
Ella dan Rosa sudah tiba di rumah sakit
sebelum nya Ella sudah memberitahu kan pada Adrian bahwa Ia Dan Rosa sudah sampai di rumah sakit
mereka berjalan menuju kamar rawat milik Adrian , rosa merasa jantung nya seperti berlari tubuh nya tegang dan bergetar , ia mencoba menetralkan diri nya
kini mereka sudah tiba di depan kamar inap adrian , Rosa melihat Adrian yang terbaring lemah dari kaca pintu
" Nona masuk lah biar saya tunggu di sini " ucap Ella
Rosa pun mengangguk tanda mengerti , ia membuka knop pintu dan berjalan menghampiri adrian yang tengah terbaring lemah
Rosa duduk di kursi yang berada di samping ranjang Adrian , ia melihat parban di pergelangan tangan adrian , Rosa kembali meneteskan air mata nya rasa bersalah kembali datang ke dalam hati nya
" Adrian sadar lah " ucap rosa lirih
" aku minta maaf atas keegoisan ku , dan atas permintaan konyol ku "
" aku tidak mau kau mati , aku tidak mau mengurus anak ini sendiri "
" jika kau sadar nanti aku berjanji akan memaafkan mu juga " ucap nya dengan suara isakan tangis nya
" Adrian bangun lah aku mohon pada mu " ucap Rosa lirih sambil menundukan kepala nya di dekat tangan adrian
Adrian masih dengan kepura-puraan nya , saat adrian mendengar ucapan Rosa yang akan memaafkan nya jika ia sadar nanti adrian merasa sangat senang di dalam hati nya , ingin sekali adrian membuka mata nya dan memeluk tubuh mungil Rosa , tapi Adrian urung kan karna ia takut kalau Rosa akan curiga dan sadar bahwa adrian hanya berpura pura kritis.
Rosa mengangkat wajah nya , ia melihar ke arah wajah Adrian , Rosa memandangi wajah tampan Adrian begitu intens , ia merasa seperti ada sengatan listrik yang masuk ke dalam hati nya
saat sedang memandangi wajah Adrian tiba tiba pintu terbuka , Rosa melihat ke arah pintu tersebut , ia melihat seorang pria tampan dengan wajah panik menghampiri Adrian dan Rosa dia adalah Renal
( saat Rosa pergi meninggalkan Mansion , tidak lama kemudian Renal datang , ia di beritahu oleh pelayan di sana bahwa adrian masuk rumah sakit , Renal langsung bergegas mengendarain mobil nya menuju Rumah sakit tersebut maka dari itu saat ini Renal berada di rumah sakit dengan Wajah panik nya )
__ADS_1
" Rosa apa yang terjadi pada Adrian " tanya nya panik
Rosa tidak menjawab pertanyaan Renal , jika Rosa bicara Rosa takut Renal akan marah besar dan menyalahkan diri nya jadi Rosa lebih memilih diam dan menundukan kepala nya
Adrian yang mendengar suara Renal pun merasa kaget tapi ia tetep tenang dengan kepura-puraan nya , Ia tidak ingin jika Rosa dan Renal tau bawha ia sedang pura-pura
" Sialan ,, siapa yang memberi tahu Renal , dan di mana Ella sekarang " ucap adrian dalam hati
" Rosa kenapa kau tidak menjawab , Sebenar nya Adrian kenapa , sebelum nya dia baik baik saja " tanya Renal lagi dengan beruntun
" A..a.adr---- " Ucapan Rosa terpotong karna melihat pintu terbuka
ternyata Ella yang membuka pintu tersebut , Ella merasa kaget setelah melihat keberadaan Renal di dalam Ruangan Adrian
" Tuan Renal sejak kapan anda di sini dan dari mana anda tau bahwa tuan adrian di rawat " tanya Ella
" aku baru saja datang , dan aku di beritahu oleh pelayan di rumah " ucap Renal
" Maaf tuan saya tidak kepikiran karna harus mengurus Nona muda juga " ucap nya berbohong
" baik lah sekarang jelaskan pada ku , sebenar nya apa yang terjadi pada adrian dan kenapa dia bisa sampai di rawat di sini " tanya Renal dengan nada penekanan
" Tuan Adrian mengiris pergelangan tangan nya tuan " ucap Ella
Rosa yang mendengar nya hanya terdiam sambil menundukan kepala , tubuh nya sudah bergetar hebat , mata nya kini sudah berkaca kaca ia takut jika Renal akan menyalahkan diri nya
" Ya tuhan , apa dia sudah gila , kenapa dia sampai mengiris tangan nya sendiri " Tanya Renal terkejut
" maaf kan aku , aku yang menyuruh nya untuk mati karna saat itu aku sangat membenci nya " sahut rosa dengan isak tangis nya
" sekarang aku benar benar menyesal , aku mohon maaf kan aku " Sambung Rosa dengan lirih
__ADS_1
Renal sangat terkejut mendengar ucapan Rosa , ia tidak tau harus bicara apa karna Renal tau Adrian juga salah terhadap Rosa jadi ia tidak bisa menyalahkan Rosa saat ini
" Renal sialan , berani nya dia membuat wanitaku menangis " umpat Adrian dalam hati saat mendengar isakan tangis Rosa
" Hay kenapa kau menangis aku tidak akan menyalahkan mu Rosa " ucap Renal lembut
" Tenang kan lah dirimu Rosa dan pikir kan janin mu , kau tidak boleh sampai stres " Sambung Renal
" terimakasih tuan Renal " ucap Rosa lirih
" Hay .. panggil saja aku Renal , aku yakin dia akan baik baik saja " Ucap Renal menguantkan Rosa
" Ella ajak lah Rosa untuk pulang , dia perlu banyak istirahat " sambung Renal
" Baik tuan , mari Nona " ajak Ella
"aku tidak mau Ella , Renal biar kan aku menjaga Adrian sampai dia sadar " pinta Rosa lirih
" huhfff .. baik lah tapi kau tidak boleh terlalu lelah pikir kan juga anak kalian " ucap Renal lembut
" aku janji tidak akan lelah , dan aku akan menjaga mereka dengan baik " sahut Rosa meyakinkan Renal
setelah itu Renal pamit meninggalkan Ella dan Rosa yang berada di dalam , ia harus ke kantor karna banyak sekali pekerjaan yang tertunda karna adrian tidak datang
Ella pun menyuruh Rosa untuk makan dan meminum obat nya setelah selesai Ella keluar , ia lebih memilih menunggu kedua majikan nya di Luar bersama supir
.
.
.
__ADS_1