,Kila bangun.ia terus saja menangis dengan apa yang sudah diri nya alami.ia tak henti hentinya menyalahkan dirinya sendiri.Roman tak ingin Kila merasa dirinya sedang sendirian,diam diam dari pintu luar kamar,ia memperhatikan Kila.
Roman sudah menyiapkan sebuah lamaran lagi untuk Kila.
***
__ADS_1
"Sayang kamu sudah bangun."? sapa Roman sesaat masuk ke kamar dan mendekati Kila.
Kila masih saja bersedih.mulutnya seakan terkunci hanya untuk sekedar menjawab pertanyaan dari Roman barusan.Kila mulai merasakan rasa takut yang kian kuat dalam dirinya.
" Sayang ayo lihat aku." Roman membelai wajah Kila dan mendekatkan pula wajahnya.
"A...a..aku takut sayang,aku takut semua ini akan diketahui oleh Papa dan Mama."
"Sayang menikahlah denganku ya." ujar Roman sambil mengeluarkan sebuah cincin dari genggamannya.
Kila pun menjulurkan jari manis tangan kiri nya,ia membiarkan Roman memasangkan cincin itu.hati Kila sedikitnya tenang meski akan ada lagi prahara yang akan ia hadapi nantinya.bulir bulir air matanya kian mulai mengumpul dan ia segera memeluk Roman dengan begitu erat.
Roman tak memberitahu Kila,bahwasanya Mandala sudah tahu dengan yang sudah terjadi.dalam hati Roman,ia hanya ingin segera menjadikan Kila istrinya,terlebih saat ini Kila tengah mengandung buah cinta mereka.
Rasa bahagia sangat memenuhi ruang hati Roman,walaupun Kila sendiri dilanda rasa cemas.Roman yakin jika ia dan Kila akan segera bisa hidup bersama dengan secara resmi.
__ADS_1
Roman tak pernah berusaha untuk sedikit pun lari dari apa yang sudah ia janjikan saat itu kepada Kila.dimana ia pernah berjanji akan terus menjaga dan mendampingi Kila seumur hidupnya.