
Satu jam kemudian .
Adrian sudah tidak tahan memejamkan mata nya dan akhir nya ia pun membuka mata nya , dan di sisi lain Rosa masih setia menunggu di samping Ranjang adrian
" euugmnm" ringis adrian pelan
Rosa yang mendengar suara ringisan Adrian pun langsung berdiri dan tersenyum
" Adrian kau sudah sadar " tanya rosa senang
" Tunggu sebentar biar aku panggilkan dokter " ucap Rosa seraya membalik badan nya
Saat Rosa hendak berbalik tiba tiba tangan nya di tahan oleh Adrian sehigga membuat Rosa melihat ke arah tangan nya dan menatap wajah Adrian
" Rosa apa kau masih membenci ku " Tanya Adrian pelan
" Adrian aku minta maaf , sejujur nya anak ini tidak menginginkan kau mati " ucap nya lirih mengalihkan pembicaraan adrian
karena saat ini Rosa sedang bingung dengan perasaan nya , Rasa benci yang dulu ia rasakan seolah olah pergi entah kemana , saat ini yang ada hanya lah rasa ke khawatiran nya
" kau kah yang menginginkan aku mati " tanya Adrian pelan seraya bangkit dari tidur nya dan posisi nya saat ni terduduk
Rosa hanya menundukan kepala nya ia tidak berani menatap wajah Adrian , mata nya mulai memanas karna menahan tangis
" dan sekarang aku belum mati , apa aku harus membunuh diriku lagi agar kau bisa melihat aku mati " sambung Adrian
Kini air mata yang di tahan Rosa sejak tadi sudah menetes di pipi nya
" No Adrian , aku sudah tidak menginginkan kau mati " ucap nya sambil menangis
" Lalu kau menginginkan apa dari ku , agar aku bisa menebus semua kesalahan ku pada mu " Tanya Adrian lembut
Rosa hanya menggelengkan kepala nya tanda tidak menginginkan apa-apa
" Kata kan lah Rosa aku janji akan melakukan nya , asal bisa menebus semua kesalahan ku pada mu , dan kau memaafkan ku aku rela melakunan apa pun , bahkan mati di tangan mu pun aku Rela " ucap adrian tulus
" aku hanya ingin kau tetap hidup dan mengurus anak ini bersamaku , aku akan mencoba memaafkan semua kesalahan mu pada ku asal kau tetap hidup " ucap Rosa sambil menundukan kepala nya karna malu dengan ucapan nya
Ucapan yang keluar secara tiba tiba dari mulut nya itu membuat rosa malu setengah mati di depan Adrian
Adrian pun tersenyum senang setelah mendengar ucapan Rosa , ia mengangkat dagu Rosa agar mata nya melihat ke arah Adrian
"Rosa terimakasih , aku berjanji akan terus hidup untuk mengurus dan merawat kalian " ucap Adrian dengan senyum tampan nya
Rosa yang melihat Adrian tersenyum pada nya langsung merasa salah tingkah , perasaan nya antara senang dan malu kini sudah menjadi satu
Rosa sangat senang melihat senyum adrian , iya merasa hati nya tenang setelah melihat senyum adrian
" Adrian aku akan penggil kan dokter , kau tunggulah di sini " ucap Rosa seraya menghilangkan rasa grogi nya
" baik lah " ucap adrian sambil tersenyum
Rosa pun keluar dari kamar adrian dengan alasan memanggil dokter , sebenar nya dia hanya ingin menetral kan hati dan rasa grogi nya
__ADS_1
sedang kan di dalam kamar setelah sepeninggalan Rosa adrian menggelinjang kegirangan karna rencana nya telah berhasil
" Aku janji Rosa , aku akan dapetin hati kamu sepenuh nya " ucap nya sambil tersenyum girang
Beberapa menit berlalu Rosa pun masuk di temani oleh dokter dan ella , sang dokter pun memeriksa keadaan adrian
" keadan tuan sudah lebih membaik , jika besok tidak ada kendala tuan adrian sudah di izin kan pulang " ucap sang dokter ramah
ketiga orang itu pun tersenyum senang ,
sang dokter pun pamit , tinggal lah Adrian , Rosa , dan Ella di dalam ruangan tersebut
" Nona lebih baik kita pulang , anda juga perlu istirahat " ajak ella
" tidak Ella aku akan tetap di sini ,menemani adrian " ucap Rosa
Adrian yang mendengar nya pun besorak bahagia dalam hati , tapi ia tidak ingin egois adrian juga harus memikir kan keadaan Rosa pikir nya
