CINTA WANITA MALAM

CINTA WANITA MALAM
CWM_PART 59


__ADS_3

Setelah beberapa jam akhir nya sang dokter pun keluar dari Ruang oprasi , Adrian yang saat itu sedang duduk pun langsung berdiri menghampiri sang Dokter


" Bagaimana keadaan mereka Dok " tanya adrian penasaran


" Mari Tuan kita bicarakan di ruangan saya " ajak sang Dokter


Dengan patuh Adrian pun mengikuti langkah sang Dokter ke ruangan nya , perasaan nya kini semakin tak menentu saat tiba di ruangan Dokter tersebut , seperti akan ada berita buruk yang akan ia dengar.


" istri dan anak saya baik-baik saja kan Dok " tanya Adrian penasaran


" jadi begini tuan , untuk istri anda Beliau baik-baik saja saat ini sudah bisa pindah ke ruang inap hanya saja belum sadar kan diri karna pengaruh obat , dan kedua anak Anda sudah lahir , akan tetapi keadaan mereka sangat kurang baik , kami langsung memasukkan mereka ke inkubator , dan mereka harus di rawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit ( NICU) karna Ada gangguan pada kesehatan nya ,


untuk saat ini mereka tidak bisa di jenguk terlebih dahulu " ucap sang Dokter

__ADS_1


jantung Adrian serasa berhenti berdetak saat mendengar penjelasan dari sang Dokter , awal nya ia senang karna Rosanya baik-baik saja , tapi saat sang Dokter menjelaskan kondisi sang anak tiba-tiba tubuh nya lemah seperti tidak ada tulang dan otot seperti setengah Raga nya telah hilang


" berapa lama mereka akan berada di sana Dok " Tanya Adrian lirih


" untuk saat ini Kami tidak bisa menentukan nya Tuan , kemungkinan akan lama , karna kedua bayi anda belum bisa bernafas dengan baik maka dari itu kami bantu mereka dengan selang Continuous Positive Airway Pressure ( CPAP ) untuk pernapasan nya " ucap sang Dokter menjelaskan


" Tolong lakukan yang terbaik untuk Anak-Anak saya Dok " Ucap Adrian memohon


Setelah usai berbincang dengan sang Dokter Adrian pun keluar , ia berjalan menyusuri Lorong Rumah sakit dengan pikiran tak karuan , bagaimana tidak saat sang anak sudah lahir kini Ia malah tidak bisa menyentuh kedua buah hati nya , saat ini Adrian hanya menginginkan kedua anak nya tetap kuat dan kesehatan nya cepat pulih selayak nya bayi pada umum nya , agar kelak ia dan Rosa bisa menggendong mereka .


Adrian berjalan menuju Ruang NICU untuk melihat kedua buah hati nya , Ia hanya bisa melihat Anaknya dari luar ruangan tersebut , Adrian melihat dua Bayi yang sedang berada di dalam masing-masing Tabung inkubator yang tak lain adalah kedua anak nya , Adrian melihat kedua anak nya di pasangkan Alat-alat dari Rumah sakit , seketika hati Adrian seperti teriris melihat pemandangan tersebut , mata Elang nya kini berubah menjadi sayu saat melihat kedua buah hati nya yang sedang berada di dalam


Adrian merasa tidak tega melihat Anak-Anak nya terbaring di dalam sana dengan banyak alat yang menempel di tubuh mungil kedua bayi nya , seketika cairan bening keluar dari kelopak mata Adrian , ia tidak perduli dengan Image nya sebagai pengusaha terkenal , yang ada di pikiran nya adalah kesehatan kedua bayi nya saat ini

__ADS_1


" ya tuhan , ini sangat menyiksa , aku mohon sehatkan kedua anak ku , agar mereka bisa berkumpul dengan kami " ucap nya memohon , Adrian sungguh tidak tega melihat kondisi kedua anak nya saat ini , hati nya seperti di cabik-cabik dengan ribuan belati .


Setelah puas melihat kedua bayi nya kini Adrian pun pergi menuju ruangan Rosa yang sudah di pindah kan ke Ruang VVIP , saat membuka pintu Adrian melihat Rosa yang masih terbaring lemah tak sadar kan diri di Ranjang nya dengan tangan yang masih di infus , Adrian berjalan menghampiri Rosa dan mencium kening nya dengan sangat lama


" sayang Terimakasih karna Sudah melahirkan mereka ke dunia ini " Ucap Adrian lembut dengan suara lirih nya


"....."


" Maafkan aku karna tidak ada di dekat mu saat itu , dan maaf karna aku kau dan anak-anak kita jadi seperti ini " ucap Adrian merasa bersalah


Adrian merasa bersalah karna sudah membuat Rosa dan Anak-Anak nya dalam bahaya , karna semua perbuatan ini dari rekan bisnis nya , andai saja ia menemani Rosa saat itu mungkin Rosa dan Anak-Anak nya tidak akan berada di Rumah sakit ini pikir Adrian , tapi Apa daya semua telah terjadi semua hanya tinggal penyesalan , Adrian berharap Rosa akan memaafkan kesalahan diri nya .


Adrian terus berbicara pada Tubuh Rosa yang masih terbaring lamah di ranjang nya , karna merasa Lelah Adrian pun akhirnya tertidur di bangku samping ranjang milik Rosa dengan posisi duduk dan kepala nya bersandar di ranjang milik Rosa .

__ADS_1


__ADS_2