
***
"Bi,Kila keluar dulu ya."
"Baik Non."
Pagi ini Kila bermaksud datang ke kampusnya
karena sudah hampir satu minggu ia tidak masuk kuliah.Kila pergi tanpa sepengetahuan Roman.
Tok...tok...tok..
"Maaf tuan Roman,non Kila sudah pergi pagi pagi sekali."
"Kemana Bi."?
"Nona tidak bilang apa apa tuan."
Roman pun bergegas pergi dan ia yakin jika saat ini Kila berada dikampusnya.Roman ingin sekali marah rasanya,karena Kila tidak juga mendengarkan anjuran Dokter dengan baik.
Ya Kila masih harus istirahat tiga hari lagi di
rumah pasca Perawatan Rawap Inap.
Hari kian terik dengan tergesa gesa Roman menyusuri koridor menuju Ruang kuliah Kila.
Tak lama pemandangan yang dilihat sungguh mengejutkan mata dan juga hati Roman.
"Ada apa dengan Pria itu?kenapa dia begitu dekat dengan Kila."? gumam Roman.
Saat ingin masuk ke ruangan Kila tadi,Roman
melihat jika Kila tengah sibuk mengobrol dengan Seseorang dan itu adalah Ricko,Pria yang di lihatnya ketika di Rumah Sakit.Roman ingin segera menghampirinya,namun suasana kelas sungguh ramai.
"Apa aku harus pergi."? gumam Roman.
dari pintu luar.ia terus melihat ke arah Kila dan Pria itu.
"Eh,aku keluar dulu ya."
Kila bermaksud ingin mencari udara di luar
dan menghindari obrolan dari Ricko.
Tap...tap...tap...
Roman tak menyadari jika Kila sudah melihat nya lebih dulu.
"Roman,ada apa kemari."?
Roman kaget mendengar Kila baru saja menyebut namanya.segera ia tersadar dari lamunannya.Kila menarik tangan Roman dan segera mencari tempat yang lebih sepi untuk bicara.
"Hei sayang,kenapa membawaku kemari."?
"Sayang,sebenarnya sedang apa di sini."?
"Kenapa kamu sangat keras kepala."?
"Apanya."?
"Kamu ingin kembali Ke Rumah Sakit."?
Kila mulai paham akan maksud Roman.
"Tapi sayang,hari ini aku ada ujian."
"Apa Kekasihmu ini sudah mati."?
Kila makin yakin jika Roman sangat kesal padanya.
"Sayang aku minta maaf,tapi aku sudah tidak apa apa sekarang."
__ADS_1
"Ayo kembali."
"Itu aku masih ada satu mata Kuliah lagi kok sayang."
Roman tak peduli.ia terus menarik tangan Kila dan membawa Kila untuk segera pulang.
"Sayang bagaimana dengan tasku."?
"Aku yang akan mengambilnya."
Roman membawa Kila ke mobil dan ia segera kembali mengambil tas Kila di Ruang Kuliah.
Sesaat kemudian ia sudah duduk di jok mobil nya.Kila pun kembali bertanya.
"Sayang,mobilnya bagaimana."?
"Akan ada yang mengantarnya nanti ke rumahmu."
Roman segera menghidupkan mobil dan kini mereka pun sudah menjauh.di dalam mobil Kila tak bicara apa apa,ia takut jika nanti amarah Roman kian bertambah.Roman pun akhirnya mulai membuka pembicaraan.
"Sayang apa sudah makan."?
Kila mengangguk.
"Apa ingin aku suapi."?
Kila menoleh dan menatap Roman dengan malu.
"Sayang aku tidak lapar."
"Baiklah,jika begitu aku yang lagi lapar."
Roman membawa Kila ke rumahnya.
***
Bang......
Pintu itu tertutup dengan keras dan mereka berdua tengah duduk di sofa tamu Roman.
Kila tahu ia salah,tapi tak ia sangka ini akan
menyebabkan Roman marah besar padanya.
"Sayang apa yang harus kulakukan agar kamu tak marah lagi."?
"Besok tetaplah di rumah hingga benar benar pulih."
"Iya baiklah sayang."
"Sayang belajarlah untuk menyayangi dirimu
sendiri."
Kila mengangguk,sementara Roman tengah berusaha menurunkan tensi amarahnya.
"Ohya sayang,apa Pria itu sungguh tampan dariku."?
Kila bingung Pria mana yang Roman maksud kan ini.
"Sayang siapa? Pria apa."?
"Yang aku lihat di Rumah Sakit saat itu."
"Maksudnya Ricko."?
"Hem kamu begitu lantang menyebut Nama nya."!
"Dia itu teman kuliah dan aku sudah janji bukan?tidak akan menyukai orang lain."
"Tapi aku bisa lihat dari matanya jika ia
__ADS_1
menyukaimu sayang."
"Lalu aku harus bagaimana?apa aku harus
berhenti kuliah."?
"Sayang aku takut jika dia dekat dekat
denganmu,apa kamu begitu tidak peduli itu."?
"Kamu boleh cemburu,tapi apa harus seperti
ini?tidak bisakah percaya padaku."?
"Sayang aku percaya padamu."
"Huh kamu sungguh marah hanya karena ini."
Roman tak lagi bicara.apa yang ia takuti pun akan terjadi? semua itu memenuhi pikirannya saat ini,tapi ia juga tak ingin berdebat terus dengan Kila.
Kila yang mulai merasakan jika Roman tengah
cemburu,hanya ingin Roman tetap percaya padanya,jika ia sendiri bisa melindungi hati nya ini hanyalah untuk Roman seorang saja.
Suasana hening.saling diam meskipun tetap
saling pandang.
"Sayang aku ingin minum."
Roman segera melangkah ke dapur dan ia mengambilkan minum untuk Kila.
"Ini sayang minumnya."
"Apa masih marah padaku sayang."?
Kila melihat wajah Roman yang masih sedikit tegang.
"Tidak kok sayang."
Kila mendekat lebih dekat,ia lalu duduk di
pangkuan Roman.
"Apa aku berat."?
Roman menatap wajah imut Kila yang bersih ini.
"Tidak berat sama sekali kok."
"Apa aku begitu menyebalkan hari ini."?
"Tidak begitu juga."
"Apa mau berbaikan sekarang."?
Roman pun menyadari jika Kila tengah ingin membujuknya.
"Baiklah aku mengaku kalah,sekarang apa Ratuku sudah puas."?
Uhm..uhm....ummmmm....
Kila langsung mencium bibir Roman.Roman
m yang tak siap karena itu hanya bisa pasrah saja.
"Sayang apa sudah cukup."?
Uhmm....uhmm....uhmm....
uhm...umm..uh..
__ADS_1
"Sayang aku." ucap Kila dari sela sela bibirnya yang tengah Roman nikmati.berciuman yang begitu lama.
Roman mengeluarkan rasa takut kehilangan Kila.begitu dalam ciuman Roman kali ini dan membuat Kila begitu suka menikmatinya.dada Kila kian berdebar kencang lagi dan lagi.