
Keesokan hari nya...
pagi itu Renal masih terbaring lemas di ranjangnya seraya memejamkan mata , namun Renal tak tertidur pikirannya terus di penuhi dengan bayangan Ella , Sesungguhnya Renal sangat merindukan gadis tersebut namun apa daya mungkin saat ini Ella sudah sangat membenci dirinya pikir Renal.
Saat itu Adrian juga berada di dalam ruangan Renal seraya membaca koran di tangan nya , Adrian sengaja menginap di sana sambil menunggu penjelasan Sang Dokter tentang hasil Rontgen milik Renal
Suasana dalam ruangan tersebut sangatlah hening bisa di bilang seperti ruangan kosong tak berpenghuni.
Saat sedang asik membaca korannya tiba-tiba ponsel Adrian berdering tertera nama sang istri di layar ponsel tersebut dengan segera Adrian menekan tombol hijau di layar ponselnya.
" hallo Sayang , ada apa ?? " Tanya Adrian saat panggil sudah terhubung
" Adrian Ella tidak kembali ke mansion " ucap Rosa dengan nada khawatir di sebrang sana
" apa kau sudah mengcek kamarnya ?? " tanya Adrian
" Sudah , awalnya aku memanggilnya tapi tidak ada jawaban dan saat aku membuka pintu kamarnya ternyata kamarnya kosong " ucap Rosa menjelaskan
" Adrian aku khawatir padanya " Sambung Rosa dengan nada lirih
" Kau tenang saja aku akan mengutus lebih banyak anak buah ku untuk mencari keberadaan Ella " ucap Adrian menenangkan sang istri seraya menatap ke arah Renal yang menurut Adrian sedang tertidur.
Setelah menenangkan Rosa Adrian pun mematikan panggilan tersebut , ia langsung menghubungi anak buah nya untuk menanyakan keberadaan Ella.
" Mengapa kalian belum menemukannya ?? " tanya Adrian to the poin saat panggilan sudah terhubung
" Kami masih mencarinya Tuan " ucap salah seorang anak buah Adrian dengan nada takut-takut dari sebrang sana
__ADS_1
" Apa kalian ingin aku bunuh !!! , aku membayar kalian bukan untuk bersantai " ucap Adrian penuh amarah pada salah satu anak buahnya
" Cari dan temukan dia segera " sambung Adrian
" Baik Tuan " ucap sang anak buah dengan patuh
Adrian langsung mematikan panggil tersebut secara sepihak , Adrian pun kembali tertuduk seraya memijat keningnya secara pelan.
" Ya tuhan , pusing sekali " Ucap Adrian masih dengan memijat keningnya
Renal yang mendengar percakapan Adrian merasa sangat bersalah pada Adrian , ia merasa sangat malu untuk menatap ke arah sahabatnya maka dari itu Renal masih tetap memejamkan matanya.
Renal merasa sangat menyesal telah mengucapkan hal bodoh pada Ella hingga membuat gadis itu pergi entah kemana , dan lebih lagi ia merasa bersalah pada sahabatnya yaitu Adrian , Renal merasa menyesal dan tidak bisa berbuat apa-apa.
" Maafkan aku Adrian , Ella " Ucap Renal dalam hati
Lima Hari talah berlalu..
Ella masih belum di temukan gadis itu seperti hilang di telan bumi , Ella pergi tanpa pamit pada Rosa dan Adrian hingga membuat mereka merasa sangat khawatir.
sedangkan Renal kini ia sudah menjalani terapi untuk memulihkan saraf kakinya , untung saja Renal tidak menderita lumpuh permanen , Renal dengan giat melatih kaki nya untuk berjalan agar ia bisa segera pulih dan keluar dari rumah sakit tersebut.
Adrian sengaja mempekerjakan salah seorang sunter khusus untuk menjaga dan merawat Renal seorang.
Awalnya Renal menolak karna menurutnya sangat berlebihan tapi Adrian terus memaksa sampai akhirnya Renal pun setuju.
" Hati-hati Tuan " Ucap Laura nama suster tersebut seraya memegang tangan Renal saat hendak terjatuh.
__ADS_1
" Terimakasih Laura " ucap Renal seraya tersenyum Ramah
Renal terus berlatih seraya berbincang santai dengan Laura sesekali Renal dan laura tersenyum saat ada perbincangan yang menurut mereka lucu.
Tanpa di sadari Renal dan Laura ada sosok mata yang terus menatap kearahnya dari kejauhan dengan tatapan senduh , mata sendu tersebut tak lain adalah mata Ella , Ella merasa sedih saat melihat orang yang ia cintai tertawa dan tersenyum dengan wanita lain , Sejujurnya hati Ella sangat sakit dan hancur
Sudah lima hari Ella pergi meninggalkan kehidupannya di mansion Adrian tanpa memberi kabar sama sekali pada Rosa dan Adrian , selama ini Ella hanya tinggal di hotel yang tak jauh dari rumah sakit tersebut untuk menenangkan dirinya.
Ella sengaja mematikan ponsel nya agar ia bisa merasa tenang.
Pagi itu Ella berniat untuk melihat keadaan Renal dari jarak kejauhan untuk mengobati rasa rindunya selama ini , tapi Ella tidak menyangka bahwa ia akan melihat kejadian yang membuat hati nya bertambah sakit.
" Aku berharap kau bahagia Renal " Ucap Ella seraya meneteskan air mata nya dan berlalu pergi
Ella pun meninggalkan rumah sakit tersebut dengan mata yang basah untuk kedua kalinya ,
" Tuhan hilangkan rasa sakit ini " ucap Ella dalam hati
" Aku berjanji tidak akan mengganggu kebahagiaan kalian "Sambungnya seraya mengusap air mata di pipinya.
.
.
.
Maaf ya gaes untuk kisah cinta Ella dan Renal akan sedikit tidak jelas author masih bingung mau di satuin apa engga 🙏
__ADS_1