CINTA WANITA MALAM

CINTA WANITA MALAM
CWM_PART 10


__ADS_3

" Tuhan apa salah dan dosa ku ?? " tanya Rosa lirih dalam hati sambil menangis saat mengingat kembali nasib buruk nya


" Apa belum cukup kau menguji ku "


" Mengapa kau memberikan aku cobaan seperti ini lagi ?? "


" Apa salah kedua orangtua ku Tuhan ?? , sampai aku harus menanggung semua ini "


" Mengapa kau menggariskan takdir ku seperti ini ?? "


" Tuhan sampai kapan aku harus hidup seperti ini ?? "


" Ayah , Ibu Rosa ingin ikut kalian saja "


" Rosa gak sanggup hidup di sini "


Rosa terus menangis tanpa berhenti , cobaan dalam hidupnya sungguh menyiksa dirinya , Rosa pun bangun dari ranjangnya , dengan susah payah ia berjalan menuju kamar mandi , ia merasa sangat - sangat sakit di bagian intim nya , dengan perlahan ia memasuki kamar mandi tersebut .


Kini Rosa telah berada di dalam kamar mandi , ia menangis memandangi dirinya yang terlihat sangah hancur dan kacau di depan cermin besar , Ada banyak tanda merah di sana hingga membuat Rosa yang melihatnya merasa sangat jijik .


Dengan perlahan Rosa menyalahkan keran shower , ia menyelamkan seluruh tubuhnya ke dalam bathtub yang sudah di penuhi oleh air .


" Ayah ibu tunggu Rosa " ucap nya lirih sambil menenggelamkan seluruh tubuh nya ke dalam bathtub


--------------


Di luar ..


Adrian yang saat itu sedang tertidur harus terbangun karena bunyi panggil telepon yang sangat mengganggu nya , Ia pun mengangkat panggilan telepon tersebut dengan sangat malas , setelah panggilan terputus Adrian melihat kesamping ranjang nya yang sudah kosong , Niat hati ingin tidur lagi tapi ia batalkan karna Adrian ingin melihat Rosa saat itu dan akhirnya ia menunggu di atas ranjangnya sambil membuka laptopnya .


Sudah cukup lama Adrian menunggu disana namun Rosa tidak kunjung keluar dari kamar mandi , Adrian pun merasa heran ia menghampiri pintu kamar mandi tersebut untuk memastikan keadaan Rosa

__ADS_1


" Mengapa hanya kedengaran suara keren saja , sedang apa dia dalam ?? " Tanya Adrian heran dalam hati


Adrian pun penasaran ia mencoba mengetuk pintu tersebut , namun Rosa tak menjawab dan juga tak membukakan pintu tersebut


" Hay Nona sedang apa kau di dalam " teriak nya


"Cepat keluar atau aku akan dobrak pintu nya !! "


" Hey... bukanlah " ucap nya agak keras


Adrian pun semakin penasaran karna tidak ada respons dari dalam sana , ia langsung mendobrak pintu tersebut hingga terbuka


saat pintu sudah terbuka Adrian sungguh terkejut saat melihat tubuh Rosa yang berada di dalam bathtub , tubuh Rosa kini sudah melemas dam bibirnya pun sudah membiru , dengan segera Adrian mengangkat tubuh mungil Rosa . Adrian membaringkan tubuh Rosa di ranjang dan ia juga memakai kan Rosa kemeja milik nya ( karna Adrian tidak memiliki baju wanita ) ,dengan segera Adrian menelepon dokter pribadi miliknya.


tak berapa lama sang dokter pun datang . ia langsung memeriksa keadaan Rosa saat itu.


" Bagimana keadaan nya ?? " tanya Adrian


" Baik lah terimakasih " ucap Adrian


Sang dokter pun pergi meninggalka kamar tersebut , kini tinggallah Adrian di sana , ia duduk di tepi ranjang seraya menatap le arah Rosa , Adrian terus memandangi wajah pucat Rosa dengan rasa ibah dan bersalah ,


sesungguhnya Adrian merasa heran pada dirinya karna ini kali pertama ia merasa bersalah pada wanita yang sudah ia beli.


" aku sungguh-sungguh minta maaf Nona karena telah membuat mu menjadi seperti ini " ucap nya tulus pada Rosa yang masih belum sadarkan diri


" Aku akan bertanggung jawab apa pun yang terjadi padamu "


Adrian pun bangun dari duduk nya , ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya , setelah selesai Adrian pun langsung memakai pakaian kerja nya , setelah kiranya rapi ia pun langsung meninggalkan kamar tersebut.


" Nanti antarkan makanan untuk wanita itu , dan penuhi semua kebutuhan nya " suruh Adrian pada pelayan kepercayaannya sebelum meninggalkan mansion.

__ADS_1


" Baik tuan " ucap nya patuh


" Ah iya.. jaga dia dan jangan biarkan dia pergi , jika sampai itu terjadi kau sendiri yang menanggung akibatnya " ucap nya dengan sedikit penekanan.


" Baik tuan saya mengerti "


Adrian pun pergi menuju mobil nya , namun tiba tiba ia menghentikan kembali langkahnya dan berbalik kearah Ella


" Jika terjadi sesuatu pada wanita itu segera hubungi ku " ucapnya seraya berjalan menuju mobil ferrarinya


" Baik tuan "


Adrian pun pergi meninggal Mansion tersebut , ia menuju kantornya Saat di dalam mobil Adrian sempat menelepon seseorang.


tidak butuh waktu lama akhirnya Adrian pun sampai di sebuah gedung besar yang sudah sangat terkenal di Los Angeles ,


tulisan besar Charolles Grub terpampang jelas di luar gedung .


Adrian langsung menuju ke ruangannya yang berada di lantai 18, sepanjang perjalanan menuju ruangan Adrian di sapa oleh para karyawannya , ia hanya membalas dengan wajah datar tanpa ekspresi .


banyak para karyawan wanita yang menatap nya penuh kagum ,


Adrian adalah pria cuek , dingin tidak terlalu banyak bicara , terkadang ia juga sadis terhadap orang yang menyakiti nya atau orang terdekatnya , Adrian miliki wajah yang tampan mata nya yang tajam namun seksi tubuh nya yang tinggi dan gagah membuat ia menjadi laki-laki paling sempurna , apa lagi jika Adrian tersenyum itu akan membuat lawan jenis nya kelepek-kelepek karna senyuman nya membuat ia lebih terlihat berkarisma .


.


.


.


.

__ADS_1


hay ... jangan lupa selalu dukung aku ya , ga papa yang baca nya sedikit , aku bakal tetap semangat ko


__ADS_2