
Ella terkejut saat melihat keberadaan Adrian yang sudah di depan kamar Rosa ,
" tu--" ucap Ella terpotong
karena Adrian menaruh jari nya di mulut agar Ella tidak bicara pada nya , Adrian tidak ingin Rosa tau bahwa ia menguping pembicaraan nya dengan Ella tadi ,
Ella pun langsung mengangguk tanda mengerti
Adrian sebenarnya sudah sejak tadi sampai di mansion nya , ia ingin melihat keadaan Rosa saat Adrian ingin masuk ia mendengar Rosa sedang bicara dengan Ella
Adrian sudah mendengar semua obrolan Ella dan Rosa , hati nya merasa tertusuk saat mendengar pengakuan Rosa tentang nya
ia merasa sedih saat mendengar ucapan Rosa , tentang kebencian terhadap diri nya , tapi di sisi lain dia merasa senang karena Rosa sudah mau menerima kehamilan nya walau pun belum sepenuhnya
Adrian berjanji akan meluluh kan hati Rosa , ia akan melakukan apa saja agar Rosa bisa memaafkan dan menerima darah daging nya untuk sepenuhnya
Ella berjalan menuruni anak tangga di ikuti oleh Adrian , mereka menuju ke ruangan makan
" saya akan menyiapkan makan untuk non Rosa tuan , sajak tadi dia belum makan " ucap Ella memberitahu Adrian
" kemari kan biar saya yang membawa ke kamar nya " pinta Adrian
" baik tuan "ucap nya patuh
Ella pun menyiapkan makananan dan obat untuk Rosa , kini Adrian sudah menerima nampan yang berisi makanan obat dan air tersebut
Adrian langsung menuju kamar Rosa , kini ia sudah sampai depan pintu kamar Rosa , Adrian terdiam sejenak ia menarik nafas dalam dalam dan membuang nya dengan pelan
__ADS_1
Adrian pun membuka knop pintu ia melihat ke arah Rosa , kini mata mereka saling menatap satu sama lain
Rosa sangat terkejut setelah melihat ke arah pintu yang ia pikir adalah Ella dan ternyata adalah Adrian
Wajah Rosa pun langsung berubah drastis setelah melihat Adrian yang sedang membawakan makanan untuk nya
ia langsung membuang wajah ke lain arah
" Rosa makan lah , ayo biar aku bantu " ucap Adrian lembut sambil duduk dan menaruh nampan nya di meja
" Tidak " ucap Rosa jutek dan singkat
" Kau belum makan sejak tadi , kata Ella kau mau makan " ucap adrian dengan sabar
" Aku sudah tidak bernafsu " ucap Rosa datar
" aku memang ingin sakit , agar janin ini bisa hancur tanpa aku gugur kan " ucap Rosa dengn ketus dan datar
" Sabar Adrian sabar jangan sampai terpancing " ucap Adrian dalam hati sambil menahan diri nya sendiri agar tidak emosi
" Rosa Aku mohon makan lah , aku tidak ingin kalian sampai kenapa kenapa " ucap Adrian tulus
Deg..
Ucapan Adrian membuat jantung rosa seperti copot
" Ada apa dengan jantung ku , apa anak ini merespon ucapan ayah nya " ucap nya bingung dalam hati
__ADS_1
" sudah ku bilang aku tidak ingin makan " ucap nya kasar
Adrian sebenarnya sudah sangat kesal dengan tingkat Rosa tapi ia tahan karna ia tidak ingin rosa bertambah benci terhadap nya
" Rosa aku mohon makan lah walau pun hanya sedikit " bujuk Adrian dengan sangat lembut
" sudah ku bilang tidak , apa kau tuli hah " ucap nya dengan nada tinggi
Adirian pun mengalah ia terdiam sambil melipat tangan nya di dada dan membuang nafas nya pelan pelan , ia tidak ingin menjawab ucapan Rosa , sesungguhnya emosi nya sudah meluap luap tapi ia tetap tahan
Rosa melihat ke arah meja yang tedapat nampan makanan ia juga melihat Adrian secara bergantian dari ekor mata nya
" ya tuhan sesungguhnya aku lapar dan haus " ucap rosa dalam hati
" tapi jika aku memakan nya nanti dia akan besar kepala , lebih baik aku tidur dari pada harus melihat nya " sambung nya dalam hati sambil membaringkan badan nya dan membelakangi Adrian
adrian terus memandangi tubuh Rosa yang sudah terbaring ia pun tersenyum tipis melihat punggung Rosa , Adrian melihat saat rosa melirik kan bola mata nya menuju ke arah meja
" aku tau kau lapar Rosa " ucap Adrian
" jika kau ingin makan tanpa melihat ku , aku bersedia untuk keluar " sambung Adrian lembut
" makan lah untuk kebaikan mu dan anak ku " ucap Adrian lembut seraya bangkit dari duduk nya dan pergi meninggalkan kamar Rosa
.
.
__ADS_1
.