" Rosa lebih baik kau pulang , kau pasti lelah kan " sahut adrian lembut
" Aku tidak lelah , aku mohon biarkan aku di sini " bujuk Rosa lirih
Rosa ingin terus dekat adrian pasal nya jika dekat adrian rasa mual nya agak berkurang saat makan . sudah terbukti saat adrian belum sadar tadi , di tambah wangi tubuh adrian membuat rosa nyaman , Rosa juga bingung dengan sikap nya hari ini
" Tapi kau pasti lelah jika terus di sini " ucap Adrian
" aku mau di sini , aku tidak akan lelah , aku mohon jangan suruh aku pulang " rengek nya dengan wajah memelas
" baiklah kau akan tetap di sini bersama ku " ucap adrian
" Baik tuan , apa tuan ingin sekalian saya belikan bubur " tanya Ella
" Boleh " ucap adrian singkat
Ella pun membalikan badan nya saat hendak membuka knop pintu Rosa memanggil hingga ella menghentikan langkah nya
" Ella " panggil Rosa
" Ada apa nona " tanya Ella
" Emmm .. ella aku ingin makan rujak " ucap nya pelan
Ella pun tersenyum mendengar nya
" Baik nona saya akan membelikan nya untuk anda " ucap ella sambil tersenyum
Rosa pun berterimakasih dan tersenyum senang , ella langsung berjalan meninggal kan kamar rawat adrian , kini tinggal lah rosa dan adrian di sana
Adrian terus menatap wajah mungil nan cantik Rosa , ia tersenyum tampan ke arah pujaan hati nya ,
Rosa tau jika adrian sedang memandangi wajah nya , ia hanya menundukan kepala nya karna malu
" Rosa setelah aku sembuh nanti , jika kau ngidam apa pun minta lah pada ku " ucap adrian lembut
__ADS_1
Rosa pun mengangkat wajah nya dan melihat ke arah adrian
" Apa pun '" tanya Rosa singkat
adrian pun mengangguk pelan saraya tersenyum .
" aku akan menjadi ayah dan suami siaga untuk mu dan anak ku , "ucap adrian sambil tersenyum
" apa saat ini kau sedang menginginkan sesuatu " tanya adrian karna melihat perubahan wajah Rosa
" Eemm .. saat ini aku ingin sekali di peluk oleh mu apa boleh " ucap nya gugup dan malu malu
Sungguh kini wajah Rosa sudah berubah menjadi merah karna malu , entah lah dia juga bingung dengan ngidam nya saat ini , ia ingin sekali di peluk oleh adrian , mungkin janin itu juga tau tentang perasaan kedua orang tua nya saat ini pikir Rosa
Adrian pun tersenyum melihat wajah rosa yang memerah , menurut adrian itu sangat cantik dan menggemas kan
" kemarih lah " pinta adrian tersenyum seraya melebarkan tangan nya
Rosa pun mendekat dan menempelkan tubuh nya ke tubuh adrian , ia memeluk tubuh adrian dengan sangat erat ia mencium aroma khas yang sangat rosa sukai dari tubuh adrian ,
Rosa menenggelamkan kan kepala nya ke bahu bidang adrian , rasa nyaman dan tenang pun menyelimuti hati nya , Adrian juga membalas lembut pelukan Rosa , ia merasa sangat senang saat ini
mereka melepaskan pelukan nya , kini wajah mereka saling menatap satu sama lain .
adrian menatap mata cantik Rosa , ia sudah tidak melihat tatapan kebencian di mata rosa
Rosa juga memandangi mata Adrian seraya mengagumi ke tamapanan wajah Adrian
bola mata yang berwana grey tersebut membuat rosa merasa sangat kagum
adrian memberanikan diri untuk menempel bibir nya je bibir mungil Rosa , dengan pelan pelan ia mendarat kan bibir nya ke bibir rosa
kini bibir mereka telah menempel dengan sempurna , adrian melihat tidak ada penolakan dari Rosa , maka ia makin berani untuk mencium bibir rosa dengan lembut
awal nya Rosa tidak merespon ia hanya terdiam seperti patung tidak ada penolakan dari rosa , lama kelamaan akhir nya rosa pun terpancing dengan membalas pemain Adrian
cukup lama mereka melakukan aksi ciuman nya , tapi saat mereka sedang menikmati nya , tiba tiba pintu terbuka dengan terpaksa Rosa dan Adrian melepaskan ciuman mereka
.
.
..
..
hayo tebak siapa yang masuk seenak jidat ,
.
.
**jangan lupa selalu like dan comen ya
__ADS_1
aku mengharap kan like dan dukungan dari kalian
see you**