
***
"Selamat pagi sayang." Roman sudah berdiri
di hadapan Kila yang tengah menunggunya di di depan Hotel.
"Ayo kita berangkat."
Roman dan Kila sudah berlalu dan kini tengah dalam perjalanan menuju ke tempat Magang nya Kila.
"Sayang hari ini aku boleh kan menemanimu magang."?
Kila terpaku,apa ia salah dengar? gumamnya.
"Sayang kalau tidak boleh juga tidak apa apa kok." sambil terus menyetir.
"Emh bukan tidak boleh tapi yang bisa masuk
itu adalah Pasien sayang."
"Kalau begitu aku jadi Pasien saja bagaimana sayang."?
"Uhh jangan,aku tidak akan rela kamu
kenapa napa."
Roman tersenyum mendengar rasa khawatir Kila padanya,jika ia memang jadi Pasien nantinya.tapi entah kenapa Kila merasa ada sedikit perasaan aneh yang menghinggapi hatinya.rasa yang tak ingin kehilangan begitu kuat merasuki Jantungnya.
***
"Sayang kita sudah sampai,kenapa dari tadi hanya diam sayangku."?
Kila terlena dalam lamunannya sendiri tadi hingga tak menyadari ia sudah harus mulai aktifitas Magangnya pagi ini.
"Oh makasih sayang aku pamit ya."
Kila mengecup bibir Roman kali ini.
__ADS_1
"Uhmm...uhmm."
"Sayang apa tidak takut di..lihat orang."? tanya Roman agak bingung.
" Kan kacanya gelap sayang." ledek Kila lagi
sambil ingin turun dari mobilnya Roman ini.
"Oke hati hati ya sayang."
"Iya kamu juga ya sayang dan kabari aku ya jika sudah di kantor."
Roman pun mengangguk dan Kila melangkah masuk.Roman pun juga dengan segera ia juga berlalu.hari ini tidak seperti biasanya yang dimana ia akan berlalu setelah bayangan diri Kila benar benar sudah menghilang dari mata nya.
***
Roman memacukan mobilnya dengan lumayan cepat,ia ingin segera tiba di kantornya karena hari ini Direktur yang akan menggantikan posisinya nanti sudah tiba dari Negara S.
Ditengah perjalanan,Roman yang sedikit buru buru ini menyetir dengan tatapan kosong.ia tiba tiba memikirkan kekasih hatinya Kila.ia melamun membayangkan wajah Kila yang sangat senang ketika tahu ia akan mengantar sendiri Kila kembali ke Kota K bersamanya
nanti.
***
***
"Kenapa rasa hatiku sangat tidak enak begini
ya."? gumam Kila ketika sedang menuliskan sesuatu di selembar kertas,ia sadar jika ia sudah pula menuliskan nama Roman di sana dan cepat cepat ia lipat kertas itu,mengoyak nya hingga jadi remahan kertas kecil kecil.
"Kila ada apa denganmu?apa tidak enak badan."? tepukan di pundaknya ini seketika membuyarkan kegiatannya ini.
"Oh maaf Dokter,saya tadi hanya salah tulis."
"Apa kamu baik baik saja Kila?Dokter Bagas menangkap ada kegelisahan yang tergambar jelas di wajah Kila.
"Iya Dokter saya tidak apa apa."
__ADS_1
"Oke dan fokuslah Kila." Dokter Bagas segera berlalu dan masuk ke Ruang kerjanya.
"Ups ada apa denganku kali?apa aku benar
benar terlihat tidak baik."?
Kila segera masuk ke Toilet.merapikan riasan nya agar tampak tetap berseri.
***
Satu jam berlalu.Ruang IGD pagi ini terlihat
agak lengang,hanya ada dua orang Pasien yang terlihat di ruang TRIASE hijau.
***
Terdengar suara Mobil Ambulans yang kian mengiang di depan Ruang IGD.Kila dengan sigap segera keluar sambil mendorong sebuah Brangkar Pasien.ia pun segera mendekati Ambulans dan tampak beberapa orang yang sedang berusaha mengeluarkan Brangkar Tidur dari dalamnya,seketika hati Kila terasa berdesir,tapi ia tetap fokuskan pandangan nya.
Krek....Bang...
Brangkar tidur pun akhirnya sudah berada di atas Brangkar berjalan yang tengah Kila pegang.sekilas ia tidak menyadari jika Laki laki yang tengah berlumuran darah ini adalah Pujaan hatinya Roman,Para Crew yang lain segera memberikan pertolongan pada Pasien ini,Dokter Bagas pun dengan sigap terus pula membantu mereka,mulai dengan memasang kan Oksigen,memasangkan Infus serta juga mengecek Tanda Tanda Vital sang Pasien. Wajah yang berlumuran darah ini pun Kila yang membersihkannya.ada rasa yang kian aneh di hatinya tangannya tiba tiba begetar sendiri,namun ia tetap berusaha untuk tenang dalam mengerjakan tugasnya.
Brukk..."
Kila mundur dengan Refleks tak kala setelah menatap lebih dekat mata dan hidung itu kenapa begitu mirip dengan kekasih hatinya.
Dokter Bagas tetap memberi Kila Kode untuk tetap tenang.Kila menghampiri kembali dan ia mencoba menguatkan hatinya,jika jika saja ia sudah salah lihat.ia tetap membersihkan wajah Pasien itu dari beberapa serpihan kaca mobil dan saat mata itu ia lap dengan Kassa basah,baru saat itu ia terbangun dari rasa anehnya.
"Ro...Roman"? pekik Kila dalam hati.
Ia sungguh sungguh tak percaya jika ini nyata
segera ia mengiggit sendiri bibirnya dan itu terasa sangat perih,barulah juga ia yakin ini bukan mimpi.
"Dokter Bagas sadar jika Kila terlihat kian pucat,ia menghampiri Kila dan berkata jika Pasien ini tidak Cedera Serius,hanya saja akan ada banyak lagi pemeriksaan lanjutan untuk dapat memastikannya.
Para Crew telah bertugas dengan baik.nyawa Sang Pasien telah Tertolong meski Pasien ini belum juga membuka matanya.Kila tetap fokus,seolah ia tak ingin terganggu dengan perasaannya sendiri.ia tetap menyelesaikan tugasnya.ia dengan sigap kembali membersih kan semua luka yang telah terhunus di bagian tubuh Roman yang lainnya.keringat dingin mengucur dari dalam pakaiannya.
__ADS_1
Ia sungguh ingin menangis,tapi satu kata yang pasti inilah yang namanya sebuah kata
Profesionalitas yang harus tetap di junjung tinggi,sesuai Sumpah Profesinya Sebagai Seorang Perawat.